Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Balbalan

Kado Terakhir untuk Steven Gerrard

Aditia Purnomo oleh Aditia Purnomo
3 Januari 2015
A A
Kado Terakhir untuk Steven Gerrard

Kado Terakhir untuk Steven Gerrard

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Kemarin siang, beredar kabar mengejutkan bagi fans Liverpool. Kapten yang sudah menemani Liverpool sejak Nabilah JKT48 belum lahir akhirnya memutuskan untuk meninggalkan tim. Tentu ini adalah kabar yang menyedihkan, bahkan lebih menyedihkan dari diputusin pacar tepat pada malam natal.

Jangan sok kaget, kabar kepergian Steven Gerrard dari Liverpool sudah terlalu sering berhembus sebelum akhirnya terwujud. Sebagai pemain yang sangat dicintai fans Liverpool, Gerrard sudah memberikan segalanya. Bila kemudian Ia memutuskan pergi di usia senja, hargailah keputusannya.

Mengingat segala kenangan suka dan duka bersamanya, tentu berat membayangkan musim depan Gerrard tak lagi berkostum merah dengan lambang Liverbird di dada. Tapi ingat, bukan cuma fans yang berat menghadapi ini, bagi Gerrard pasti tak kalah berat. Lagipula, kita sebagai fans sudah terbiasa ditinggalkan orang-orang yang kita cintai dan kita banggakan.

Mungkin Gerrard lelah, dan ingin suasana baru. Kompetisi musim lalu begitu menguras tenaga dan pikirannya. Liga Inggris itu keras, sedikit saja melakukan kesalahan, ia langsung jadi bahan ejekan fans klub lain. Ribuan meme Gerrard kepleset diproduksi, dijadikan bahwan tertawaan. Beban yang tidak lebih ringan ketimbang yang dipikul alay dan jomblo yang jadi selalu jadi materi Stand Up Comedy.

Maka, hargailah niat hengkangnya. Meski usia tak lagi muda, Gerrard masih butuh bermain rutin. Ia pun tidak ingin makan gaji buta, dibayar besar tapi jarang bermain. Di lain pihak, lini tengah Liverpool butuh penyegaran. Daripada mengorbankan anak-anak muda potensial di Anfield, lebih baik Gerrard yang pergi. Sungguh sebuah pemikiran yang mulia.

Percayalah, masa depan Liverpool ada di tangan pemuda. Lini tengah tim musim ini pun padat merayap, banyak pemain muda yang menunggu jatah main dan berkembang. Dan sudah saatnya, tim ini tidak terlalu bergantung pada Gerrard seperti jomblo yang butuh bahu pacar imajinernya. Coba tengok, kutipan wawancara pemain-pemain Liverpool yang selalu mengungkapkan rasa terima kasih pada Gerrard yang telah membimbing mereka. Henderson, Sturridge, bahkan Sterling, berkembang di bawah dampingan Gerrard. Pada dua laga saat Gerrard tak masuk line up, para pemain muda harapan fans Liverpool itu mampu tampil apik dan mengalahkan tim lawan. Kini, masuknya Gerrard ke starting XI seperti masuknya Ariel ke penjara bagi Peterpan. Hampir setengah bencana.

Bayangkan, jika Gerrard terus dipaksakan bermain di setiap laga, bagaimana staminanya yang sudah menurun itu terkuras habis. Lucas Leiva akan semakin jarang tampil. Para junior butuh bermain sebagaimana anak-anak burung belajar terbang. Gerrard adalah pemain hebat, tapi masa keemasannya telah berlalu. Ia berada di puncak performanya saat Sterling, Coutinho, dan Lallana masih bermain di tim junior.

Daripada berduka ditinggal Gerrard, lebih baik fokuskan pikiran tim pada perburuan pemain baru. Ingat, saat ini tim tengah berada di posisi yang tidak baik. Lini depan masih mandul, lini belakang berantakan. Cuma bisa memasukan 28 gol dan kebobolan sampai 27 kali adalah catatan yang sangat buruk, Bung! Daripada meratapi kepergian Gerrard, tentu fokus berburu pemain bagus jauh lebih penting. Kalau gak bisa berburu pemain bagus, ya setidaknya berburu gebetan baru.

Dengan kehadiran pemain baru, Liverpool bisa membantu Gerrard mengakhiri karirnya di Anfield dengan manis. Satu trofi Piala FA akan menjadi kado manis bagi ulang tahun sang kapten fantastik. Piala itu akan menjadi salam perpisahan manis bagi Gerrard. Tak perlu lagi berduka. Ayo kerja, kerja, kerja, demi Piala FA. Kalau tidak mampu mendapatkan piala FA setidaknya ayo berburu Piala Citra.

