Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Betapa Kompaknya Pendukung Pak Prabowo: Aset Bangsa!

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
10 Juni 2019
A A
Prabowo Imbau Pendukungnya Tidak Berdemo di MK saat Sidang Sengketa Pilpres Berlangsung - Mojok.co
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Pak Prabowo tak perlu bersedih jika nanti kalah lagi di Mahkamah Konstitusi. Banyak yang sayang sama Bapak. Mereka aset bangsa yang mulia.

Sejak Sabtu (8/6) hingga Minggu (9/6) santer beredar kabar kalau pendukung Prabowo bergerak masuk Jakarta memanfaatkan arus balik Lebaran 2019. Gerakan massa tersebut, konon, akan menggelar aksi di depan gedung Mahkamah Konstitusi (MK) di sidang perdana sengketa hasil pemilu oleh pemohon Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Kabar burung adanya gerakan massa dari daerah ke Jakarta memanfaatkan momen arus balik kali pertama diungkapkan Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo. Beliau mengaku kepolisian tengah memantau isu adanya gerakan massa tersebut.

Massa itu kabarnya bakal menggelar aksi ketika sidang di Mahkamah Konstitusi (MK) terkait gugatan hasil pemilu oleh kubu Prabowo. Pak Dedi sendiri menegaskan kalau Polda Metro Jaya sudah melakukan berbagai antisipasi terkait adanya rumor tersebut. “Dari Polda Metro sudah menyiapkan langkah-langkah antisipasi,” kata Dedi seperti dikutip oleh jawapos.com.

Nah, terkait pergerakan massa ini, tim BPN Prabowo-Sandi malah membantahnya. Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Andre Rosiade, menegaskan tidak tahu rumor pemanfaatan arus mudik Lebaran untuk mobilisasi aksi massa. Selama ini, BPN tidak pernah melakukan mobilisasi massa untuk melakukan demonstrasi di MK. “BPN tidak pernah mobilisasi massa untuk melakukan demo di MK. Jadi, saya gak tau dapat isu dari mana kepolisian,” tegas Andre.

Andre Rosiade menambahkan kalau tim BPN hanya fokus kepada sidang perdana di MK. Salah satu pekerjaan yang sedang dikebut adalah melengkapi kesaksian dan bukti yang akan diungkap di hadapan majelis hakim. “Kedua fokus kami. Kalau pihak kepolisian punya informasi seperti itu ungkap saja. Jangan sampai baru isu dan rumor polisi sudah bicara. Kan akhirnya menimbulkan kegaduhan, kekhawatiran dan kekisruhan.”

Kekompakan pendukung Prabowo yang mengagumkan

Kita perlu mengakui. Tanpa ada pergerakan massa pun, pendukung Prabowo adalah kelompok yang sangat kompak. Mereka, yang jumlahnya hingga ribuan, bisa bergerak dengan teratur. Seperti satu komando. Membuktikan kalau mereka sudah menyatu dari hati. Seiya sekata, bergerak dengan ritmis.

Misalnya saja ketika aksi 22 Mei. Ketika massa yang sudah berdemo sejak pagi hingga lepas malam, massa baru datang untuk menggantikan. Pergantian massa ini hampir tidak terasa. Sudah seperti perhantian pemain di olahraga futsal, di mana pemain tidak perlu memanggil wasit untuk pergantian. Pokoknya satu keluar, satu masuk.

Kekompakan mereka sudah melebihi kekompakan penonton berdedikasi di acara Dahsyat. Gerakan cuci-jemur-cuci-jemur itu terlihat seperi gerakan anak kecil di depan kekompakan pendukung Pak Prabowo. Ini jenis pendukung yang sudah sangat terlatih dan terampil, melebihi kemampuan anak STM.

Pendemo pengganti malah bikin kisruh kamu kata? Ahh, itu kan hanya oknum. Toh sepanjang hari kita sudah disuguhi oleh aksi damai oleh pendukung Prabowo, yang betul-betul damai.

Oleh sebab itu, dear Pak Prabowo, tidak perlu berkecil hati apabila akhirnya kalah di MK seperti di tahun 2014. Banyak yang sayang sama Bapak. Banyak yang siap mengorbankan waktu, tenaga, dan harta untuk bergerak bersama satu irama untuk aksi damai di depan gedung apa saja yang memungkinkan untuk dijadikan halaman demo.

Nah, apabila nanti Pak Prabowo kalah, saya sarankan Bapak lebih banyak menghabiskan waktu dengan para orang tersayang ini. mereka ini aset bangsa. Bisa dimanfaatkan demi kemaslahatan masyarakat Indonesia. Ini saya kasih beberapa saran:

1. Jadikan mereka fans badminton.

Tahukah Pak Prabowo, kalau di turnamen Australia Open 2019 terjadi all-Indonesian final di partai tunggal putera? Jonatan “Jojo-si-perut-roti-sobek” Christie berhasil mengalahkan Anthony Ginting. Ini tentu sebuah prestasi yang sungguh sejuk di tengah prestasi badminton Indonesia yang megap-megap.

Kalau berlaga di Indonesia sih tak perlu diragukan animo para pendukung. Mau main di mana saja, arena pasti bergemuruh. Nah, lain soal kalau main di luar negeri. Terkadang, teriakan fans badminton Indonesia masih kurang kuat. Gagal meresap ke dalam pori-pori kulit para atlet “namplek” yang sedang berlaga.

