MOJOK.COHonda Beat boleh dianggap lambang kemiskinan. Namun, teknologi eSP di Honda Beat bukan sekadar pajangan. Punya guna dan ada artinya.

Beberapa malam lalu saya terkejut setelah mendengar cerita seorang teman menjual Honda Beat eSP. Baginya, eSP di Honda Beat adalah kependekan dari “emang motor Super Pelit”. Dia berpendapat bahwa Honda memangkas terlalu banyak komponen supaya harga jual bisa ditekan. Teman saya menceritakan pengalamannya selama satu tahun memakai Honda Beat eSP.

Pertama, pelek motornya bengkok ketika menghajar lubang di jalanan. Kedua, slebor depan Honda Beat eSP terlalu mudah pecah ketika menabrak bokong pick up. Ketiga, dua kali ganti aki gampang soak. Empat, eSP cuma sekadar nama, nggak ada artinya dan nggak ada gunanya.

Empat pengalaman di atas, menurut teman saya, merupakan bukti konkret bahwa kualitas komponen Honda sudah menurun. Saya cuma bisa tertawa.

Saya kira dia cuma bercanda, eh ternyata nggak. Saya kira “emang motor Super Pelit” cuma plesetan belaka. Nyatanya itu juga serius dia lontarkan gara-gara kecewa sama Honda Beat eSP. Ketika saya tanyakan apa ada alasan lain? Ya, nggak ada. Benar-benar berdasar pada tiga buah perkara yang kocak banget itu.

Kok cuma tiga, sih?

Pertama, perkara pelek yang bengkok ketika menghajar lubang di jalanan. Perkara ini nggak perlu didebat. Kedua, slebor depan pecah ketika nabrak bokong mobil. Plisss… ini juga nggak perlu didebat. Anak TK lagi salto juga tahu sebab dan akibat suatu barang bisa rusak itu kayak gimana.

Ketiga, dua kali ganti aki gampang soak. Sayangnya saya nggak sampai tanya, dia ganti pakai aki merek apa. Apakah pakai aki yang kualitasnya kurang atau malah ada permasalahan pada sistem pengisiannya. Saya nggak bisa memastikan. Toh motornya sudah dijual.

Pokoknya ketiga perkara itu no debat!

Untuk yang keempat, kayaknya teman saya itu kudu dikasih penjelasan. Gila kali ya, main klaim bahwa eSP cuma sekadar nama. Nggak ada arti dan gunanya. Aduh, kasihan sekali para tukang insinyur yang sudah mengeluarkan banyak usaha buat menciptakan teknologi ini.

Baca juga:  Honda Verza 150 untuk Pria Sayang Mama dan Cinta Pertanian

FYI, pada 2015, dalam gelaran Otomotif Award, mesin Honda Beat bertipe K25G yang sudah berteknologi eSP ini adalah pemenang kategori best engine. Kemenangan ini berdasarkan penilaian durabilitas, konsumsi BBM, dan fleksibilitas platform mesin supaya bisa diadaptasi pada tipe motor lainnya.

Mohon maaf nih, Bang Jago. Saya bukan fans fanatik Honda Beat eSP. Saya juga nggak marah sama klaim teman saya. Cuma, saya malah jadi kasihan sama kamu. Iya, kamu!

Izinkan saya menjelaskan. Keterangan eSP di Honda Beat eSP adalah kependekan dari enhanced Smart Power. Sebuah teknologi yang diusung oleh Honda dengan konsep mesin minim gesekan. Ada komponen-komponen pendukung supaya sebuah mesin bisa dikatakan sudah mengadopsi teknologi eSP ini, antara lain:

ACG starter

ACG singkatan dari Alternating Current Generator. ACG starter adalah kombinasi dari sistem generator yang berfungsi menghasilkan arus listrik bolak-balik (AC) dengan sistem starter yang berfungsi untuk menggerakkan mesin saat akan dihidupkan. Jadi, generator dan starter ini sudah menjadi satu kesatuan.

Keuntungannya, nggak akan lagi ada yang namanya dinamo starter. Berkat ACG starter, nggak akan ada lagi suara kasar yang dihasilkan dari gesekan antara clutch starter dan gear starter. Ketika tombol starter dipencet, suaranya langsung smooth.

Roller type rocker arm

Rocker arm atau lebih familier dikenal dengan nama pelatuk, fungsinya untuk menekan klep in dan klep ex. Di mesin Honda Beat, rocker arm berkembang menjadi roller rocker arm. Perubahannya ada pada bagian ujung rocker arm yang bersinggungan dengan noken as.

Bagian ini dibuat selayaknya roller yang berputar. Roller rocker arm menggunakan shell type needle bearing sebagai poros untuk mengurangi gesekan dan mengurangi beban kerja pegas klep.

Spiny sleeve

Spiny sleeve adalah bentuk lapisan dalam silinder yang memiliki permukaan luar seperti kulit jeruk. Silinder jenis ini dipakai supaya bisa melepas panas lebih cepat, mengurangi distorsi, dan mengurangi kerugian akibat dari gesekan lainnya.

Baca juga:  Apa Sih Maunya Toyota Bikin SUV Kayak Fortuner?

Squish

Squish adalah bentuk kubah ruang pembakaran pada head silinder. Umumnya squish merupakan teknik modifikasi untuk membentuk turbulensi campuran bensin dan udara di dalam ruang bakar. Honda, pada mesin eSP-nya, sudah menggunakan squish. Tujuannya supaya pembakaran di ruang bakar menjadi lebih baik dan lebih cepat.

Offset cylinder

Pada dasarnya, ketika sebuah piston tepat berada di posisi TMA (Titik Mati Atas) atau posisi TMB (Titik Mati Bawah) akan sejajar lurus dengan sumbu kruk as. Saat terjadi langkah kerja atau ekspansi, piston dan setang piston akan membentuk sudut tertentu sehingga menghasilkan gaya reaksi pada setang piston yang akan menekan piston ke salah satu sisi silinder.

Masalahnya hal ini akan menyebabkan tekanan dan gesekan tambahan pada piston yang akan menghambat kinerja mesin. Jangka panjangnya, gesekan dengan tekanan tersebut akan lebih cepat mengikis dinding silinder. Supaya mesin Honda Beat eSP minim gesekan, dilakukan pergeseran titik tengah silinder beberapa milimeter ke sisi crankcase.

Posisi ini namanya offset cylinder. Jadi, saat posisi piston berada di TMA atau TMB nggak akan sejajar lurus lagi dengan sumbu kruk as. Dengan cara ini akan memberi keuntungan, yakni piston bergerak tanpa menekan dinding silinder secara berlebih, memperbesar daya yang dihasilkan piston, dan mengurangi panas akibat gesekan piston.

Untuk melengkapinya, eSP didukung juga dengan teknologi PGM-FI, CBS, dan ISS. Jadi gunanya dari teknologi eSP ini, diklaim, supaya hemat BBM, performanya tinggi, dan ramah lingkungan. Pembakaran mesin akan menjadi lebih efisien dan mengurangi energi yang terbuang.

Duh, seandainya jadi salah satu tukang insinyur yang ikut memikirkan teknologi eSP ini, saya akan menangis darah ketika mendengar omongan eSP cuma nama doang, nggak ada artinya, dan nggak berguna. Semoga tulisan ini nggak sekadar (((cuma))) kumpulan kata-kata doang, yang nggak ada artinya, dan yang nggak ada gunanya. Semoga membantu, ya.

BACA JUGA Menggugat Anggapan Sesat Honda Beat sebagai Motor Sobat Missqueen dan ulasan tentang otomotif lainnya di rubrik OTOMOJOK.