MOJOK.CO  Buku dan arsip penting yang berbahan kertas akan rawan rusak setelah terendam air atau kehujanan. Coba pakai cara mengembalikan kondisi kertas dan buku yang basah ini, siapa tahu bisa membantu.

Sebagai manusia modern, kita nggak akan bisa lagi bersembunyi dari pembelaan ibu yang menyalahkan lantai ketika terjatuh, atau menyalahkan meja ketika kepala kepentok. Maka jangan salahkan banjir dan air hujan jika dokumen berbahan kertas sudah telanjur basah. Selain nggak ada gunanya, menyelamatkan dokumen tersebut adalah sebaik-baiknya respons.

Langkah #1 Melakukan upaya preventif terlebih dulu

Sebelum akhirnya dokumen buku dan arsip jadi basah, letakkan benda penting ini di lemari bagian, namun yang sekiranya masih bisa dijangkau. Saat banjir nggak akan langsung basah, jika terjadi bencana lain seperti kebakaran akan mudah diambil.

Sedia payung sebelum hujan, sedialah cover bag sebelum bepergian. Kalau memang dokumennya harus dibawa ke mana-mana, bisa mulai persiapkan diri dari sekarang karena menurut ramalan, puncak musim hujan terjadi di Februari dan Maret 2020. Dari sekarang bisa mulai nyicil pakai plastik buat membungkus buku dan arsip penting.

Langkah #2 Cara menyelamatkan buku yang basah

Terburu-buru membuka lembaran buku yang basah adalah tindakan ceroboh. Kertas yang saling menempel dalam keadaan basah layaknya cewek patah hati di masa-masa PMS, sangat rapuh dan mudah robek. Yang harus dilakukan adalah, pertama, singkirkan air dari sampulnya menggunakan tisu. Sifat tisu yang mudah menyerap air akan membebaskan air dari sampul kertas. Kemudian letakkan beberapa lembar tisu di area kering dan berdirikan buku di atasnya. Tujuannya agar air yang menyelinap ke dalam lembaran buku menetes ke bawah dan terserap tisu.

Baca juga:  Bagi Haters dan Fans Anies, Korban Banjir Jakarta itu Cuma Calon Kertas Suara

Setelah airnya tidak terlalu menetes, selipkan lagi tisu kering ke lembaran yang masih mudah dibuka. Pastikan sirkulasi angin dalam ruangan terjaga, atau nyalakan kipas angin untuk membantu buku cepat kering. Cek secara berkala dengan hati yang sabar. Karena butuh waktu hingga satu minggu sampai buku benar-benar kering.

Langkah #3 Cara menyelamatkan dokumen yang basah

Sama seperti buku, beberapa arsip yang basah mungkin akan menempel satu sama lain. Pindahkan arsip ini ke tempat yang kering. Jika kotor terkena lumpur lakukan pembersihan dengan air hangat. Alkohol atau etanol juga bisa disemprotkan untuk mencegah jamur atau titik-titik hitam muncul pada dokumen. Pisahkan arsip yang satu dengan yang lain saat keadaan lembap.

Tisu kering bisa tetap digunakan dan diselipkan di beberapa arsip dokumen. Lakukan ini di dalam ruangan dengan kipas angin, karena menjemurnya di bawah terik matahari bukanlah ide yang bagus. Dokumen cenderung akan keriting dan makin sulit dipisahkan.

Langkah #4 Merestorasi dokumen kenegaraan di ANRI (Arsip Nasional Republik Indonesia)

Sekiranya buku dan arsip penting kenegaraan tidak bisa diselamatkan saking rusaknya, restorasi dokumen bisa dilakukan di ANRI. Dokumen yang basah, terkena lumpur, bahkan bolong bisa kembali seperti semula asalkan isinya tidak diubah. Beberapa dokumen penting seperti ijazah, kartu keluarga, akte kelahiran, sampai sertifikat tanah juga direstorasi.

Baca juga:  RPUL dan Sebuah Traktiran

Sayangnya untuk merestorasi dokumen, harus dengan datang langsung ke kantor ANRI di Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan. Jadi, mohon maaf yang di luar Jawa, lebih baik kita sabar dan telaten mengeringkan buku dan arsip yang basah. Sambil ngipasi bisa sambil minum es dan chill kok.

BACA JUGA Beda Cara Anies dan Ahok Menangani Banjir Jakarta atau artikel AJENG RIZKA lainnya.