Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Misteri Abad Ini: Yang Bersikap Malu-maluin Orang Lain, yang Malu Malah Kita

Audian Laili oleh Audian Laili
21 Agustus 2019
A A
malu dan malu-maluin MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Kenapa kita ikut malu ketika orang lain melakukan atau mengalami sesuatu yang memalukan?

Beberapa hari lalu saya melihat video anak cowok SMP nembak cewek seusianya di dalam kelas, di depan teman-teman mereka. Proses menembak itu terlihat sangat serius. Tak tanggung-tanggung, si cowok mengeluarkan sebuah kotak berisi cincin untuk memperlihatkan keseriusannya. Di akhir video ia juga mencium kening dan memeluk si cewek setelah mendapat anggukan dari si cewek atas permintaannya.

Iklan

Dalam video berkualitas burek tersebut, terlihat teman-teman mereka di dalam kelas dengan seru dan penuh semangat meneriaki mereka. Mungkin teriakan ini sebagai wujud perasaan turut berbahagia. Akan tetapi, bukannya ikut merasa bahagia karena “lamaran” si cowok diterima, saya justru merasa…

…iyuuuhhhh.

Saya malu sendiri dengan tingkah mereka.

Mungkin di pikiran mereka, menembak cewek dengan cara semacam itu sungguh sangat wow dan keberaniannya layak diapresiasi. Bukankah jarang, ada anak SMP yang se-se-ri-us itu nembak calon pacarnya? Bahkan rela bawain cincin lagi! Itu kan unik banget untuk anak seusia mereka, ya.

Tapi, pernyataan cinta di publik itu bikin saya merasa risih dan malu. Saya nggak tahu kenapa saya bisa merasa begitu. Dipikir-pikir, ngapain saya yang cuma nonton merasa malu? Wong yang ngelakuin aja nggak ada malu-malunya.

Perasaan ini tidak hanya muncul sekali. Misalnya saja saat melihat video “Alasan Kita Selesai”. Dalam video tersebut, ada sepasang mantan kekasih yang menceritakan tentang kronologis drama percintaan mereka. Detail masalah pribadi itu mereka ceritakan dengan blak-blakan. Dunia memang harus tahu keadaan yang sebenarnya. Lantaran video ini ramai dibicarakan, saya jadi pengin ikutan nonton juga.

Hasilnya sama. Bukannya bersimpati dengan problematika keduanya, saya malu dan geli. Apalagi ketika si cowok berekspresi seolah menjadi manusia paling kasihan sedunia. Perasaan semacam ini pernah muncul dalam keseharian Anda-anda sekalian juga?

Psikolog Universitas Lübeck, Jerman bernama Frieder Paulus dan Sören Krach pernah meneliti soal ini, saya kutip dari Quartz. Keduanya melakukan survei dan studi fMRI (functional magnetic resonance imaging) yang kemudian menunjukkan, saat responden ditunjukkan peristiwa-peristiwa ketika orang lain melakukan kesalahan atau mengalami hal memalukan, mereka juga akan merasakan semacam rasa sakit sosial (social pain).

Perasaan ikut malu atas perilaku orang lain yang memalukan terjadi karena kita berempati atas hal yang terjadi pada mereka. Empati adalah sikap yang manusiawi. Jadi, merasa malu melihat perilaku orang lain yang telah melanggar norma sosial, itu wajar. Kecuali, kalau kita ini termasuk manusia nggak punya perasaan dan terlalu sering bodo amat dengan segala yang terjadi di sekitar.

Baca Juga Kiat Atasi Malu Saat Salah Menyapa Orang, Dikira Teman Ternyata Bukan

Terakhir diperbarui pada 21 Agustus 2019 oleh

Tags: alasan kita selesaianak SMPkonten viralmalu
Audian Laili

Audian Laili

Redaktur Terminal Mojok.

Artikel Terkait

Uneg-uneg dari Anak SMP yang Kesel Setengah Mati pada Menteri Pendidikan  MOJOK.CO
Kilas

Uneg-uneg dari Anak SMP yang Kesel Setengah Mati pada Menteri Pendidikan 

6 Januari 2024
Kemnaker, Drama Pegawai Tetap vs Magang Itu Konten Jahat MOJOK.CO
Pojokan

Kemnaker, Drama Pegawai Tetap vs Magang Itu Konten Jahat

20 November 2021
susah bab, kloset duduk, kloset jongkok mojok.co Kenapa Kita Malu Sekali Ketahuan Sedang Berak sampai Harus Menyamarkan Suaranya?
Pojokan

Kenapa Kita Malu Sekali Ketahuan Sedang Berak sampai Harus Menyamarkan Suaranya?

31 Juli 2021
pacaran cerita anak sekolah sma smp masa remaja pacaran Masa Terbaik di Sekolah adalah Kelas 2 SMP dan 2 SMA
Pojokan

Masa Terbaik di Sekolah Jatuh kepada Kelas 2 SMP dan Kelas 2 SMA

5 Januari 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Andai ormas-ormas lain seperti Yakuza Maneges Kediri. Bukan tukang malak tapi garda depan berantas kekerasan seksual di pondok pesantren MOJOK.CO

Andai Ormas Lain seperti Yakuza Maneges Kediri: Dulu Dihina tapi Buktikan Sangat Berguna

5 Agustus 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta godok aturan pelarangan perdagangan HPR. MOJOK.CO

Yogyakarta bakal Susul Korea Selatan, Larang Perdagangan Daging Anjing demi Cegah Penyakit Menular

4 Agustus 2026
Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman meluncurkan aplikasi Gandheng ATS untuk atasi masalah anak putus sekolah MOJOK.CO

Sleman Punya Aplikasi Pencegahan Dini Anak Tidak Sekolah

5 Agustus 2026
Dari Kebun Binatang Surabaya, Kita Belajar Cara Penguasa Melakukan Social Murder MOJOK.CO

Dari Kebun Binatang Surabaya, Kita Belajar Cara Penguasa Melakukan Social Murder

31 Juli 2026
KAFEIN Gelar Workshop Kritik Film di DIY, Sasar Pelajar hingga Komunitas MOJOK.CO

KAFEIN Gelar Workshop Kritik Film di DIY, Sasar Pelajar hingga Komunitas

3 Agustus 2026
Polemik IKAPI DIY dan toko buku Jogja perihal harga murah MOJOK.CO

Narasi “Harga Murah” Pameran Buku IKAPI DIY Singgung Toko Buku Jogja, Kalimat yang Tidak Seharusnya Keluar

5 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.