Arsip Artikel: Rizky Prasetya
412 ArtikelRedaktur Mojok. Hobi main game dan suka nulis otomotif.
Sebagai Orang Wonogiri, Saya Mengakui Bakso Malang Memang Enak, dan Nggak Perlu Dibandingkan dengan Bakso Wonogiri
Bakso Wonogiri adalah pilihan hati. Tapi kalau saya disuguhi bakso Malang, dengan senang hati akan saya santap dengan suka cita.
Yamaha Vixion, Motor Terbaik Yamaha, Pelibas Dominasi Satria FU dan Membenamkannya Hingga “Mati” di Pasaran
Bagi saya, Vixion adalah motor yang bikin Yamaha menancap kuat di Indonesia. Dan yang jelas, mengakhiri dominasi Satria FU.
Motor Yamaha Aerox Mirip Satria FU: Penguasa Era Baru dan Penghantam Dominasi 2 Motor Konyol, Honda PCX dan Yamaha NMAX
Motor Yamaha Aerox adalah Satria FU di masa kini. Saya rela menukar akal sehat demi punya Aerox, penguasa era baru.
Simbol Kesuksesan seperti Honda ADV 160 Tidak Bikin Kalian Bahagia, Justru Bikin Kalian Menderita
Simbol kesuksesan bisa apa saja. Bisa Honda ADV 160. Tapi, perlukah kalian beli hanya karena ingin dicap sukses?
Es Jeruk Adalah Minuman Paling Tidak Enak di Dunia, dan Ini Sebabnya
Semua es jeruk yang rasanya menyedihkan itu punya masalah yang sama, apa saja itu? Nih, saya kasih daftarnya.
Kok Bisa Menyesal Ambil KPR di Tanah Rantau, Memangnya Sebelum Ambil Rumah Nggak Pake Mikir?
Setelah baca artikel Ambil KPR di Tanah Rantau: Sebuah Keputusan Berujung Penyesalan, saya justru kebingungan.
KKN Mending Dihapus Sekalian kalau Isinya Cuma Drama dan Programnya Gini-gini Aja
Begitu banyak naskah negatif tentang KKN di Mojok semakin menegaskan opini saya bahwa memang KKN itu sudah obsolete dan dipikirkan lagi, apakah perlu dilanjutkan atau tidak. bahkan dibilang tidak berguna pun ya nggak terlalu ekstrem sih. Sebab, dari yang saya alami dan dengarkan, memang kelewat banyak dramanya ketimbang manfaatnya. Apakah KKN bermanfaat? Jelas. Jelas sekali. […]
4 Dosa Warmindo yang Bikin Tempat Ini Nggak (Perlu) Lagi Jadi Top of Mind Tempat Makan Mahasiswa, Mending Penyetan!
Kalau 7-10 tahun yang lalu ngomongin tempat makan rakyat jelata di Jogja, pastilah orang akan menyebut warmindo. Tapi sekarang?