Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame List

5 Tafsir Alternatif Logo Asian Games 2018: Kenapa Harus Warna-Warni?

Aprilia Kumala oleh Aprilia Kumala
5 Agustus 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Meski makna logo Asian Games 2018 pernah diumumkan, Mojok menawarkan tafsir alternatifnya. Mau tahu?

Menjelang Asian Games 2018 digelar, pernak-pernik berlogo resmi mulai banyak bermunculan. Bahkan, cat warna-warni yang belakangan sering ditemui di Jakarta pun senada dengan logo tersebut. Ya, ya, bersama dengan Palembang, Jakarta bakal menjadi tuan rumah Asian Games 2018 Agustus ini!

Iklan

FYI, dalam logo Asian Games 2018, kita bisa melihat:

  • bentuk lingkaran dengan dikelilingi 8 garis tegak berwarna-warni,
  • bentuk matahari/lingkaran api kecil di tengah logo

Tak hanya itu, Asian Games kali ini juga menampilkan 3 binatang asli Indonesia sebagai maskot, yaitu:

  • burung cenderawasih,
  • rusa Bawean, dan
  • badak bercula satu.
sumber: facebook.com/officialasiangames2018/

Versi resmi mengenai arti logo dan maskot tersebut sudah pernah diumumkan langsung sebelumnya oleh pihak penyelenggara. Namun sebenarnya, ada beberapa kemiripan yang bisa kita temui pada logo dan maskot tadi jika dibandingkan dengan hal-hal lain di luar sana.

Dengan kata lain, marilah kita masuk ke proses tafsir alternatif makna logo Asian Games 2018 ala Mojok Institute!

*jeng jeng jeng*

1. Terinspirasi Warna-warni di Serial Teletubbies

Logo Asian Games 2018 terdiri dari beberapa warna yang, uniknya, mengingatkan kita pada simbol kejayaan masa kecil kita, yaitu Teletubbies!!!

Pada logo, terdapat warna ungu (Tinky Winky), hijau (Dipsy), kuning (Laa Laa), dan merah (Po). Lalu, bagaimana dengan warna biru pada logo? Kan, nggak ada makhluk yang berwarna biru di sana?

Eh, kata siapa? Warna biru justru menjadi “juru kunci” Teletubbies. Pasalnya, biru menyimbolkan warna dari…

…Noo Noo si vacum cleaner!!! Itu loooh, yang bunyinya slspslspslpslsplsp~

Terus, terus, bagaimana dengan warna oranye? Tak usah panik, semua warna bisa ditemui di dunia tubby, baik melalui Teletubbies maupun anaknya yang dinamakan Tiddlytubbies.

Lalu, kenapa logo warna-warni ini harus bikin kita ingat Teletubbies?

Di bukit antah-berantah, keempat tubbies dan sebuah vacum cleaner dapat hidup damai dan saling menghargai. Nah, nilai-nilai budi luhur inilah yang diharapkan bisa diamalkan pemain olahraga agar mereka dapat bermain secara sportif.

Hehe. Kayaknya. Hehe.

2. Simbol Kebahagiaan Bayi Matahari

Di tengah logo Asian Games 2018, terdapat lambang matahari/lingkaran api yang setiap tahun selalu muncul pada logo pesta olahraga ini. Nah, jika dilihat-lihat, logo matahari ini terasa seperti bayi matahari di Teletubbies. Iya, masih nyambung sama Teletubbies ini, guys~

Dengan kemiripan yang berupa lingkaran dengan garis-garis keriting ke luar, simbol matahari ini memberi makna bahwa apapun hasil dari pertandingan nanti, para atlet harus tetap haha-hihi kayak si bayi matahari~

3. Lambang Stadion GBK yang Mirip Kemudi Kapal

Pada keterangan resmi, bentuk lingkaran logo Asian Games 2018 disebut menjadi lambang dari Stadion Gelora Bung Karno yang memiliki 8 pintu utama. Padahal, kalau diperhatikan, simbol ini bisa mengingatkan kita pada…

Iklan

…setir kapal!!!

Ya, mengingat Indonesia adalah negara yang nenek moyangnya seorang pelaut, setir kapal pun menjadi simbol kekuatan. Ibaratnya, gambaran ini menunjukkan betapa Indonesia telah dan sedang mengendarai ombak permasalahan negara di atas kapal kehidupan. Ciaa ciaa ciaaaa~

4. Diam-Diam Mengenang Member SNSD

Perhatikan baik-baik logo Asian Games 2018. Terdapat 8 garis lurus pada lingkaran yang masing-masing berakhir tepat di dekat lambang matahari/lingkaran api. Jika diperhatikan, garis lurus dan matahari ini sekilas mirip dengan tanda seru (!). Tak tanggung-tanggung, tanda serunya ada 8 buah!

Apa artinya ini??? Pada situasi apa kita membutuhkan 8 buah tanda seru, padahal normalnya dalam kalimat baku kita membutuhkan 3 buah saja jika akan dipakai berulang??? Lalu, 5 tanda seru lainnya untuk apa, dong???

Hmm, pengurangan 8 tanda seru menjadi 5 ini pun mengingatkan kita pada…

… SNSD. Iya, yang girlband Korea itu—yang ada Yoona-nya.

