• 200
    Shares

MOJOK.CO Mari mengukur gaji fresh graduate yang dianggap layak dan pantas-pantas saja kamu dapatkan. Yang penting, jangan menyerah, Beb!

PR terbesar saat mengisi form pendaftaran pekerjaan bagi kamu-kamu yang baru lulus kuliah adalah pada kolom gaji. Ya, umumnya, beberapa perusahaan memang memintamu mengajukan nominal gaji yang diharapkan, padahal kamu justru jadi berdebar-debar sendiri: pantas nggak, ya, kalau minta angka sebesar ini? Apalagi—jangan lupa—kamu ini, kan, masih fresh graduate!

Naaaah, gaes-gaesku, status lulusan baru alias fresh graduate inilah yang kadang jadi simalakama. Sewaktu saya pertama kali mendaftar di sebuah penerbitan buku di Jogja, misalnya: baru menulis ‘Rp’ di kolom ‘Gaji yang Diinginkan’ saja sudah grogi!

Batin saya, duh, ini angka kegedean nggak, ya? Jangan-jangan, nanti saya dianggap nggak tahu malu gara-gara minta gaji sejumlah yang saya tulis? Namun begitu, saya juga nggak mau ‘dibodohi’ dengan menuliskan jumlah yang kecil, sedangkan semua orang mendapat berkali-kali lipat dibandingkan saya. Dilema~

Beberapa hari lalu, di media sosial, bahasan gaji fresh graduate sempat ramai dibicarakan. Beberapa orang dengan yakin menyebut bahwa fresh graduate semestinya bisa menyesuaikan dengan standar gaji berupa UMR atau UMP, sedangkan beberapa yang lain memaklumi permintaan fresh graduate yang dianggap ‘ketinggian’.

Ya gimana coba kalau fresh graduate ini ternyata otaknya encer dan langsung bikin perusahaan untung lewat hasil pekerjaannya??? Emangnya kejayaan perusahaan cukup-cukup aja dibayar dengan UMP, apalagi UMP Yogyakarta, gitu???

Baca juga:  Gagal Wawancara Kerja Karena Terjebak Pertanyaan Gaji: Seberapa Spesial Sih Kamu Itu?

Ta-tapi, sebenarnya, saya jadi penasaran: seberapa fresh-kah fresh graduate itu, hingga mereka diberi kebebasan untuk mengajukan gaji yang diinginkan???

*jeng jeng jeng*

Ternyata, fresh graduate merupakan istilah yang merujuk pada lulusan perguruan tinggi, baik diploma ataupun sarjana, yang telah lulus dalam periode kurang dari 1 semester sejak diwisuda dan secara resmi mendapatkan ijazah. Nah, karena ke-fresh-annya ini, gaji fresh graduate umumnya dibedakan dengan karyawan lainnya. Tentu saja, gajimu sebagai fresh graduate biasanya nggak akan lebih tinggi dibandingkan gaji mereka-mereka yang sudah berpengalaman, mylov~

Terus, kalau gitu, apakah sebagai fresh graduate kamu nggak berhak minta gaji yang lebih tinggi, misalnya 7-8 jutaan??? Apakah di Jakarta, misalnya, kamu hanya bisa paling mentok minta gaji di angka 3 hingga 5 juta saja???

Iiiiiih, nggak gitu juga, kaleee~

Nih ya, dalam menjawab pertanyaan ‘Gaji yang Diinginkan’, ternyata kamu berhak mengajukan angka yang kira-kira kamu butuhkan, loh. Sebagai fresh graduate yang benar-benar fresh jalan pikirannya, akan sangat wajar kalau kamu mempertimbangkan hal-hal berikut saat diajak berdiskusi soal gaji:

1. Hindari menyebut angka spesifik

Menurut pakar interview kerja, Barry Dexler, beberapa perusahaan akan berpikir ulang untuk mempekerjakanmu jika kamu meminta nominal spesifik, apalagi sampai minta bonus. Hadeeeeh, kerja aja belum, udah nagih bonus :’(

Terus, gimana jawaban seharusnya? Baca lagi tahap berikutnya~

Baca juga:  Kok Bisa-bisanya Udah Punya Gaji 20 Juta di Jakarta Masih Ngos-ngosan?

2. Hitung dari kebutuhan

Anggaplah biaya kos atau sewa rumah yang kamu butuhkan dalam satu bulan adalah 1 juta rupiah, diikuti dengan biaya transportasi 500 ribu rupiah serta biaya makan dan foya-foya 1,5 juta rupiah. Dengan demikian, untuk memenuhi keperluan, setidaknya kamu butuh 3 juta rupiah. Lalu, tambahkan dengan kebutuhan menabungmu, misalnya 1 juta rupiah.

Nah artinya, kamu mungkin saja memerlukan gaji fresh graduate minimal sekitar 4 juta rupiah!!!!111!!!11!!!

Tapiiii, kalau kamu ingin menikah lebih cepat (YA SIAPA TAHU, KAN) dan menabung lebih banyak, kamu juga boleh-boleh saja menyebut kurang-lebih 5 juta rupiah. Terserah kamu, mylov, terseraaaaaah~

3. Sebut kemampuanmu sebagai nilai lebih

Boleh nggak, sih, minta gaji fresh graduate 7 juta ke atas???

Beberapa orang mungkin akan menertawakanmu, tapi asalkan kamu punya alasan kuat, silakan saja, mylov. Pertimbangkan industri pekerjaan yang akan kamu ambil, termasuk kisaran gaji di calon perusahaan. Asah juga kemampuan yang kamu punya, biar nggak keder-keder amat pas kamu ijik-ijik ditanya,

“Emangnya situ bisa ngapain, Mbak, sampai-sampai berani minta gaji 8 juta???”

4. Tantang balik

Kalau kamu cukup punya nyali, berorientasi pada pekerjaan, dan percaya diri, tatap baik-baik mata pewawancara kerja di depanmu selepas ia bertanya berapa jumlah gaji yang kamu inginkan. Katakanlah kemudian dengan mantap,

“Sesuaikan gaji saya dengan hasil kerja saya saja, Pak.”

Beranikah kamu, wahai para fresh graduate?