Tuan Bima Arya yang baik hatinya,

Rasanya agak basi jika saya mengajak Anda ngopi pagi ini jika hanya untuk bercerita tentang seseorang bernama Tsa’labah yang saleh namun miskin papa. Kisah ini sangat populer, meski dianggap kisah yang lemah alias dlaif.

Konon, sekira 1400 tahun yang lalu, Tsa’balah datang kepada Muhammad SAW untuk didoakan menjadi kaya raya. Cerita punya cerita, ia lalu mendapatkan seekor kambing yang kemudian beranak-pinak hingga kota Madinah rasanya tak cukup menampungnya. Setelah kaya raya, ia bahkan merasa tak mampu untuk sekadar membayar pajak atau zakat.

Tentu saja bukan kisah itu yang ingin saya bicarakan.

Rasanya juga menggarami lautan jika saya cerita ke Anda bahwa ada sebuah negara di dunia ini yang namanya Iran. 90-95% penduduknya adalah penganut Syiah. Jika saya boleh berandai-andai: jika kebetulan Anda dilahirkan di negeri itu, potensi Anda menjadi warga Syiah adalah 90-95%.

Tentu bodoh jika saya menganggap Anda tak tahu bahwa tradisi Asyura adalah tradisi milik semua muslim. Tradisi ini bahkan melekat dengan tradisi lokal di beberapa daerah, sehingga muncullah bubur Asyura di banyak daerah di Jawa, upacara Tabot di Bengkulu, atau Tabut di Pariaman.

Ah, tentu fakta itu pun tak relevan-relevan amat, karena Anda menulis surat edaran pelarangan bukan karena tradisi Asyuranya, melainkan karena pihak yang menyelenggarakan acara Asyura tersebut. Juga karena desakan sekelompok umat yang mungkin saja Anda anggap sebagai representasi seluruh umat Kota Bogor.

Dan bukan itu pula memang yang ingin saya sampaikan ketika saya mengajak Anda ngopi pagi hari ini.

Demi mendaftar kisah-kisah heroik Anda seperti menendang kios penjual miras atau melempar gelas di tempat hiburan malam, saya juga tak yakin apakah perlu memuji atau mencela Anda pagi ini.

Mungkin tak perlu juga saya menanyakan mengapa Anda tak membiarkan saja para jemaat GKI Yasmin beribadah di tanah yang mereka beli sendiri, daripada mereka beribadah sembunyi-sembunyi atau menggelar tikar di lapangan Monas seberang Istana Negara.

Otomatis, tak ada perlunya saya menceramahi Anda bahwa negeri ini dibangun di atas fondasi perbedaan. Bahwa negara dibuat untuk berdiri di atas dan melampaui segala perbedaan itu. Bahwa mengasumsikan semua warga negara menjadi satu dalam keseragaman sama halnya dengan mengandaikan Sisifus bertepuk dada sambil menghisap cerutu di atas puncak bukit.

Ya, akhirnya dengan bulat saya memutuskan, saya menunggu Anda sepagian di warung kopi ini hanya untuk satu cerita, bahwa saya memiliki daftar yang saya buat sendiri, dengan argumen-argumen yang saya susun sendiri—terinspirasi oleh Pak Tino Sidin. Daftar ini saya beri judul: Daftar Anak Muda Berbakat.

Nah, pagi ini saya mau kasih tahu, sekaligus mohon izin Anda, nama Anda yang sudah terlanjur saya masukkan dalam daftar itu akan segera saya coret.

Bukan apa-apa, ini karena semalam saya mimpi ketemu almarhum Abraham Lincoln yang kasih saya sesobek kertas lusuh yang ternyata bertuliskan: “Semua orang bisa tahan dengan kesengsaraan. Tapi bila kau ingin mengetahui karakter seseorang, berilah dia kekuasaan.”

  • Yudhi Setiaji

    Mungkin merayakannya pake joged oplosan, mangkanya dilarang. Oh indahnya keberagamaan

  • Alasan bima adalah krn keamanan…
    Aih kuno.. Para penguasa tiran memang selalu menggunakan alasan keamanan…
    Ah sudahlah..