Kenapa SNSD? Karena, setelah ditinggal Jessica Jung, SNSD hanya bersisa 8 member. Kemudian, 3 anggota mereka tidak memperpanjang kontrak dengan agensi sehingga SNSD kini hanya berisi 5 orang.

Uniknya, kejadian ini berlangsung di tahun 2017 (atau sering ditulis dengan “17”), padahal Korea Selatan (negara asal SNSD) pun menjadi tuan rumah Asian Games ke-17 empat tahun yang lalu. Cuocoook!!!

5. Maskot Asian Games adalah Temannya Bona

Sering disebutkan, maskot Asian Games adalah perwujudan ragam fauna di Indonesia. Itulah sebabnya ketiga maskot ini dipilih, yaitu Bhin Bhin (burung cenderawasih), Atung (rusa Bawean), dan Kaka (badak bercula satu).

Tapi sepertinya, bisa saja tiga serangkai ini ditugaskan maju ke kancah Asian Games untuk kepentingan yang lebih besar, yaitu: mewakili seluruh binatang, baik yang ada di kebun binatang maupun yang ada di majalah anak-anak.

Buktinya, jika kita geser foto mereka, sangat mungkin kita akan menemukan bahwa mereka sebenarnya sedang berfoto bersama tiga serangkai lainnya dari Majalah Bobo kesukaan kita: Bona (gajah), Ola (kelinci), dan Kaka (burung kakatua).

Ya, bahkan kedua tiga serangkai ini sama-sama punya anggota yang bernama Kaka. Untungnya, sih, nggak ada yang namanya “Adek”. Kalau ada, bisa-bisa si Kaka(k) baper.

Terakhir diperbarui pada 5 Agustus 2018 oleh

Tags: AtungBhin BhinBona OlaJakarta PalembangJessica JungKakalogo Asian Games 2018majalah bobomakna logomaskotSNSDYoona
Aprilia Kumala

Aprilia Kumala

Penulis lepas. Pemain tebak-tebakan. Tinggal di Cilegon, jiwa Banyumasan.

Artikel Terkait

majalah bobo junior berhenti terbit mojok.co

Bobo Junior yang (Terpaksa) Berhenti Sebelum Jadi Senior

21 Desember 2022
Arsenal: Huruf Kapital Emile Smith Rowe MOJOK.CO

Arsenal: Huruf Kapital Emile Smith Rowe

14 November 2021
kaka, real madrid, ac milan, santiago bernabeu, la liga mojok.co

Kaka, Raja yang Kehilangan Takhtanya di Santiago Bernabeu

4 April 2020
real madrid, kaka, owen, la liga, champions league, premier league mojok.co

11 Pemain yang Kariernya Terkubur di Real Madrid

1 April 2020
pns dan asn perbedaan arti makna undang-undang fungsi pokok tunjangan gaji diangkat cpns

Arti PNS dan ASN Itu Beda, Nggak Bisa Disama-samain

20 Oktober 2019

Super Junior, BTS, sampai EXO dan Gejala Bandingkan Kpop Zaman Dulu Lebih Baik

4 September 2018
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Karhutla Kalimantan: Permohonan Maaf kepada Anak-Cucu Sebab Warisan Satu-satunya adalah Asap dan Abu MOJOK.CO

Karhutla Kalimantan: Permohonan Maaf kepada Anak Cucu Sebab Warisan Satu-satunya adalah Asap dan Abu

24 Agustus 2026
Festival Sastra Yogyakarta (FSY) 2026 MOJOK.CO

Memaknai “LAKU” dalam Festival Sastra Yogyakarta (FSY) 2026: Sejauh Mana Bermanfaat dalam Ekosistem Sastra

19 Agustus 2026
Bakpia barangkali menjadi oleh-oleh khas Jogja yang biasa saja dan gitu-gitu aja. Tapi punya nilai sosial bagi perantau Jogja asal desa MOJOK.CO

Bakpia Jogja Memang Oleh-oleh Biasa dan Gitu-gitu Aja, Tapi Sangat Berharga buat Orang di Desa

22 Agustus 2026
Lansia menjual aksesori kemerdekaan di Malioboro, Yogyakarta. MOJOK.CO

Kisah Istri Pensiunan BPN Turun ke Jalanan untuk Jual Aksesori Kemerdekaan di Masa Tua demi Hadiahkan Cucu

18 Agustus 2026
Nasib rentan warga pesisir Kabupaten Batang karena ancaman abrasi dan PLTU MOJOK.CO

Nasib Rentan Warga Pesisir Kabupaten Batang: Rumah Terancam Abrasi Sewaktu-waktu, Nafkah “Tersumbat” PLTU

19 Agustus 2026
Fikih Hijau ala Masjid Walidah Dahlan UNISA Yogyakarta. MOJOK.CO

Fikih Hijau ala Masjid Walidah Dahlan UNISA: Masjid sebagai Mercusuar Peradaban dan Konservasi Lingkungan

22 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026
Bukan Sekadar Beternak Karang Taruna Bono dan Upaya Menghidupkan Ekonomi Warga

Dari Ternak untuk Desa: Geliat Karang Taruna Bono Menghidupkan Ekonomi Warga

31 Juli 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.