MOJOK.COHonda Supra X 125 memang motor paling nyaman dan awet. Namun, legenda itu punya pesaing bernama Sanex, mocin yang kini sulit ditemukan.

Dalam hidup, kita tidak bisa mempertahankan semua hal. Usia, sakit, rusak, banyak hal yang menjadi penyebab. Salah satunya motor. Namun, di antara semua motor yang pernah saya coba, ada dua yang bisa dipertahankan lebih lama dibandingkan motor lainnya. Dua motor yang saya maksud adalah Honda Supra X 125 dan motor Cina bernama Sanex.

Dua motor ini sudah kayak pertapa. Usianya bisa panjang banget asal “hidupnya bener”. Baik Honda Supra X 125 dan Sanex juga cocok banget buat kamu dengan sifat hemat, cermat, dan bersahaja. Dari sisi bodi, konsumsi bahan bakar, dan ketangguhan mesin, keduanya tiada banding.

Buat saya yang berbadan mungil, dua motor yang kelihatan besar ini tetap enak buat dikendarai. Izinkan saya menjelaskan lebih lanjut.

Honda Supra X 125 adalah legenda tanah air dan masih bertahan hingga kini. Sudah 15 tahun ia hadir untuk masyarakat Indonesia. Predikat legenda tidak berlebihan bila disematkan padanya. Hingga 2020, kuda besi Honda itu terus berevolusi. Mulai dari sistem bahan bakar karburator hingga injeksi. Di tengah gempuran motor skutik (skuter matik), Supra X 125 ini tetap diminati.

Kenapa Honda Supra X 125 dicintai masyarakat Indonesia? Tentu saja karena ia memiliki banyak kelebihan di samping kekurangannya.

Kelebihannya, antara lain, desain body yang slim. Sejak 2017, Honda berinovasi dengan tampilan yang makin sporty. Pilihan warnanya pun makin beragam. Bobot Supra generasi pertama (2001-2005) cuma 99,4 kilogram, enak banget buat bermanuver di perkotaan, bahkan buat saya yang bertubuh mungil, hehehe….

Untuk generasi selanjutnya, Supra bahkan sudah memiliki bagasi penyimpanan helm dan menggunakan teknologi PGM-FI layaknya motor keluaran terbaru. Produk yang dinamai Honda Supra X 125 ini dibanderol Rp15 sampai 19 juta saja. Tidak terlalu mahal.

Nah, di balik kelebihan, ada kekurangannya. Kekurangan si Honda Supra X 125 paling terasa ada pada performa mesin saat dibawa ke jalanan menanjak, motor terasa berat. Hal ini mungkin dipengaruhi oleh ukuran gir yang tergolong kecil.

Selain itu, rata-rata penggunanya mengeluhkan suara si Supra X ini agak kasar dan kurang nyaman saat pergantian dari gigi rendah ke gigi yang lebih tinggi, terutama dari gigi-1 ke gigi-2. Meskipun di tanjakan gigi-3 masih sanggup untuk naik, lincah, dan tidak goyang di tikungan saat kecepatan penuh, tapi agaknya suara kelotok-kelotok (mungkin karena bodinya didominasi plastik) cukup mengganggu.

Lampu depan (rata-rata) keluaran Honda juga tidak terlalu terang. Kita bisa menggantinya, namun berpotensi menguras daya listrik karena akan terus menyala.

Lokasi busi yang terlalu rendah juga menjadi kekurangan. Busi mudah basah jika melewati genangan air yang cukup tinggi. Ruang kaki pun tidak mempunyai tempat besar layaknya matik sehingga kurang cukup untuk menaruh barang di depan.

Tapi kalau soal keawetan, nggak ada lawan, sih. Paling Sanex itu yang justru bisa menandingi. Ya, motor Cina yang biasanya dipandang sebelah mata ini justru bisa menyaingi keawetan Honda Supra X 125.

Singkat cerita, saya menghabiskan masa kecil di sebuah kota kecil. Saat masih sekolah dasar, saya sering diantar Ayah menggunakan sepeda motor. Sepeda motor tersebut adalah keluaran Honda tahun 2000. Karena suatu hal, motor tersebut terpaksa dijual. Penggantinya Sanex seri Fiesta tipe SN100 yang dibanderol Rp5 juta kala itu.

Mulai dari bodi, iritnya penggunaan bahan bakar, hingga awetnya mesin, Sanex ini bisa dikatakan 99 persen mirip Honda Supra. Sayangnya, Sanex sudah tidak lagi diproduksi. Bahkan ada yang bilang motor ini produk gagal. Maaf, saya tidak setuju dengan klaim itu.

Sanex bukan produk gagal. Buktinya, motor ini umurnya lebih tua dari adik saya paling kecil (usianya lebih dari 15 tahun). Perawatan yang dilakukan ayah saya standar saja. Ganti oli dan servis secara rutin. Kalau butuh onderdil pun nggak perlu pusing. Bisa pakai dari Honda Supra X 125 atau Honda Karisma. Saya kurang tahu pasti alasannya kok bisa cocok. Satu hal yang pasti, perawatan Sanex ini gampang sekali.

Perawatannya yang tidak jauh beda dengan Honda Supra X 125 membuatnya bisa awet lama banget. Bahkan sampai sekarang, motor ini masih dipakai secara rutin sama Ayah. Ya memang, beliau lebih sering pakai Honda bEAt atau Yamaha Mio. Namun, untuk jarak dekat Sanex masih enak banget buat dipakai.

Satu lagi keunggulan dari Sanex adalah bodi yang nggak terlalu besar. Kenyamanan dan mudahnya dikendarai, sebetulnya, bisa jadi pilihan menarik buat para cewek. Terutama yang malas naik motor manual karena ukurannya yang terlalu besar.

Sayangnya, kamu yang tertarik cuma bisa mendengar kisahnya saja. Selain sudah jarang yang punya sekennya, jejaknya di dunia digital pun sulit dicari. Sampai-sampai saya merasa ini motor siluman saking susahnya dicari. Antara saya saja yang kurang teliti mencari atau memang Sanex ini sudah jadi semacam mitos di tengah masyarakat.

Honda Supra X 125 boleh jadi motor paling nyaman dan awet. Namun, pernah ada sebuah motor, keluaran Cina yang sering diremehkan itu, yang performanya tidak kalah. Sanex, pada titik tertentu, sudah jadi motor legendaris bagi mereka yang pernah mengendarainya.

BACA JUGA Honda Beat Memang Lambang Kemiskinan dan Saksi Bisu Diputusin Pacar dan ulasan motor legendaris lainnya di rubrik OTOMOJOK.

Baca juga:  Merayakan Kegagalan bersama Honda Karisma