Iklan

Nah, untuk soal animo dan totalitas, pendukung Pak Prabowo yang super kompak itu bisa diberdayakan. Tinggal kasih tiket pulang dan pergi saja. Kalau satu kelompok lelah mendukung, kelompok lain datang. Selang-seling, bergantian, seirama, sungguh kompak. Saya yakin, atlet badminton negara lain pasti terintimidasi.

2. Pendukung Pak Prabowo cikal bakal “hooligans” sepak bola yang cinta damai.

Pak, seblangsak apapun balbalan lokal, para pendukung klub Indonesia tak akan berpikir dua kali untuk datang ke stadion. Ini bisa jadi bisnis besar. Pak Prabowo bisa mengalihkan sebagian besar dana peternakan kuda untuk bikin klub sepak bola.

Misalnya dikasih nama Hambalang Timberwolves. Alih-alih menggunakan Buddy si Anjing sebagai “aktor”, Pak Prabs bisa melatih kuda-kuda Bapak sebagai pemain andalan. Secara fisik, mereka lebih besar ketimbang Buddy si Anjing. Tinggal main bola atas saja, main umpan lambung, mereka pasti gampang bikin gol.

Nah, di sisi lapangan, di atas tribun, pendukung yang militan akan sangat berguna. Mereka bisa bikin tifo, giant flag, hingga chant yang menarik. Asal jangan nyalain flare dan nyanyi ujaran kebencian ya, PSSI doyan betul kasih denda. Saya yakin fans sebrutal apapun di luar sana nggak bakal ada yang berani dengan pendukung Pak Prabs.

3. Bikin UKM hingga MLM.

Sumber daya manusia adalah modal. Usaha kecil menengah (UKM) menyumbang sekitar 60 persen dari PDB (Product Domestic Bruto) dan juga memberikan kesempatan kerja pada banyak orang. Jadi, bisnis UKM di Indonesia akan terus berkembang dan memberikan peluang usaha yang menguntungkan.

Mulai dari usaha kuliner, gaya busana, hingga agribisnis bisa menjadi pilihan. Apalagi Pak Prabowo sudah punya kebun yang luas. Sumber daya manusia sebesar itu tentu bisa diberdayakan. Atau, kalau mau agak ekstrem, bisa diberdayakan untuk MLM.

Pilihannya terbentang luas. Mulai dari nutrisi, alat kesehatan, bubuk abate, hingga pengeleman benang teh celup. Bayangkan, betapa mudahnya mencari downline. Pak Prabs senang, para pendukungnya bahagia karena mereka mendapatkan pemasukan tambahan. Sungguh berfaedah.

Nah itulah, Pak. Banyak yang sayang sama Bapak. Tak perlu bersedih kalah kalah lagi. Mereka selalu ada dan berlipat ganda. Cut off one head, and two shall take its place.

Terakhir diperbarui pada 10 Juni 2019 oleh

Tags: jokowimkprabowo
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius Mengenal Perjuangan Rakyat Prancis MOJOK,CO
Esai

Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius untuk Mengenal Perlawanan Rakyat Prancis

1 Juni 2026
Museum Ibu Marsinah jangan berhenti sebagai simbol, tapi negara harus serius pikirkan kesejahteraan kaum buruh MOJOK.CO
Tajuk

Museum Ibu Marsinah Jangan Berhenti sebagai Simbol, Tapi Kesejahteraan Buruh Harus Benar-benar Dipikirkan

18 Mei 2026
Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO
Esai

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
kapitalisme terpimpin.MOJOK.CO
Ragam

Bahaya Laten “Kapitalisme Terpimpin” ala Prabowonomics

21 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Waisak 2026 di Candi Borobudur Magelang jadi momentum bagi sebuah keluarga Buddha asal Temanggung untuk meluruhkan ego diri MOJOK.CO

Waisak di Borobudur untuk Meluruhkan Ego Diri, Menerima Kesadaran atas Renungan “Hidup untuk Apa di Dunia Fana?”

31 Mei 2026
Adegan horor tiap awal bulan di kehidupan dewasa. Gajian ludes seketika karena kebutuhan MOJOK.CO

Awal Bulan di Kehidupan Dewasa Itu Horor: Setelah Gajian Gaji Langsung Ludes di Kalkulator

2 Juni 2026
Ambisnya Orang Tua di Jogja Demi Sekolah Favorit untuk Anaknya MOJOK.CO

Ambisnya Orang Tua di Jogja demi Sekolah Favorit untuk Anaknya

1 Juni 2026
Campus League Basketball 2026 Regional Jakarta Season 1 tidak hanya jadi panggung prestasi basket, tapi juga warna baru solusi mobilitas masa depan anak muda dengan motor listrik Polytron MOJOK.CO

Puncak Campus League Basketball 2026 Jakarta S1: Tak Hanya Jadi Panggung Basket tapi Juga Hadirkan Solusi Mobilitas Masa Depan Anak Muda

2 Juni 2026
Kenapa Hidup di Jogja Membuat Saya Terlalu Santai Menghadapi Tagihan yang Seharusnya Bikin Panik MOJOK.CO

Kenapa Hidup di Jogja Membuat Saya Terlalu Santai Menghadapi Tagihan yang Seharusnya Bikin Panik

3 Juni 2026
Rasyiid, mahasiswa penerima Beasiswa KIP Kuliah UMSURA yang sisihkan uang untuk modal usaha MOJOK.CO

Sisihkan Uang Beasiswa KIP Kuliah buat Modal Usaha, Kuliah Sambil Topang Ekonomi Keluarga hingga bikin Ibu Bangga

2 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.