MOJOK.COIh bercandaannya bapak-bapak banget sih kamu?! Hadah hadah.. emang kamu tahu betul jokes bapak-bapak itu kayak apa? Baiknya kenali dulu rumusnya, Hyung.

“Halo, perkenalkan nama saya Pak Beni. Saya ini orang turki ya, turunan kidul.”
Hening.

Jokes bapak-bapak sempat berada di masa-masa sulit ketika keberadaannya dibenci orang. Bahkan yang berani melontarkan guyonan dengan nada serupa langsung dijauhin setongkrongan. Tapi tenang, makin kesini jokes bapak-bapak makin bisa diterima walau nggak lucu dan bikin artikulasi ketawa orang kalau dituliskan jadi “Chuaaakss!” Sedikit demi sedikit, guyonan yang katanya cuma diucapkan sama orang lawas ini punya segmentasi sendiri.

Sebelum jadi fans garis keras jokes bapak-bapak, ketahuilah kalau nggak semua guyon bisa masuk kategori sakral ini. Kamu perlu diospek dulu pakai rumus berikut biar makin mendalami salah satu sudut kelucuan duniawi.

Rumus jokes bapak-bapak #1 Lucu dan cringe dalam porsi yang seimbang

Kamu bisa tahu itu jokes bapak-bapak ketika kamu bingung bercandaannya lucu banget atau garing banget. Terang saja karena rumus pertama memang membuat orang tertawa dan ilfeel di waktu yang bersamaan sehingga yang tercipta mungkin tawa singkat dan keluhan, “Hadeeeh…” sejenak saat guyonan disampaikan.

Bikin bercandaan begini susah tauk! Kalau porsinya nggak seimbang bisa-bisa jadi garing dan kriuk kayak kremesan. Maka berjuanglah wahai kaum dad jokes.

Rumus jokes bapak-bapak #2 Receh, dangkal, dan kadang ngejek

 

View this post on Instagram

 

Kalo udah kayak gini, biasanya gerendeng seharian nih. Ngeluh mulu kayak Mandra. ketaker bener. #diarydayat

A post shared by Bapak2ID (@bapak2id) on

Kamu nggak perlu tahu siapa itu Dayat, siapa Pak Heru. Tapi bakal paham banget konteksnya buat ngejekin satu sama lain. Kita bahkan bisa tahu kalau Dayat dan Pak Heru dalam hubungan yang akrab, sering ngeronda bareng dan menang-kalah relationship pas main gaplek.

Baca juga:  Setelah Klarifikasi, Dian Sastro Sebaiknya Ikut Aksi

Ejekan di antara mereka cenderung receh dan dangkal, ya nggak perlu mikir juga buat mencernanya gitu. Bahkan ngomongin soal turun berok emang memang agak sensitif cuma di kalangan pria, utamanya bapak-bapak.

Rumus jokes bapak-bapak #3 Mengandung anti-jokes

Anti-jokes adalah guyonan yang saking nggak lucunya lama-lama bisa lucu juga. Ini terjadi akibat ekspektasi orang saat mendengar jokes. Dikiranya bakal bikin ngakak guling-guling tapi ternyata gitu doang. Nah sejatinya, tawa itu hadir karena ekspektasi soal jokes yang nggak terpenuhi.

Jadi, bakal tetap ada yang ketawa saking nggak lucunya. Kalau lucunya beneran, jadinya komedi, kondisi ketika punch-line yang dilontarkan melebihi ekspektasi.

Rumus jokes bapak-bapak #4 Bikin guyonan polisemi

Rumus guyonan paling gampang itu dengan bikin polisemi. Satu kata dengan makna ganda. Misalnya begini,

“Pak, tolong! Gawat nih, ibu kota Banten di Serang!”

Ya bener sih, ibu kota Banten memang di Serang. Kalau ibu kota Bali di Denpasar. Polisemi semacam ini lalu diutak-atik dan dicari lucunya. Gampang banget kan? Bapak-bapak sukanya yang simpel no ribet no debat pokoknya.

Rumus jokes bapak-bapak #5 Singkat, kadang tanpa set-up

Kalau ada orang bikin bit lengkap pakai premis, set-up, sampai punch-line yang dipikirkan matang-matang itu namanya Stand Up Comedy. Nah untuk jokes bapak-bapak, nggak perlu serumit itu karena pada dasarnya bapak-bapak cuma mau guyon santai. Yang disampaikan cenderung cepat walau nggak lucu-lucu amat.

Baca juga:  Jakarta Masuk dalam Daftar 10 Kota Dunia Paling Sering Masuk Instagram

Rumus jokes bapak-bapak #6 Lawas dan udah bolak-balik disampaikan

Kadang, bapak-bapak menyampaikan guyonan 80-an buat mencairkan suasana. Sesimpel kayak jokes “turki” di awal tulisan ini. Atau saat ada kawannya yang baru berlibur dari Jerman, langsung aja nyeletuk,

“Hah Jerman? Jejer kauman?”

Tebak-tebakan lawas juga bisa didaur ulang lagi sama bapak-bapak. Ya siapa tahu generasi sekarang belum pernah dengar guyonan dari masa lalu, biar guyonan ini bisa turun-temurun jadi folklore kali. Contohnya begini,

“Coba tebak gimana caranya masukin gajah ke kulkas?”
“Gampang, buka kulkasnya, masukin gajahnya, lalu tutup.”
“Nah terus gimana caranya masukin jerapah ke kulkas?”
“Sama dong pak, buka kulkasnya masukin jerapahnya, tutup”
“Salah dong! Caranya buka kulkasnya, keluarin dulu gajahnya, baru masukin jerapahnya dan tutup. Nggak muat, Bos!”

Rumus jokes bapak-bapak #7 Yang ngejokes ketawa duluan, pede adalah koentji

Kalau sudah menguasai rumus di atas, kamu hanya perlu melakukan satu hal lagi biar bermetamorfosa sempurna ke dalam jokes bapak-bapak. Yaitu dengan ketawa saat menyampaikan jokes, kalau bisa ketawanya harus renyah. Biar orang yang diajak bicara ikutan ketawa karena caramu menyampaikan. Jangan ragu, Mylov, percaya diri adalah koentji menuju kesuksesan jokes bapak-bapak yang gemilang.

BACA JUGA Jokes ‘Wung Ape tu Man? Wung Puyo’ adalah Lucu Genre Baru atau artikel AJENG RIZKA lainnya.