    • Asep Sumpena

      Persis preman di pasar yang sering memungut uang “keamanan” 🙂

  • you wrote this article and where is the conclusion ?

    • Ariaditya Soedarsono

      The conclusion is he has excluded Arya Bima from his short-list of ‘talented young people’ because of the discriminative and unjust act Arya Bima has done to the Syiah community.

      • Asep Sumpena

        Very sharp answer bro 🙂

        • Ariaditya Soedarsono

          Its nothing kok tapi terima kasih bro 🙂
          Yang pasti saya senang bukan saya doang yang kesal akan aksi2 diskriminatif. Mudah2an makin banyak teman2 yang menyuarakan pendapatnya (dengan santun tanpa kekerasan tentunya) memperjuangkan keadilan, kemanusiaan, toleransi, HAM, dan anti diskriminasi.

  • Deni Mustari

    Ettdaaahh..!!! Sorry bro ñ sis ane gak tau asal muasalnye yg namanya arya bima. Tapi yg jelas polah tingkah ñ lagak lagunya si arya ini tidak sedikitpun mencerminkan orang Indonesia bahkan lebih jauh lagi tidak mencerminkan nilai-nilai yang dipeluk umat Islam walaupun sibro arya ini ngakunya doank Islam. Dari semangat keIndonesiaan saja sibro arya ini bercerai dari Indonesia yang berdiri pada azas keberagaman yang berada diatas lintas batas etnis, agama, ras dan antar golongan. Mungkin dia arya bima berasal dari luar Indonesia.

    • Ariaditya Soedarsono

      Ya, sedihnya fenomena orang2 Indonesia saat ini yang tidak bisa nerima perbedaan, merasa paling benar, gemar mem bully, beraninya mengikuti arus dan mudah digiring opininya dan dibodoh2i.

  • Tomo

    Semoga lekas ketemu Lincoln Pak.

  • Zani

    Saya sepakat demi keamanan, keamanan kekuasaan nya 🙂

  • Zaky

    Ahok yang larang umat Islam buat acara di Monas dicoret juga dari daftar?

    • Ariaditya Soedarsono

      Larang berzikir di monas, untuk semua agama. Bukan Islam saja. Monas harus steril. Kalau ini apa? Pelarangan di satu kota untuk kelompok tertentu.

      • Rio Wibisono

        untuk paskah diperbolehkan…paskah acara nya kelompok tertentu atw bukan om?

        • Ariaditya Soedarsono

          Paskah itu dilakukan bulan April. Juni 2015 monas sudah mulai disterilkan. http://news.okezone.com/read/2015/06/20/338/1168724/penertiban-pkl-monas-ricuh-pos-satpam-dibakar

        • Dedi Alfian

          Kebanyakan nonton sinetron Turki ya, mz? Cinta di musim Cherry (picking).

        • putri

          Emang Dzikir harus di Monas ya Mas Bro …Kalo harus disana sekalian disembah aja seperti berhala…

        • PW

          Perbanyak baca berita dari sumber yg terpercaya dan relevan ya. Kurangi baca amarah dan kliyengan, bikin bodo.

    • Nuno

      Ini pasti pengikutnya si mustofa nahra. ?

    • Tangguh Chairil

      Wah, saya baru ngeh kalau Monas itu tempat ibadat khusus umat Islam.

  • del blaque

    Telak. Tak perlu komen lagi.

  • Neneng

    Tradisi asyuro adalah tradisi semua muslim? Ah anda ini…

    • del blaque

      Duh,asyuro kan 10 muharram..ah,mbak ini…

      • Banu Ibenovich Abdillah

        Sepuluh muharram bukan hanya Muslim tapi juga yahudi dan nasrani. Namun dalam Islam ini bukan perayaan, hanya puasa sbagai ungkapan rasa syukur.

        • del blaque

          Iya memang pak 🙂

      • Neneng

        Pak del, tuh…sudah ditanggapi pak banu. Kalau mau dijadikan kebiasaan ya puasanya, bukan dengan merayakan apalagi sambil bertathbir dengan menyiksa diri segala. Menyiksa diri itu terlarang dalam islam kan pak.
        Btw, puasa assyuro itu bagian dari ibadah ya pak, bukan tradisi. Peace.

