Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

5 Kegiatan yang Cocok Dilakukan Setelah Nyoblos

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
16 April 2019
A A
habis nyoblos ngapain ya? MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Kalau berangkat lebih pagi untuk nyoblos, kamu akan punya waktu luang seharian penuh. Nah, berikut lima kegiatan yang bisa kamu pilih setelah nyoblos.

Ada lima kegiatan yang bisa kamu lakukan setelah selesai nyoblos. Sebetulnya masih ada banyak kegiatan yang bisa lakukan, nggak hanya lima saja. Apalagi kalau kamu golput. Pilihan kegiatan selain nyoblos menjadi lebih banyak, variatif, dan kreatif. Misalnya apa? Tidur! Kan ada yang bilang kalau tidur adalah ibadah. Bisa istirahat, sekaligus mengumpulkan pahala.

Iklan

Selain tidur, kamu bisa ngapain lagi? Naik gunung pilihan yang menarik. Sampai di puncak, kamu bisa pasangan bendera Mapala. Atau kalau kamu pendaki independen, bisa pasang bendera Slank. Asikin aja, nggak usah dibikin ribet milih bendera untuk dikibarkan di puncak, lalu cekrek foto buat feed Instagram.

Nah, buat kamu yang memutuskan untuk menggunakan hak pilih, berikut lima aktivitas yang bisa kamu lakukan setelah nyoblos.

1. Habis nyoblos di TPS enaknya tidur!

Buat kamu milenial paruh akhir, yang berangkat kerja pukul 06.00 pagi dan sampai rumah pukul 20.00, salah satu kegiatan yang mungkin tidak akan kamu tolak adalah gegoleran di atas kasur. Kalau bisa seharian penuh, di tengah minggu, sambil ngulang Games of Thrones dari Season 1.

No worries, mate. Impian itu bisa kamu wujudkan di hari coblosan. Yang perlu kamu lakukan hanya menjalani kegiatan seperti sedia kala. Bangun pukul 05.00, mandi yang bersih, tapi kali ini nggak usah ribet milih chinos mana yang mau dipakai, kemeja yang matching, dasi yang cocok, sepatu yang menunjang, dan jam tangan yang manis di pergelangan. Cukup pakai celana pendek dan kaos oblong.

Pukul 07.00 bergegas ke TPS, nyoblos. Kalau antrian belum panjang, paling butuh 20 menit untuk mendaftar dan nyoblos. Setelah itu, pukul 08.30–mampir beli soto ayam untuk sarapan–kamu sudah ada di rumah. Sarapan dengan perlahan, nikmati waktu senggang itu, lalu tidur sampai sore. Sungguh, nyoblos adalah liburan dadakan di tengah minggu yang penuh faedah.

2. Piknik dengan keluaga sekaligus inden maaf-maafan.

Banyak teman saya yang memutuskan untuk sekalian pulang kampung untuk nyoblos. Ini pilihan yang bijak. Ketemu keluarga memberikan dua keuntungan, terutama untuk kamu anak kos. Pertama, makan gratis untuk beberapa hari. Kedua, kamu bisa “inden” maaf-maafan. Maklum, Lebaran sudah dekat dan siapa tahu, kamu nggak bakal bisa mudik.

Kegiatan ketiga adalah piknik! Bisa dengan keluarga, bisa dengan teman kecil. Mancing, nge-bir di pantai, nongkrong di pertigaan duduknya di atas motor yang distandar tengah sambil godain mbak-mbak yang lewat, adalah pilihan menarik. Siapa tahu karena kegiatan-kegiatan itu kamu lalu memutuskan tinggal dan memajukan desa, meninggalkan kota yang mulai terlihat “tua dan lelah itu”.

3. Berburu diskonan berbekal tinta nyoblos.

Sebagai usaha meramaikan dan menarik minat warga untuk nyoblos, banyak rumah makan dan taman bermain yang memberikan diskon. Yang perlu kamu tunjukkan hanya menunjukkan bekas tinta di kelingking.

Ini momen yang sungguh emas bagi warung makan atau produk-produk baru yang perlu diperkenalkan. Promo diskon 20 persen, misalnya. Diunggah di Instagram, sudah pasti bakal menyerap pengunjung, calon pelanggan.

