Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Tak Ada yang Nge-Bully The Black Band, Band Metal SMP yang Viral. Masyarakat Justru Terhibur

Ajeng Rizka oleh Ajeng Rizka
4 Mei 2021
A A
ilustrasi Tak Ada yang Nge-Bully The Black Band, Band Metal SMP yang Viral. Masyarakat Justru Terhibur mojok.co

ilustrasi Tak Ada yang Nge-Bully The Black Band, Band Metal SMP yang Viral. Masyarakat Justru Terhibur mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Sebuah potongan video manggung The Black Band, band metal SMPN 1 Dringu, Probolinggo, viral di media sosial. Mereka dielukan bukan mutlak karena jelek.

Berawal dari unggahan @pianizz, sebuah akun shitposting musik di Instagram, The Black Band mulai viral. Band metal yang beranggotakan bocah-bocah SMP di Dringu Probolinggo ini menampilkan sebuah pertunjukan musik tidak biasa, tergolong aneh untuk ukuran penonton Indonesia. Yang bikin heran, dari potongan video yang beredar, sorak sorai penonton live begitu hidup. The Black Band benar-benar punya basis fans.

Tidak perlu menunggu lama untuk tertawa melihat pertunjukan tersebut. Bahkan beberapa akun shitposting lain turut mengunggah video yang sama. Mereka menampilkan pertunjukan musik band metal fusion dengan kearifan lokal, yaitu musik gamelan. Yang bikin gemas, lagu yang dibawakan aslinya adalah lagu pop mendayu-dayu dan romantis berjudul “Flashlight” milik Jessie J. Nggak hanya itu, sang vokalis tampak tanpa beban mengalunkan lirik berbahasa Inggris yang belepotan.

Lait, lait, yo ma flesh lait….

Iya, memang, pertunjukkan tersebut lebih mengarah ke nuansa lawak ketika orang dewasa yang menonton. Duh, apalagi abang-abang yang di kamarnya terpampang poster Iron Maiden, Black Sabbath, dll. bisa jadi mereka henshin jadi SJW musik melihat The Black Band.

Yang jadi masalah, ada beberapa pihak yang mulai risih dengan netizen. Ya pokoknya netizen mahasalah selalu. Netizen dianggap merundung dan menertawakan anak SMP yang proses bermusiknya masih baby steps. Viralnya video pertunjukkan musik ini malah jadi ajang untuk ngata-ngatain bocah yang tidak bersalah. Wah, bentaaar.

Gini-gini, bahwa pertunjukkan bocah-bocah di Festival Musik Pelajar se-Jawa Timur memang lucu-lucu, itu fakta. Tapi, masyarakat yang menganggapnya lucu sejatinya menertawai betapa innocent mereka, bukan menertawai kebodohan dan kebobrokan mereka dalam bermusik. Ya mohon maaf, Bro, kalau ada yang begini beneran agaknya mereka nggak pernah SMP kali.

Tidak, tidak ada maksud dan tujuan nge-bully band-band metal, apalagi bocah yang berani salto lalu lanjut main suling. Aslinya, netizen-netizen sedang mengapresiasi apa yang mereka lakukan karena pertunjukannya begitu menghibur dan jujur saja, eye catching. Suatu saat nanti, si vokalis The Black Band yang nyanyi “Flashlight” mungkin bakal menyadari betapa kocak dan nekatnya dia ketika SMP dulu. Betapa dia kemudian sadar pentingnya googling lirik lagu sebelum manggung, dan betapa penting makeup profesional untuk manggung.

Nggak ada yang salah dengan konsep band-band pelajar manggung, mereka memang tidak sempurna dan kita menerimanya. Tertawa adalah respons yang sesungguhnya spontan, asal dalam batas wajar. Namanya juga proses berkarya. Apa yang sudah kita tampilkan di publik nggak akan lepas dari beragamnya resepsi di benak orang. Setidaknya mulai saat ini The Black Band mulai naik daun dan introspeksi. 

Nah, tapi, lain lagi jika ada yang menertawai The Black Band dkk. sebagai band yang ndeso, band yang musikalitasnya mutlak tidak bisa diperbaiki, sampai secara serius menganalisis selera musik pelajar di Jawa Timur. Justru kalau dibawa terlalu serius begini, rasanya pengin teriak: ada masalah apa sih, Kawan? Lha wong dengan santainya si vokalis The Black Band mereka ulang lirik “Flashlight” versi dia kok, cuma nggak viral aja videonya.