        • del blaque

          Lho?emang saya lagi ngomongin kelakuan menyiksa diri?
          Saya cuman bilang asyuro itu 10 muharram..
          dan kaum2 terdahulu pun juga sudah melakukan syariatnya…
          Senyum dulu dong…piss…

          • Neneng

            Tentu saya senyum, apalagi membaca koment anda 🙂 Jadi yang dilaksanakan syariatnya oleh kaum terdahulu itu yang mana ya…? Berpuasanya, merayakan sambil bertathbirnya atau apa… Ini saya tanyakan karena anda bicara soal syariat lho…

          • del blaque

            Nabi SAW berpuasa,pun Quraysh ketika jahiliyah,ketika Yahudi ternyata juga melakukannya,Rasul menambahkan sehari sebelum dan atau sehari sesudah..
            Itu kan?
            Saya bicara tentang harinya.
            Itu pemahaman saya,ga tau lagi kalo anda punya kebiasaan lain… 🙂

          • RijalCah NU

            ada yang asyuro dengan puasa, sodakoh, nyuci keris, matigeni, ziarah kubur, dll…terus kenapa asyuro orang syiah dimasalahin ya…??

          • Ali Muksin

            mempermasalahkan bolh2 saja, tapi melarang apa yang diyakini orang lain dengan kekuasaan, itu cara firaun.

  • nenno

    Stu drum kopi untuk anda penyaji secangkir kopi !?! Dilarqng berandai andai !?! Karena anda menulis memakai cerita sahabat radialohuanhu walaupun doif!?! Hebat juga ya ketemu abraham lincoln ?!? Udah kenal dari kapan ???asyuro ??? Muslim yg mana ?!? Seperti apa cara ritual ibadahnyaa ?!?

    • del blaque

      Muslim yg mana?
      Emang ada berapa muslim?

  • Ken Eddy

    saya juga akan mencoret daftar nama anda… Indonesia bisa bersatu dan besar karena para pendahulu kita berkomitmen menghargai kebinekaan.. masalah spiritual adalah sesuatu hubungan yang sangat pribadi antara seseorang dan tuhannya… biarlah dosa, murtat, kafir, syirik yang menentukan tuhan… karena itu memang kapasitasnya dan kita manusia sebaiknya tidak berusaha menyamai kapasitas itu… tapi saya tetap yakin bumi nusantara tetap akan bertahan dan utuh dari kelompok-kelompok yang berusaha ingin mengobrak-abriknya…

    • Honey !

      i like ur comment, 🙂

    • Firmansyah Layla Puspitak

      bagus banget

  • Taufiq Hidayattulloh

    Ya.. Saya tegas menolak tokoh muda ini sebagai Tokoh Inspiratif. Saya malu, Tokoh sekaliber DR. Bima Arya ternyata seperti ini pemahaman Keagamaannya… Tugas Pemimpin, bukan menuruti apa kata segelintir orang yang mengatasnamakan Islam, tetapi berjuang di tengah, menegakkan keadilan, membela kebenaran.

  • Catatan yang menarik…

  • dody rosadi

    Dalam UU 22/2000 yg diperbaharui dgn UU 32/2003 jelas disebutkan bhw urusan agama adalah urusan yg tdk diserahkan kpd daerah.

  • Tofo

    Ulasan yang bagus.
    Coba tulis juga tentang Purwakarta.

  • Triono Riadi Setiawan

    Salut buat pak Bima Aryo yang istiqomah dengan menjadikan NKRI harga mati dan tetap teguh dengan menentang tradisi Assyuro Syiah, sebab Syiah sumber segala bencana . Contoh : Iraq, Suriah…

    • sastrooooo

      analisa gathuk mathuk. sempit sekali wawasan anda bung

    • theman

      bapak ini memamng bener2 domba yg empuk untuk dijadikan aduan..

