Arsip Artikel: Aisyah Amira Wakang
828 ArtikelJurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.
Perjuangan Satpam Kampus Universitas Muhammadiyah Surabaya, Lulus Sarjana dengan Pujian
Biaya kuliah yang tak murah mendorong Ragita melamar kerja sebagai satpam di Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya.
Alasan Dokter Asal Indonesia Kabur Aja Dulu ke LN ketimbang Tinggal di Indonesia
Tidak apa-apa memilih kabur aja dulu di tengah kondisi negara yang semrawut, toh kita perlu bertahan hidup.
Jogja Masih Menjadi Pilihan Para Perantau Surabaya, Karena Punya Sesuatu yang Tak Dimiliki Kota Pahlawan
Ini alasan perantau Surabaya cari kerja di Jogja meski gaji lebih rendah, serta penyesalan yang harus dihadapi.
Memahami Beban Anak Sulung yang Penuh Luka dan Sembuh berkat Kejujuran
Memahami beban anak pertama yang tak pernah dibayangkan oleh adik mereka. Tak hanya bertanggungjawab kepada keluarga, tapi harus berperang melawan egonya sendiri.
Kerja di DIY dengan Gaji Rp3 Juta adalah Keistimewaan, Sulit Ditemui di Jogja yang Konon Istimewa
Gaji Rp3 juta masih dianggap “Wah” di Jogja, meski cukup tak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Perjalanan Keliling Asia untuk Belajar Bahasa Isyarat demi Ajari Ngaji Anak-anak Tuli di Sleman
Di Sleman terdapat pondok pesantren yang mengajari para santrinya mengaji dengan bahasa isyarat. Maklum, puluhan murid di sana adalah penyandang tuli, tapi semangatnya untuk belajar agama patut diapresiasi.
16 Tahun Menjadi Sopir Bus Pariwisata, Gaji di Atas UMR Magelang tapi Harus Siap Menantang Maut
Jadi sopir bus itu enak bisa jalan-jalan gratis. Gajinya juga di atas UMP Jateng, tapi harus siap sedia menantang maut.
Jalan MERR, Jalan Paling Horor bagi Pengguna Roda Dua di Surabaya
Warga Surabaya tak lagi merasa aman saat melintas di Jalan MERR, Surabaya. Terutama pada malam hari. Sebab, jalanan itu semakin lama semakin horor.