Momen diskon setelah nyoblos juga bisa digunakan oleh minimarket. Misalnya dengan membuat promo paket beli dua gratis satu, atau yang paling seksi masih soal diskonan. Ini strategi yang jitu untuk mengeluarkan stok lama, yang sudah mau kedaluwarsa supaya laku. Ya tentu saja kalau itu minimarket yang jahat, memanfaatkan pelanggan yang mudah tersirap oleh diskonan.

4. Pamer kelingking yang kena tinta coblosan.

Kegiatan paling paripurna setelah nyoblos adalah pamer. Cekrek, foto, unggah di Instagram. Sertakan wording yang ndakik-ndakik soal menentukan pilihan. Kalau perlu sekalian ngejek mereka yang golput. Karena kegiatan yang norak itu adalah sesuatu yang menyenangkan. Terutama bagi mereka-mereka yang kehidupannya ada di media sosial.

5. Kerja!

Setelah nyoblos ngapain? Ya kerja lagi, lah! Apalagi buat mereka yang kerja di media, yang nggak bisa betul-betul merasakan libur nyoblos secara penuh. Setelah nyoblos, mereka harus bergegas kembali ke kantor, masuk shift sore, untuk sibuk memantau hasil quick count.

Iklan

Lagian, mau Jokowi yang menang, atau Prabowo yang akhirnya jadi presiden, yang “kalah” ya tetap kamu. Cicilan kamu yang bayar, tagihan listrik kamu yang bayar, naik ojek online kamu yang bayar, belanja di pasar kamu yang bayar, jajan kopi 50 ribu lalu ngeluh kemahalan tapi tetap pakai wording bahagia ketika diunggah di Instagram ya kamu juga yang bayar.

Jadi ya ngapain sih pakai pamer jari dicelup tinta segala. Norak!

Terakhir diperbarui pada 16 April 2019 oleh

Tags: jokowiNyoblosPilpres 2019prabowoTidur
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Nasib Yamaha Byson Baru yang Dicintai Setelah Tak Bisa Dimiliki MOJOK.CO
Otomojok

Nasib Yamaha Byson dan Paradoks Benda yang Baru Dicintai Setelah Berhenti Diproduksi dan Tak Bisa Dimiliki Lagi

2 Juli 2026
Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius Mengenal Perjuangan Rakyat Prancis MOJOK,CO
Esai

Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius untuk Mengenal Perlawanan Rakyat Prancis

1 Juni 2026
Museum Ibu Marsinah jangan berhenti sebagai simbol, tapi negara harus serius pikirkan kesejahteraan kaum buruh MOJOK.CO
Tajuk

Museum Ibu Marsinah Jangan Berhenti sebagai Simbol, Tapi Kesejahteraan Buruh Harus Benar-benar Dipikirkan

18 Mei 2026
Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO
Esai

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Konten Kreator Perjalanan dapat pelajaran hidup di Lombok. MOJOK.CO

Konten Kreator Perjalanan Nyaris Luntang-lantung karena Tak Punya Uang, Malah Menangis Saat Meninggalkan Lombok

21 Juli 2026
sarjana, ijazah s1, pekerja, gen z, kerja, PNS di desa lebih menyenangkan. MOJOK.CO

Seporsi Kekalahan Sarjana di Sleman: Susah Payah Dapat Ijazah S1, Ujung-ujungnya Kerja Setara Lulusan SMA karena Tak Punya Pilihan

20 Juli 2026
Mahindra Scorpio, mobil pick up mewahnya Koperasi Merah Putih MOJOK.CO

Pengalaman mengendarai dan mengomentari Mahindra Scorpio, mobil pick up Koperasi Merah Putih yang terlalu bagus di depan Pak Babinsa langsung

21 Juli 2026
Curhat kasir Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di jalanan desa sepi. Sepi pembeli, sekali ada pembeli bukan karena butuh tapi iseng dan bikin kesel MOJOK.CO

Derita Kasir Kopdes di Desa Pelosok: Hari-hari Sepi, Pembeli Datang Bukan karena Kebutuhan tapi Sengaja Bikin Kesal

21 Juli 2026
Jaga Momentum Emas di Mandalika, Mario Aji dan Veda Ega Siap Unjuk Gigi di Kandang Sendiri MOJOK.CO

Jaga Momentum Emas di Mandalika, Mario Aji dan Veda Ega Siap Unjuk Gigi di Kandang Sendiri

20 Juli 2026
orang kota slow living di desa, jakarta, norak.MOJOK.CO

Standard Ganda: Orang Kota Sok Lebih Berkelas, Padahal di Mata Orang Desa Sama Noraknya

21 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.