      • putri

        Domba Hitam mas..Sehitam otak dan pikirannya

    • Yudi Haryudi

      Ini salah satu cara berpikir pengikut golongan tertentu yang taqlid (fanatik buta) atau gagal paham? Seperti yang terjadi di era adanya perbedaan mazhab dlm islam. Maupun Islam dgn Kristen terkait Nabi Isa.Yang lebih mengedepankan n menonjolkan perbedaan pendapat yang sejatinya sebagai rahmatanlillalamin malah jadi bencana itu karena pengikut2 seperti anda. Imbasnya stigma Islam sebagai agama terorisme atau agama yg mengajarkan kekerasan muncul dimata non muslim khususnya Yahudi. ‘Taqlid’ erat dengan ‘kebodohan’ dekat dengan ‘kemiskinan’ lekat dengan ‘kehancuran’. Lets Be A SMART And GOOD Muslim.

      • Deni Mustari

        Buaahahahaha…@Triono..andamungkin aja ngakunya Islam akan tetapi agak meragukan pemahamannya terhadap pengamalan nilai2 Islam yg rahmatan lil àlamin itu, kalo dilihat komennya itu keqnya anda itu orang yg taqlid buta dalam beragama…jadi walau diberitahu anda pasti akan gagal paham.

  • Salim Al Fatih

    Kebijakan bima arya untuk menghentikan aktivitas Syiah, tentu jika dipahami dari kewajiban beliau sebagai peredam konflik maka bisa dipahami. Pemimpin adalah peredam konflik dan komando pemersatu.

    Kita pahami bersama bahwa tingkat toleransi kaum muslimin di indonesia sebenernya tinggi, hanya jika syiah diangkat, kaum muslimin di indonesia masih kurang memahaminya, maka dari pemahaman masyarakat yang kurang, dan jika dibiarkan akan memicu konflik, maka lebih baik memberikan sebuah kebijakan untuk meredam konflik, selagi memberikan pemahaman yang baik mengenai toleransi dalam beragama.

  • theman

    10 muharam memang milik semua muslim, tapi stop sampai disitu,yg syiah monggo anda berbeda stop saja merayakan secara besar2an..monggo kalo toleransi sbg perwujudan toleransi dipandang juga yg mayoritas disini..ndak usah keras kepala dan sok2an dan manfaatin simpati dari yg lain untuk memperuncing konflik krna akan mudah banget untuk di kembangin dan menjadi pemicu masuknya fihak2 asing yg pingin chaos

    • Triono Riadi Setiawan

      Salut kepada Bima Arya seorang yang memegah teguh panutannya para Ulama MUI yang menyatakan Syiah itu sesat dan menyesatkan umat Islam… biarlah ALLAH yang menilai benar dan tidaknya. Mumpung Syiah sedikit kita sadarkan supaya masuk agama Islam yang benar yaitu Ahlu Sunnah wal Jamaah.

  • Adrian Perry

    Kapan kita bisa hidup dengan memandang manusianya bukan keyakinannya? Pantas sulit maju karena munafik dijadikan gaya hidup.

    • putri

      Setuju….Pinternya kalo cuma liat beda dan hasutan orang..

  • DRP

    Sebentar..sebentar..ini yg pada komen sok pro dgn TS dan sok bela syiah dgn dalih kebhinekaan udah pada tau belum syiah itu apa????? Syiah itu siapa????? Bagaimana sejarah dan pengaruh buruk doktrinnya???????
    Jgn sok jadi pahlawan kesiangan yg berkoar untuk Bhineka Tunggal Ika ya bung?!
    Wong syiah saja anda tidak paham! Hahaa
    Lucu

    Googling dulu bos tentang syiah, baru
    bekoar
    Agama yg diakui di negara kita itu salah satunya adalah Islam, tdk ada agama syiah
    Syiah bkn Islam!
    Jd tdk perlu diakui dan dilindungi
    Bahaya laten syiah! Hati-hati

    • Triono Riadi Setiawan

      Setuju Bung, Syiah agama perusak negara…. Kalau Syiah berkuasa bisa-bisa Indonesia ancur seperti Suriah dan Iraq

      • theman

        sampeyan sek tetep ngeyel mas..anda ini bego ya?kurang piknik..