Dukungan dan semangat juga muncul dari banyak musisi di Indonesia. Mulai dari Dochi Pee Wee Gaskins sampai Ahmad Dhani. Nggak ada yang ngetawain yang secara harfiah ngetawain. Mereka justru memberi semangat. Nha, kalau di antara dukungan positif ini masih ada yang ribut menjelek-jelekkan, mungkin mereka kurang air kelapa.

pic.twitter.com/ggT0g4svEg

— dims (@dimasbaztian) May 3, 2021

Buat The Black Band dan junior-junior yang merintis band metal di luar sana, nggak usah berhenti latihan. Pokoknya loske wae. Dibilang jelek ya sudah, terjang saja. Nyatanya memang tidak ada yang sempurna di dunia, termasuk karier musik kalian. Gagal, salah, buruk, semua itu nggak apa-apa. Nggak ada yang nge-bully, netizen hanya mengenang kekonyolan yang hampir sama yang mereka pernah lakukan semasa SMP. 

BACA JUGA Mendukung Ide Festival Musik Warnet/Festival Generasi 2000-an dan tulisan AJENG RIZKA lainnya.

Terakhir diperbarui pada 4 Mei 2021 oleh

Tags: band metalfestival musikMusik
Ajeng Rizka

Ajeng Rizka

Penulis, penonton, dan buruh media.

Artikel Terkait

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kerja sama dengan Australia. MOJOK.CO
Kabar

Satu Dekade Jogja dengan Melbourne Symphony Orchestra: Bukti Orkestra Nggak Melulu Kaku bahkan Bisa Dinikmati Sambil Lesehan

15 Juli 2026
Merayakan Sofistikasi Djent ala Bless The Knights yang Keras Kepala.MOJOK.CO
Panggung

Merayakan Sofistikasi Djent ala Bless The Knights yang Keras Kepala

13 Juli 2026
Kehangatan Tuan Rumah di Penutup Prambanan Jazz 2026.MOJOK.CO
Panggung

Kehangatan Tuan Rumah di Penutup Prambanan Jazz 2026

6 Juli 2026
Musisi Tak Lagi Punya Nyali: Saat Lagu Indonesia Kehilangan The Mercy’s, Slank, dan Iwan Fals MOJOK.CO
Esai

Musisi Tak Lagi Punya Nyali: Saat Lagu Indonesia Kehilangan The Mercy’s, Slank, dan Iwan Fals 

15 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Perjuangan orang haven't ingin jadi mahasiswa baru (maba) tanpa sponsor orang tua melalui beasiswa KIP Kuliah MOJOK.CO

Nasib Orang Haven’t: Ingin Jadi Maba Tanpa Sponsor Orang Tua, Harus Alami Kerja di Warung Mie Ayam 16 Jam Upah 30 Ribu

7 Agustus 2026
Derita jadi topping tongkrongan: niat bergaul biar tidak dicap nolep, tapi sering tidak dianggap saat nongkrong MOJOK.CO

Serba-serbi Jadi Topping Tongkrongan: Ikut Nongkrong biar Tak Dicap Nolep, Cuma Jadi Pelengkap dan Tak Dianggap

4 Agustus 2026
Cinta yang Tak Berbalas Bikin Perempuan Crush Recession hingga Belum Menikah. MOJOK.CO

Crush Recession: Jatuh Cinta Terasa Melelahkan, bikin Perempuan Malas Pacaran

4 Agustus 2026
Ruang Publik dan Hak untuk Tidak Dijadikan Konten Influencer MOJOK.CO

Ruang Publik dan Hak untuk Tidak Dijadikan Konten Influencer

3 Agustus 2026
Lolos SBM Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan jual Tiramisu. MOJOK.CO

Seporsi Kemenangan usai Ayah Tiada: Jualan Tiramisu di Saparua sejak Remaja agar Bisa Sekolah hingga Tembus SBM ITB

3 Agustus 2026
Caffino Srikandi Merdeka Cup: turnamen sepak bola putri internasional di Kudus, momentum bakat muda Indonesia unjuk kualitas MOJOK.CO

Srikandi Merdeka Cup: Turnamen Sepak Bola Putri U-16 Level Internasional di Kudus, Momentum Unjuk Kualitas untuk Tembus Timnas

3 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.