Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Menjadi Anak SD yang Takut Disuntik dan Pelajaran yang Terkandung di Dalamnya

Aprilia Kumala oleh Aprilia Kumala
7 Desember 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Menjadi anak SD itu berat: kami harus siap diimunisasi, meski takut disuntik. Tapi katanya, ada amanat yang bisa diambil dari “penyiksaan” ini.

Belakangan, lini masa di media sosial dihebohkan dengan video seorang anak SD yang ketakutan menghadapi agenda suntik imunisasi di sekolahnya. Bukan sekadar takutnya yang mengundang perhatian, tapi juga caranya mengekspresikan ketakutan itu: bernyanyi lagu Ddu-du Ddu-Du milik BLACKPINK. Agar lebih segar di ingatan, kira-kira begini keadaannya.

Iklan

https://twitter.com/yohualticetl/status/1069499732362317824

Bukan cuma si fanboy BLACKPINK, sebelumnya juga pernah beredar video-video yang menunjukkan ketakutan anak-anak SD saat akan disuntik imunisasi. Ada yang kabur sampai memanjat jendela, ada pula yang nekat menendang guru saking paniknya. Semuanya mengundang tawa, walaupun sebenarnya hal-hal tadi menunjukkan betapa “horornya” jarum suntik bagi dedek-dedek gemesh tersebut.

Yaaah, mau bagaimana lagi; imunisasi memang penting. Meski sudah dibawa ke puskesmas sejak balita untuk diberi imunisasi, nyatanya kita pun harus mengulangnya kembali di bangku SD, khususnya untuk imunisasi lanjutan DT, Td, dan campak di kelas 1, 2, dan 3.

Naaah, bentuk imunisasi yang berupa jarum suntik itulah yang menghebohkan masa kecil kita. Sudahlah yang datang itu dokter-dokter dewasa bermuka jutek, eeeeh nyodorin jarum suntik, pula! Sialnya, kita pun harus rela kulit kita ditusuk jarum sembari si dokter berkata santai, “Kayak digigit semut aja, kok.”

Sampai sekarang, saya bertanya-tanya: semut mana, sih, yang gigitannya sengilu suntikan sebenarnya??? Hmm??? Semut mana, coba, Dok??? Halo, Dokter???

Tapi, tenang, jangan emosi dulu. Setelah masa-masa menjadi anak SD yang takut disuntik itu sudah berlalu 18 hingga 20 tahun yang lalu (“Hah? Tua amat, Mbak?”), saya mulai bisa menelaah pelajaran-pelajaran penting yang bisa kita ambil dari pemberian imunisasi suntik ini.

Pertama, agenda suntik imunisasi ini ternyata bisa membantu kamu-kamu semua—adek-adek SD—untuk mem-filter pertemanan.

[!!!!!!11!!!!!1!!]

A-apa maksudnya? Bagaimana bisa kesakitan kita ditusuk dokter justru menjadi pintu gerbang bagi pertemanan yang lebih tulus?

Coba, ingat-ingatlah kembali apa yang terjadi saat itu: kamu yang takut disuntik menangis sejadi-jadinya sambil merasa bahwa hari itu adalah hari terakhir dari hidupmu. Kamu menyesali semuanya—mulai dari keputusanmu untuk berangkat sekolah, keputusanmu pakai jepit kupu-kupu paling bagus, hingga keputusanmu membawa bekal berupa mi goreng yang sengaja dimasukkan ke kotak makanan supaya nanti terbentuk persegi sempurna waktu jam istirahat. Rasa-rasanya, hal itu seluruhnya sia-sia karena kamu berakhir menangis seperti orang gila dan mukamu pasti jelek sekali.

Nah, di sinilah sesungguhnya kamu bisa melihat baik-baik: siapa yang menertawakanmu dan siapa yang menemanimu menangis karena sama-sama kesakitan. Maksud saya…

…teman macam apa, sih, yang bakal menertawakan temannya sendiri yang mengalami mental breakdown dan malah haha-hihi membagikan video aib mereka di Instagram Story??? Hmm???

Kedua, dengan suntik, kamu juga bisa belajar menghargai teman apa adanya.

Hal ini sebenarnya berkaitan dengan poin pertama. Selain mengetahui teman-teman sejati yang tidak akan menertawakan dan ngejek-ngejekin kamu sepanjang pelajaran PPKn, kamu juga bisa belajar menghargai orang lain, termasuk teman-temanmu yang ternyata adalah fanboy BLACKPINK, misalnya.

Pasalnya, perasaan takut ternyata memang bisa memicu otakmu untuk mengirim sinyal berupa insting untuk melakukan salah satu dari dua hal ini: 1) kabur; atau 2) lawan. Tak heran, kadang orang-orang yang ketakutan justru melakukan hal-hal yang absurd, misalnya memukul, menyakiti diri sendiri, karaokean lagu Ddu-du Ddu-du, atau bahkan pergi dari hubungan yang telah dibinanya bertahun-tahun.

Miris, tapi mau bagaimana lagi, mylov~

Iklan

Ketiga, kamu bisa melatih diri bersikap lebih cool, khususnya di depan gebetan.