        • Triono Riadi Setiawan

          setuju mas theman, emang Syiah itu agama orang bego, suka menyakiti diri sendiri, dan suka melaknat sahabat yang mulia dari Nabi Muhammad s.a.w seperti : Abu Bakar r.a, Umar r.a, dan Utsman r.a. Syiah itu ajaran dari abdulan bin Saba seorang Yahudi ….. sama kaya Israel negara Yahudi… di Iran sana orang Syiah sangat membenci Islam Ahlu Sunnah atau Sunni. Terima kasih mas themen… emang benar orang Syiah itu tukang ngeyel dan bego bener.

          • theman

            ini saya tujukan ke anda mas bro..anda ini ngeklaim syiah sbg penghancur negara..anda ini bego atau gimana?suriah itu yg ngancurin syiah?bodo anda syria itu yg ngancurin orang kayak anda dan ‘jihadist’ idola anda macam Nusra, andalah yg yahudi atau anda terlalu bodoh sehingga dimanfaatin sama yahudi atau sebnernya anda adalah temen yahudi israel yg sedang taqiyah..anda kira syiah di syria baru2 aja disana?idiot kali anda ini..

          • Triono Riadi Setiawan

            Hahaha.. emang bener Syiah emang bego suka taqiyah dan idiot…. hahahaha

          • theman

            satu lagi anda ngira iraq itu yg ngancurin syiah juga..anda super bego..yg nginvasi iraq itu amerika..apakah dibantu syiah..lagi2 anda meleng..

          • Gunawan Utama
    • del blaque

      Takjub saya sama sampeyan…
      Udah ngaji?
      Udah mengajak orang ke keindahan Islam?
      Daripada mengkafir2kan orang,mending diajak ke kebaikan…

    • Aji Trilaksmana

      Mas harus berguru sama mpu Tantular makna arti dari bhineka tunggal ika itu apa? Jangan mudah terprovokasi, kapan kita mau bersatunya coba, haduhh haduhh.. Ga maju maju ini negara ngeributinnya perbedaan trus, kapan bisa ngeributin persamaan untuk menuju satu tujuannya. Situ utusan nabi Muhammad langsung yo? Harus mengganyang syiah?

  • Triono Riadi Setiawan

    Saya sangat mendukung langkah mas Bima Arya, langkah yang berani seharusnya semua Gubernur dan walikota semua mengikuti langkah beliau, sebab Syiah melalui ritual Asyuro akan mengganyang NKRI secara pelan-pelan… Lihat Iraq, Suriah sudah hancur gara-gara Amerika dan Syiah… 2 agen perusak dunia.

    • Yayan

      Faktanya, pemerintahan Iran itu minum-minum bersama dengan para rabi yahudi di Camp David bareng presiden AS. Jadi bagi yg mengatakan Iran satu-satunya negara Islam yg berani menantang AS, itu mitos yg menggelikan. Lupakanlah 🙂

      • Yayan

        Oh iya, Iran bukan negara Islam. Karena syiah bukan Islam.

  • Syiah berpotensi menebar bibit fasisme yang kental. Tokoh Islam di Indonesia sebaiknya membuat sebuah kesepakatan khusus tentang aliran ini. Ritual berbau kekerasan dan sadisme memang tak boleh mendapat tempat dalam NKRI. masih banyak cara sederhana untuk merayakan hari asyuro, seperti puasa, masak bubur 7 macam dan membeli gayung… 🙂

    • Yayan

      Sebenarnya syiah sah-sah saja memperingati asyuro dengan cara menyiksa diri, praktek sadisme, dan kekerasan lainnya, tapi di Iran, jangan di Nusantara, hehe..

      • Dan Bogor adalah bagian dari Nusantara… 🙂

        • RijalCah NU

          sekarang peringatan karbala dilarang, besok besok ziarah kubur dilarang juga…

          • Konteksnya beda jauh…

            Saat ini aliran Syiah menjadi isu sensitif, mudah memicu konflik. Besok2 belum tentu toh…??
            Waktu terus berjalan, generasi bertukar, pikiran dan nilai dalam masyarakat juga akan berubah.
            Tak ada satupun keputusan seorang pemimpin yang bisa memuaskan semua pihak…
            Tugas pemimpin untuk memastikan keamanan dan kenyamanan warganya. Kultur setiap daerah berbeda-beda. Bisa jadi di Bogor resistensi warga terhadap Syiah cukup besar. Ya, itu jadi masalah warganya untuk bisa lebih toleran. Butuh waktu dan dialog yang lebih banyak.

