Dalam beberapa waktu terakhir, di sosial media, beredar postingan video tentang kesibukan dua sosok kompatriot Fahri Hamzah dan Fadli Zon yang sama-sama sedang berlatih tinju.

Fadli Zon, melalui akun Twitternya, mengunggah video saat dirinya berlatih sparing dengan petinju nasional Jojo Tjandra. Dengan gayanya yang khas, Fadli Zon melayangkan pukulan-pukulannya (yang tentu saja sangat tidak mematikan itu) kepada Jojo.

Postur tubuhnya yang lebih menyerupai Don King tidak serta merta membuat Fadli Zon kehilangan kepercayaan dirinya. Ia tetap pasang lagak sebagai petinju.

Sementara itu, Fahri Hamzah, juga tak mau ketinggalan. Sama seperti Fadli Zon, ia juga turut mengunggah video saat dirinya sedang berlatih tinju. Bedanya, ia tidak melayangkan pukulan-pukulannya pada lawan sparingnya, melainkan pada samsak latihan.

Pukulan-pukulan Fahri Hamzah sepintas lalu tampak jauh lebih bertenaga ketimbang pukulan Fadli Zon. Yah, mungkin Fahri Hamzah memukul samsak sambil membayangkan bahwa samsak di depannya adalah simbol partai yang dulu sempat memecatnya sebagai kader. Mungkin. 

Ada kegeraman dan kegemasan pada setiap pukulan yang ia layangkan. Pukulan yang sangat menggelora.

Adegan latihan tinju dua politisi ini mau tak mau mengingatkan kita pada sosok Jokowi yang beberapa waktu yang lalu juga sempat mengunggah video saat dirinya berlatih tinju di istana Bogor.

Saat itu, Jokowi berlatih tinju bersama seorang pelatihnya yang bernama Abed.

Banyak respons yang muncul terkait dengan momen latihan tinju yang dilakukan oleh tiga politisi kita ini. Terlepas dari segala pro-kontra yang ada, saya merasa bahwa apa yang sudah dilakukan oleh Fahri Hamzah, Fadli Zon, dan Jokowi adalah hal yang bagus.

Di jaman sekarang, utamanya di Indonesia, tinju memang menjadi olahraga yang cocok dan menarik untuk digeluti. Selain itu, ada beberapa hal lain yang membuat langkah tiga politisi di atas menjadi layak untuk diapresiasi.

Menjaga keutuhan inventaris ruang sidang

Sudah bukan rahasia lagi bahwa kerap terjadi keributan saat sidang di DPR baik tingkat nasional maupun tingkat daerah. Keributan saat sidang ini kerap memakan korban berupa inventaris gedung sidang yang rentan rusak, sebab banyak kursi yang dilempar dan juga meja yang dipukul-pukul.

Nah, jika banyak politisi menggeluti dan berlatih tinju, maka ke depan, saat mereka bersidang dan timbul emosi karena perbedaan pendapat antar fraksi, mereka tak perlu lagi melempar-lempar kursi atau memukul-mukul meja. Cukup datangi lawan fraksi mereka, ajak berduel dan saling pukul.

Ruang sidang terjaga. Rakyat bahagia.

Menjaga khittah dua tangan

Di Twitter, kita kerap menyaksikan banyak orang yang saling serang lewat twit atau DM tapi blas nggak pernah bertemu. Nah, aktivitas latihan tinju yang dilakukan oleh para politisi ini bisa menjadi jalan pembuka bagi banyak masyarakat untuk mulai menggunakan cara lama dalam menyelesaikan masalah di dunia maya.

Orang-orang banyak yang mengatakan bahwa “Tuhan menciptakan tangan adalah untuk baku hantam”, dan inilah saat yang tepat untuk mulai mempraktikannya.

Tinggalkan twitwar, mulai realwar.

Hiburan untuk rakyat

Selama ini, yang terjadi dalam konstelasi politik kita adalah rakyat saling pukul dan saling hantam, sedangkan politisinyaya justru kadang saling rangkul, apalagi setelah ada bagi-bagi jabatan. Ini tentu saja tidak adil. Rakyat sudah miskin, masih harus berkelahi. Sedangkan para politisi yang kaya malah bisa saling bersulang dan berdansa bersama.

Inilah saatnya bagi rakyat untuk bisa melihat para politisi yang mereka dukung saling beradu pukulan. 

One Pride MMA sudah sering bikin Laga Selebriti. Kini sudah saatnya mereka bikin laga politisi.

Tentu akan menjadi hiburan yang paripurna bagi rakyat kalau mereka bisa melihat Fadli Zon dan Fahri Hamzah saling pukul. Ini bukan lagi eranya Serizawa vs Genji, ini eranya Fadli vs Fahri.

Ikhtiar untuk melahirkan politik yang sehat

Latihan tinju memerlukan tubuh yang segar, sehat, dan prima. Itulah sebabnya sangat perlu bagi para politisi untuk mulai melirik olahraga ini.

Dengan menggeluti tinju, maka mereka bakal punya tubuh yang bugar dan sehat. Ingat, dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang kuat.

Bisa jadi, kebijakan-kebijakan ngawur yang selama dibikin oleh para politisi itu salah satunya karena jiwa mereka yang tidak kuat yang mana sumbernya adalah karena tubuh mereka tidak sehat.

Bisa jadi.

Pengganti Catur

Olahraga yang baik untuk politisi sebenarnya adalah catur, sebab olahraga tersebut melatih berstrategi. Tapi karena beberapa waktu yang lalu beredar video Ustad Abdul Somad yang menyebut bahwa catur bisa berpotensi haram, maka ya sudah, diganti tinju saja.

Eh, memangnya tinju nggak haram, ya?

Ya semoga nggak. Yang penting kalau mau mukul, assalamualaikum dulu. Yang penting akadnya jelas.



Tirto.ID
Loading...

No more articles