Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Mahasiswa Demo UKT, Universitas Jatuhi Sanksi. Demokrasi kok Ngeri

Ajeng Rizka oleh Ajeng Rizka
9 Juli 2020
A A
Mahasiswa Demo UKT, Universitas Jatuhi Sanksi. Demokrasi kok Ngeri penurunan UKT diskon biaya kuliah Unas Unaja UI skors SK Rektor anarkisme kriminalisasi mahasiswa mojok.co

Mahasiswa Demo UKT, Universitas Jatuhi Sanksi. Demokrasi kok Ngeri penurunan UKT diskon biaya kuliah Unas Unaja UI skors SK Rektor anarkisme kriminalisasi mahasiswa mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Beberapa mahasiswa yang sempat demo penurunan UKT diskors sampai diberhentikan sepihak. Ini yang nggak waras siapa sih?!

Pandemi menyebabkan banyak mahasiswa terpaksa belajar online hingga hari ini. Mereka yang harus berususan dengan tugas akhir dan wisuda pun harus mau dicap sebagai “sarjana corona” perkara tidak terselenggaranya kelas dan pertemuan dengan dosen.

Beberapa mahasiwa demo UKT, menuntut penurunan biaya Uang Kuliah Tunggal dengan berbagai alasan, salah satunya karena fasilitas kampus tidak bisa mereka gunakan untuk belajar. Beberapa mahasiswa Unas (Universitas Nasional) sempat berdemonstrasi menuntut keringanan UKT pada 12/6 lalu.

Mereka menggelar aksi hingga 3 hari berturut-turut untuk menyampaikan lima tuntutan yaitu potongan UKT sebesar 50-65%, jaminan hak demokratis mahasiswa yang menuntut kompensasi di masa pandemi, mahasiswa diikutsertakan dalam pembentukan kebijakan kampus, menjamin upah penuh dosen dan pekerja di masa pademi, serta membuka transparansi statuta secara publik.

Akibat aksi ini pihak Unas melaporkan 20 mahasiswa ke polisi denga tuduhan anarkisme dan pencemaran nama baik karena menyebarkan tagar berkaitan dengan demonstrasi melalui media sosial. Satu minggu setelahnya, 7 mahasiswa dijatuhi sanksi akademik, di antaranya 2 mahasiswa dipecat sepihak, 1 mahasiswa diskors 6 bulan, dan 4 mahasiswa diberi peringan keras.

Pagi ini kami menerima kabar bahwa 7 mahasiswa Universitas Nasional dijatuhi sanksi akademik. 2 mahasiswa dipecat sepihak; Deodatus dan Krisna. 1 mahasiswa, Alan, diskorsing 6 bulan; 4 mahasiswa diberi peringatan keras; Thariza, Octavianti, Immanuelsa, dan Zaman. pic.twitter.com/0qnGqcWX7t

— Lokataru Foundation (@lokataru_id) July 9, 2020

Demonstrasi yang berujung sanksi dari universitas memang skenario lama yang bahkan sudah terjadi sejak zaman reformasi. Mahasiswa yang diberi sanksi seperti skors hingga diberhentikan sepihak dituduh tidak manaati aturan kampus dan mengganggu ketertiban.

Mahasiswa demo UKT di Unas misalnya, selain dianggap anarkis juga dituduh mencemarkan nama baik. Menurut beberapa rilis media terkait tanggapan rektor Unas, mahasiswa yang berdemonstrasi telah melanggar surat pernyataan bermaterai yang ditandatangani oleh mahasiswa ketika baru masuk. Di dalam surat pernyataan tersebut, menurut pihak universitas, berisi persetujuan untuk mematuhi aturan, menjaga nama baik dan tidak melanggar hal-hal yang dilarang.

Ashiaaaap.

Coba kita mundur sedikit. Pada tahun 2000, 6 mahasiswa UI diberi sanksi skors dan peringatan tertulis setelah dianggap melakukan gangguan tata tertib pada HUT emas ke-50 UI pada 2 Februari tahun 2000. Mahasiswa tersebut kemudian menempuh jalur hukum untuk menggungat SK Rektor yang memberikan hukuman pada mereka.

Betahun-tahun setelahnya pada 2009, MA akhirnya memutus Rektor UI harus memulihkan hak dan kewajiban para penggugat meski secara teknis sulit dilakukan.

Mahasiswa yang demo UKT dan mendapat sanksi, adalah sebagian kecil dari wajah demokrasi yang dibungkam rapat-rapat di bawah payung ‘nama baik kampus’.

Unaja (Universitas Adiwangsa Jambi) juga telah memberikan skors pada 7 mahasiwa yang melakukan demo pada 2019 silam. Mereka diskors selama 1 tahun karena tidak melakukan izin kepada kampus saat melakukan demo di luar kampus. Hadeeeh, speechless saya.