            Selama kaum Syiah di Bogor juga toleran terhadap keyakinan lain di sekitarnya tentu akan lebih mudah menjalin komunikasi dengan warga. Nah, kalo mereka sendiri juga bersikap ekslusif masalahnya ada pada mereka sendiri…. Toleransi harus berlaku dua arah, bro…!!

          • RijalCah NU

            selama kaum syiah di bogor juga toleran, apa berati kaum syiah di bogor tidak toleran? ekslusif sperti apa yang dimaksud kang? besok besok lama lama kelamaan setiap ritual yang memicu konflik bakal dilarang, misal karena ziarah kubur bidah, dan memicu konflik, bima arya kayakna bakal larang juga..

          • Komunikasi antar warga menjadi penting. Apakah Syiah di Bogor toleran atau tidak, yah orang Bogor yang lebih tahu… Ekslusif itu kalo mereka hanya mau bergaul dengan sesama kelompoknya saja dan menganggap orang lain lebih hina.

            Kalo ngapelin pacar rawan menimbulkan konflik, maka seorang pemimpin yang mengayomi seluruh warga tentu akan berpikir untuk melarangnya… (Tolong dicermati juga skala konfliknya).
            Menjadi pemimpin itu lebih sulit dari sekedar menjadi pemimpi…

          • Yudi Haryudi

            Warga Bogor, khususnya yang diperkotaan sangat toleran banget dengan segala macam perbedaan, baik itu dalam berpendapat maupun berkeyakinan. Banyak bukti, silahkan searching mbah google, kalaupun ada warga Bogor yang bersikap intoleran, jumlahnya nggak nyampe satu persen dari penduduk Kota Bogor. Justru isu SARA ini diduga sengaja dimunculkan karena kepentingan pribadi/kelompok/golongan oknum penguasa yang semula bermoral, merakyat dan cinta damai, sedang dalam posisi terancam.

          • Nah, Bima Arya dapat info yang berbeda dari mana dong…??

            Sangat disayangkan jika seorang pemimpin memperoleh informasi keliru dari orang terdekat. Pemimpin yang baik berpotensi dijauhi rakyat oleh informasi yang bias. Kita butuh dua hal sekaligus: Pemimpin yang amanah serta rakyat yang cerdas. Negara gagal bisa terjadi jika pemimpinnya lalai dalam tugas atau justru oleh rakyat yang gagal dipimpin.

            Contoh rakyat gagal: penumpang pesawat yang gemar mengutak-atik pintu darurat…!!! Kombinasi antara gagal paham dan kurang kerjaan…. 🙂

            Bung Hatta lebih memilih mencerdaskan rakyat dari pada harus mencari pemimpin amanah. Pemimpin amanah masih bisa dijauhkan dari rakyat lewat tipu daya/pelintiran informasi. Sementara, rakyat cerdas sanggup memilih takdirnya sendiri (Autopilot). #bijakmengolahinfo

          • Yudi Haryudi

            Nah kira2 itulah yang saya maksud walikota bogor yang katanya intelek bergelar doktor, masih berjiwa muda bukan tipe pemimpin pilihan Bung Hatta. Saya yakin sebagai warga kota hujan yg sejak lahir sampai skrg, dan sejarah membuktikan Bogor cara bepikirnya sudah autopilot alias cerdas. Terbukti dari hasil terpilihnya walikota skrg, suaranya beda tipis. Bahkan nyaris imbang. Itu artinya pemilih di kota hujan sudah autopilot. Nggak perlu digiring dlm menentukan nasibnya. Sehingga bagi saya, kepala daerah yang kantornya depan istana Bogor ini, sangat potensial abuse of power dlm mengambil kebijakan, salah satunya dlm mengeluarkan surat edaran larangan assyuro yg bukan merupakan representasi sikap masyarakat Kota Bogor yang amat sangat toleran.

            Itu artinya walikota menyalahgunakan wewenang untuk kepentingan kelompok Islam tertentu yg bernaung di MUI, nah pribadi-pribadi MUI di Kota Bogor inilah yg sejak zaman baheula saya amati cara berpikirnya bukanlah perwakilan muslim kota Bogor pada umumnya.