Seperti yang kamu dan saya tahu, masa-masa SD adalah masa-masa cinta monyet, alias suka-sukaan sama teman sekelas. Tentu saja, hal-hal remeh seperti suntik imunisasi tak boleh menyurutkan kegagahan dan kejelitaan dirimu.

[!!!!!!11!!!!!1!!]

Mau seberapa besarnya perasaan takut disuntik yang melanda, pokoknya kalau di depanmu ada si gebetan/pacar, kamu harus setengah mati bersikap cool dan kuat. Sebodo amat kalau mau dipanggil bucin alias budak cinta. Yang penting, hidupmu diwarnai cinta dan berbunga-bunga, sebelum bertahun-tahun ke depan harus bertemu quarter life crisis, dalam keadaan jomblo pula~

Keempat, suntik imunisasi mengajarkanmu bahwa akan ada banyak kesakitan-kesakitan dalam hidup.

FYI aja, nih, ketakutan akan tindakan suntik sebenarnya wajar-wajar saja terjadi dan tidak harus reda dengan kalimat-kalimat palsu sepalsu cintanya semacam analogi, “Nggak sakit, kok, cuma kayak digigit semut.” Tapi pertanyaannya, kenapa kamu harus selalu diberi pernyataan bohong begitu, lagi dan lagi???

Jawabannya, tak lain dan tak bukan, terletak pada tujuan mulia dokter-dokter dewasa yang menyuntikmu: mereka ingin kamu memahami bahwa disuntik adalah bagian kecil dari luka-luka kehidupan.

[!!!!!!11!!!!!1!!]

Ya, ya, ya, di masa depan, akan ada lebih banyak sakit dan luka yang menyerang, mulai dari masalah teman cewek kelas sebelah yang jaketnya ngembar-ngembarin jaketmu, jemputan yang lama datang dan membuatmu menunggu sendirian di depan pagar sekolah sama penjual cilok, nilai ulangan yang jeblok, hingga saat nanti dewasa kamu harus (amit-amit) menghadapi patah hati hanya beberapa bulan sebelum rencana lamaran dan pernikahanmu terlaksana.

Percaya, deh, kalau sudah begitu, kamu bakal merindukan sakitnya disuntik imunisasi.

Terakhir diperbarui pada 7 Desember 2018 oleh

Tags: anak SDBlackpinkDdu Du Ddu Duimunisasi campaktakut disuntik
Aprilia Kumala

Aprilia Kumala

Penulis lepas. Pemain tebak-tebakan. Tinggal di Cilegon, jiwa Banyumasan.

Artikel Terkait

MU di Pink Venom, Owen di Ultah Rafatar, dan Pengendara Moge dihajar

MU di Pink Venom, Owen di Ultah Rafatar, dan Pengendara Moge Dihajar Warga

24 Agustus 2022
tur blackpink mojok.co

Gelar Tur Dunia, BLACKPINK akan Tampil di Jakarta Tahun Depan

9 Agustus 2022
blackpink comeback mojok.co

BLACKPINK Comeback Agustus, Siapkan Album Baru dan Tur Dunia

6 Juli 2022
Apa Sih yang Orang Dewasa Dapat dari Menertawakan Anak SD di Konten TikTok?

Apa Sih yang Orang Dewasa Dapat dari Menertawakan Anak SD di Konten TikTok?

23 April 2021
Pledoi Penggemar Lagu Jadul yang Dituduh Tak Bisa Update Selera Lagu

Pledoi Penggemar Lagu Jadul yang Dituduh Tak Bisa Update Selera Lagu

27 Agustus 2020

Kok Cinta Pertama Disebut Cinta Monyet, Padahal Dia Kan Manusia?

10 September 2019
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

ilustrasi MBG

Kisah Pilu Pegawai SPPG: Sering Dicap Ikut Korupsi Anggaran MBG, Padahal Niat Bekerja Sepenuh Hati

21 Agustus 2026
Merdeka ala Puskestan dan para petani Sukoharjo: perjuangan sejahtera dari sektor pertanian MOJOK.CO

Merdeka Ala Puskestan dan Petani Sukoharjo: Perjuangan Panjang agar Sejahtera dari Pertanian

18 Agustus 2026
Honda Beat adalah motor paling boring di indonesia MOJOK.CO

Honda Beat adalah motor paling boring di indonesia tapi justru karena itu saya sayang banget sama motor ini

18 Agustus 2026
Ta'awun, Takaful, dan Masjid Al Muharram Brajan yang Menebar Manfaat dari Sampah Sisa Warga.MOJOK.CO

Taawun, Takaful, dan Masjid Al Muharram Brajan yang Menebar Manfaat dari Sampah Sisa Warga

19 Agustus 2026
Minus punya rumah di sekitar Jalan Tunjungan, Surabaya Pusat. MOJOK.CO

Jujur Janggal, Saat Orang Lain Bilang Punya Rumah di Pusat Kota Surabaya Itu Menguntungkan

19 Agustus 2026
Lansia menjual aksesori kemerdekaan di Malioboro, Yogyakarta. MOJOK.CO

Kisah Istri Pensiunan BPN Turun ke Jalanan untuk Jual Aksesori Kemerdekaan di Masa Tua demi Hadiahkan Cucu

18 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.