Mari balas ejekan fans tim-tim instan itu. Sebuah gelar di akhir karier Gerrard bakal jadi pembuktian bahwa Liverpool bukan tim yang nggak bakal menang lagi. Mari buktikan, jika kebesaran Gerrard tak bisa dihancurkan oleh licinnya rumput Anfield musim lalu. Dan bersyukurlah, karena mereka yang menjadikan Gerrard bahan ejekan sudah menerima karma dengan melihat pemain pujaannya mencetak gol ke gawang klub kesayangannya setelah pindah. Mantan selalu membawa malapetaka. Camkan itu!

Gerrard memang pemain yang tak tergantikan dalam sejarah Liverpool dua dekade ini. Tapi ingatlah, tidak ada pemain yang lebih besar dari klub. Pemain dan pelatih boleh masuk dan keluar, tapi Liverpool harus tetap berjaya. Selamat jalan, Kapten, semoga kau tidak pindah ke New York City FC. Kalau main di klub Indonesia sih, tidak masalah. Cuma biasakan pakai helm. Di sini, lemparan batu adalah tanda cinta suporter kepada gundul para pemain sepakbola.

Terakhir diperbarui pada 8 November 2018 oleh

Tags: LiverpoolSteven Gerrard
Aditia Purnomo

Aditia Purnomo

Asli Tangerang, tinggal di Jogja. Tukang review hape baru. Pernah ganti hape 50 kali dalam 3 tahun.

Artikel Terkait

Harry Maguire Bek Dungu Manchester United Anti Bullying MOJOK.CO
Esai

Harry Maguire, Bek Dungu Milik Manchester United yang Mengajari Kita Makna Ketahanan Mental dan Cara Melawan Bullying

20 Oktober 2025
Untung Mohamed Salah Nggak Jadi Buruh di Indonesia MOJOK.CO
Esai

Beda Nasib Mohamed Salah dan Pekerja di Indonesia saat Menyuarakan Hak: Menghasilkan Ketimpangan yang Dinormalisasi

6 Januari 2025
NGGAK MASUK AKAL! MU KALAH 7-0 DAN ALASAN KENAPA SEKOLAH HARUS JAM 5 PAGI!
Video

Nggak Masuk Akal! MU Kalah 7-0 dan Alasan Kenapa Sekolah Harus Jam 5 Pagi

8 Maret 2023
Klopp Out? Liverpool Nawaitu Ibadah Puasa Gelar Epl 30 Tahun Lagi!
Video

Klopp Out? Liverpool Nawaitu Ibadah Puasa Gelar Epl 30 Tahun Lagi!

25 Agustus 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ketika Video Korban Kecelakaan Mengubah Kematian Menjadi Tontonan MOJOK.CO

Ketika Video Korban Kecelakaan Mengubah Kematian Menjadi Tontonan

24 Juli 2026
Dalang cilik perempuan asal Klaten yang menyukai wayang. MOJOK.CO

Jadi Perempuan Satu-satunya di Lomba Dalang Anak Klaten, Bocah 13 Tahun Ini Buktikan Wayang Tak Kenal Gender

22 Juli 2026
Ilustrasi - Cerita bapak dulu bungah antar anak wisuda sarjana dari PTS Jogja, kini nelangsa antar anak susah cari kerja meski modal ijazah S1 MOJOK.CO

Cerita Bapak Dulu Bahagia Antar Anak Wisuda Sarjana, Kini Nelangsa Antar Cari Kerja Pakai Ijazah SMA karena S1 Tak Guna

19 Juli 2026
Mahindra Scorpio, mobil pick up mewahnya Koperasi Merah Putih MOJOK.CO

Pengalaman mengendarai dan mengomentari Mahindra Scorpio, mobil pick up Koperasi Merah Putih yang terlalu bagus di depan Pak Babinsa langsung

21 Juli 2026
orang kota slow living di desa, jakarta, norak.MOJOK.CO

Standard Ganda: Orang Kota Sok Lebih Berkelas, Padahal di Mata Orang Desa Sama Noraknya

21 Juli 2026
Koperasi di Yogyakarta. MOJOK.CO

Hari Koperasi Nasional ke-79 di DIY: Sudah Saatnya Koperasi sebagai Sakaguru Perekonomian Nasional Nggak Lagi Gaptek

23 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.