            Karena minim pengalaman, motivasi dan visinya abu2 saat mencalonkan diri jadi kepala daerah, sehingga dlm menyikapi permasalahan kerap memicu kontroversi dan kurang bijak (cengeng/emosi) atau sengaja membuat kontroversi demi kata citra/popularitas.

            Salam
            Bhinneka Tunggal Ika
            Dari Warga Bogor Utara, Kota Bogor

          • Ternyata masih sulit menemukan duplikat Ahok dan Kang Emil yang memiliki leadership dan karakter kuat. Keduanya tak mudah menjadi sandera dari romantisme masa lalu. Kalau generasi penerus sanggup menduplikasi mereka berdua maka negeri autopilot benar-benar telah menjelma nyata di nusantara… 🙂

            Salam balik,
            Penganut Keyakinan
            Pancasila Peace Collaborator

          • Yudi Haryudi

            Aamiin… Let’s pray it…
            ‘Jadi pelajaran buat saya dan warga Kota Bogor, kedepannya dlm mencari pemimpin jangan pernah terbuai/tertipu oleh kualifikasi usia (muda) /fisik (ganteng) /gelar (Master/PHd). Tapi cari leader yang karakternya kuat dan berintegritas orsinil tanpa polesan apapun dan kaya akan pengalaman dan prestasi. Bukan cuma pengalaman/prestasi akademisi, minimal pengalaman nyata dibidang mengelola human resources dan tata kelola pemerintahan maupun daerah, ‘

            Kalau yang dilihat hanya cashing hasil polesan tak berintegritas dan berkarakter kuat, jgn harap menemukan leader seperti Ahok maupun Emil. Yang ada, cuma manusia boneka berkarakter politisi busuk mainstream’

            Salam hangat
            Penikmat kopi kota hujan (Liong)

          • del blaque

            “Saat ini aliran Syiah menjadi isu sensitif, mudah memicu konflik. Besok2 belum tentu toh…??”
            Perasaan saya yg awam betul ini,isu syiah itu biasa2 saja..
            Sampai beberapa orang dengan “heroik” mencoba menyingkirkan keberadaan mereka…
            Sama perkataan tentang toleran itu..
            Yg ga toleran siapa mas?yg sedang merayakan?apa yg sedang membubarkan?
            Maaf,saya cuman tidak menangkap logika yg anda jabarkan..

          • Wajar jika anda merasa biasa saja. Perspektif individu tak mengandung resiko dan konsekwensi sebesar perspektif penguasa. Wajar pula jika sensifitas penguasa cukup tinggi untuk isu-isu tertentu. Dalam Islam sendiri terdapat penolakan kuat terhadap ajaran Syiah yang menjurus pada pengkultusan individu dan suku tertentu itu.

            Toleransi bisa dilacak sejak dalam konsep dan doktrin sebuah keyakinan. Bukan hanya pada saat telah menjadi tindakan. Tindakan intoleransi hanya masalah anda PUNYA KUASA atau tidak. Pikiran intoleran sudah harus terbaca sebagai SIKAP intoleran yang belum menemukan ruang pelampiasannya. Dalam hal ini ajaran Syiah memiliki bibit intoleransi dan sangat berpotensi menyulut reaksi intoleran yang lebih besar dari umat Islam. Bingkai NKRI harus lebih kuat dari kultus individu dan golongan manapun.

            Kembali ke konteks artikel di atas, keputusan untuk melarang perayaan hari Asyuro sangat bisa diperdebatkan. Masalahnya kembali pada keakuratan data intelijen yang dimiliki penguasa. Tak menutup kemungkinan si penguasa memperoleh asupan informasi hoax dari orang dalam sendiri, seperti pernah dialami JFK dan Bung Karno. Kemungkinan lain, jam terbang yang minim membuat si pemimpin tak cukup percaya diri mengambil resiko tersebut.

          • Ali Muksin

            Kalau yg dilarang itu cara merayakannya, tak boleh melukai badan, mau tidak ya orang2 syiah tu ? Belum pernah dengar ada contoh nabi, dari semenjak Adam as. Kecuali Ismail as yg hendak di sembelih ,itupun langsung di hentikan Allah swt.