Pihak universitas seharusnya menyadari bahwa mahasiswa yang kritis adalah aset ketimbang mereka yang diam-diam melawan hukum. Universitas bukan tempat praktik otoriter di mana siapa pun tidak boleh melakukan kritik terhadap apa pun.

Iklan

Mahasiswa demo penurunan UKT sebenarnya memiliki tuntutan yang masih masuk akal. Apa yang perlu dibayarkan bila perpustakaan, kelas, dan fasilitas pendidikan tidak bisa digunakan? Belum lagi keadaan yang serba sulit telah membuat penghasilan beberapa wali mahasiswa surut. Ketika memperjuangkan hak justru berujung perampasan hak, perlu dipertanyakan siapa yang waras di sini.

Tidak masuk akal ketika mahasiswa demo penurunan UKT justru dipaksa meminta maaf karena telah mencemari nama baik kampus atas tindakannya di media sosial. Membuat petisi online untuk tuntutan pun tidak boleh. Lalu kita berharap kampus semacam ini mencetak generasi macam apa? Generasi yang nurut sama siapa pun walau diajak bisnis MLM nggak jelas? Konyol juga.

Sy bingung,ada mhs yg mengajukan petisi pengurangan biaya kuliah karena dampak dari pandemi covid-19 malah di suruh minta maaf,dgn bangganya prnyataan maaf atas petisi yg di buat di sbarluaskan ke publik, mlh mempertontonkan kampus yg jd tempat olah logika malah mematikan logika pic.twitter.com/nGsgmdIDte

— Sang Pemimpi (@adiromariardi) June 29, 2020

BACA JUGA Ideologi Didi Kempot di Demo Mahasiswa: Bersedih, Tertawa, dan Melawan Bersama atau artikel lainnya di POJOKAN.

Terakhir diperbarui pada 12 Januari 2022 oleh

Tags: demo mahasiswademokrasipenurunan UKT
Ajeng Rizka

Ajeng Rizka

Penulis, penonton, dan buruh media.

Artikel Terkait

Alasan Kita Perlu Bersama Andrie Yunus di Tengah Pejabat Korup. MOJOK.CO
Kabar

ICW: Usut Tuntas Kekerasan “Brutal” terhadap Andrie Yunus, Indikator Bahaya untuk Pemberantasan Korupsi

14 Maret 2026
Feri Amsari: Partai Politik Adalah Masalah Terbesar Bagi Demokrasi Kita
Video

Feri Amsari: Partai Politik Adalah Masalah Terbesar Bagi Demokrasi Kita

1 Juni 2025
psht, demo.MOJOK.CO
Ragam

Memahami Alasan PSHT Jarang Kelihatan di Demo Mahasiswa, Meskipun Aslinya Mereka Ingin Ikut

25 Maret 2025
Aksi 'Jogja Memanggil' di Malioboro. MOJOK.CO
Kabar

Pesan untuk Massa Aksi ‘Jogja Memanggil’ dari Mereka yang Terlihat Tenang di Kejauhan

20 Februari 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pom mini warung madura kini jadi solusi di tengah antrean panjang SPBU yang tidak masuk akal MOJOK.CO

Strategi Hindari Antrean SPBU Tak Efektif Lagi, Isi Bensin di Pom Mini Warung Madura Jadi Solusi Asal Tak Pakai Logika Takaran

18 Juli 2026
Milenial di Job Fair Yogyakarta 2026 cari peluang kerja di luar negeri. MOJOK.CO

Muak dengan Syarat Kerja di Indonesia: Gaji Numpang Lewat hingga Terbatas Usia, Milenial Pilih Cari Kerja ke Luar Negeri

16 Juli 2026
Ketika Syarat "Sehat Jasmani dan Rohani Menjadi Tembok Diskriminasi yang Menjegal Difabel di Bursa Kerja.MOJOK.CO

Ketika Syarat “Sehat Jasmani dan Rohani” Menjadi Tembok Diskriminasi yang Menjegal Difabel di Bursa Kerja

17 Juli 2026
Suzuki S-Presso memang mobil aneh karena jelek tapi keren MOJOK.CO

Ibarat kata, Suzuki S-Presso adalah “Crocs KW” yang jelek tapi keren dan kini menjadi benteng pertahanan terakhir melawan kegilaan dunia yang serba mahal ini

14 Juli 2026
Daripada Acungkan Senjata di Jalan, Remaja Kreak Semarang Lebih Baik Naik Ring Adu Pukulan MOJOK.CO

Daripada Acungkan Senjata di Jalan, Remaja Kreak Semarang Lebih Baik Naik Ring Adu Pukulan

16 Juli 2026
Koperasi Kelurahan di Banjarsari, Surakarta, bukukan omzet ratusan juta MOJOK.CO

Cerita Koperasi di Banjarsari Surakarta: Berawal dari Garasi, Bukukan Omzet Ratusan Juta?

12 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.