    • Aji Trilaksmana

      Biarlah Tuhan yang melarang selama diri anda atas hak hidup anda tak diambil dan tak terganggu oleh syiah. Gitu aja ko ribet bgt mikirnya.

      • Seluruh aliran agama dan kepercayaan berhak hidup di Nusantara selama tak mengganggu harmoni kebhinnekaan. Melarang perayaan hari Asyura di kota Bogor oleh Pemda setempat tak berarti larangan tersebut berlaku secara nasional. Karakter dan sensitifitas setiap daerah berbeda-beda. Pikiran ini sederhana dan tak membuat pikiran jadi ribet.

        Komentar anda mengandung teror terselubung…. beraroma sadisme… 🙂

        • Aji Trilaksmana

          Karena saya anggota isis yang bersembunyi di balik usus 🙂

  • Ekyyyy

    Buset yg komen TUHAN semua :)))

  • Yudi Haryudi

    HAHAHA 1 Juta X, baru pada tahu ya, kepala daerah yang satu ini memang sejak awal pencalonan untuk jadi orang nomor satu di kota hujan, diragukan dan nggak layak. Bagi ‘sebagian’ warga Kota Bogor, yang sudah paham modus si pengamat jadi pejabat publik *nihil pengalaman* ini, ‘everything is fake’, pasti bersikap apatis. Hampir dua tahun, nihil perubahan, terobosoan dan prestasi. Angin surga atau janji politik semasa kampanye, ‘just lips service’. Kebijakannnya nyaris 100 persen ‘copas’, bahkan sebagian program yang dijalankannya adalah warisan rezim terdahulu. Pengen tahu yang menonjol dimasa kepemimpinannya? adalah mengulang kesuksesannya saat berkampanye yakni memanfaatkan media sebagai sarana paling jitu untuk memoles kekurangan/kelemahan/ketidakmampuan/keboborokannya menjadi suatu kelebihan palsu seolah asli dan bisa dipercaya. Hiks

  • Romy Tambunan

    saya penganut Kristen…tertarik juga mengetahui asal muasal perselisihan Sunni Syiah ini….. yang saya tahu Syiah tidak mengetahui 3 khalifah yang dipercaya umat Islam Sunni :Abu Bakar, Umar, dan Utsman….. Syiah hanya mengakui khalifah Ali (menantu nabi Muhammad SAW)…. nah, kenapa umat Islam Sunni marah? bagaimana sebenarnya posisi 3 khalifah dalam dogma ajaran Islam? apakah 3 khalifah itu kehidupan sehari-harinya juga dicatat dalam bentuk hadits? terima kasih

  • Dody

    tanah Pajajaran itu dulunya negara kertagama,, agama apapun boleh masuk,, Islam memang mayoritas,, tapi nenek moyang kita dulunya monotheisme.. kenapa anda melarang syiah, ahmadiyah dll yang anda anggap sesat,, kami tidak menolak dicap sesat, kafir,, atau hina sehina-hinanya,, tapi mengapa anda larang kami dalam beribadah?? Bima arya : biarlah yg menilai Allah,, lalu kenapa anda menilai kami dengan sesat???? oke sesat.. tapi kenapa anda melarang kegiatan kami…

    • Aditya Eduarto

      Islam termasuk monoteisme yaitu cuma mempercayai satu Tuhan. Mungkin yg mas maksud animisme sama dinamisme.

  • Amalia

    Jika di sini Anda bersuara untuk membela hak-hak mereka yang minoritas, andai saja, di Iran ada orang-orang semacam anda yang terbuka pikirannya, yang mampu melihat bahwa berkeyakinan adalah hak indivdu dan bahwa si mayor harus menghormati keyakinan si minor, maka Umat Sunni di sana tak perlu lagi sembunyi-sembunyi ketika beribadah, tak perlu lagi ada masjid-masjid Sunni yang hancur, kenapa yang mayoritas tak membiarkan saja Sunni beribadah di tanah yang mereka beli sendiri?
    Bukan begitu harapannya Pak?

No more articles