Andi Arief MOJOK.CO

Andi Arief Bikin Banyak Pernyataan Kontroversial Itu Karena Pakai Sabu?

MOJOK.COAndi Arief tertangkap tangan sedang mengonsumsi narkoba jenis sabu-sabu. Jangan-jangan, kontroversinya selama ini karena dipicu oleh pengaruh sabu-sabu?

Kira-kira ada enam pernyataan kontroversial Andi Arief yang viral. Bahkan beberapa darinya dianggap sebagai hoaks. Nah, kalau kemarin pernyataannya yang jadi pembicaraan warganet, kali ini soal perilakunya. Senin (4/3), politisi Partai Demokrat itu tertangkap tangan sedang mengonsumsi nasi goreng kambing dan es teh tawar. Ahh maaf, maksud saya, sabu-sabu, narkoba.

Begitu berita itu viral, langsung saja, banyak orang yang menuduh Andi Arief banyak menyemprotkan gibberish di media sosial karena kepalanya jadi sangat ringan karena pakai sabu. Salah satunya adalah Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf, Raja Juli Antoni.

Beliau curiga pernyataan-pernyataan kontroversi Andi di media sosial selama ini karena yang bersangkutan sedang memakai obat-obatan terlarang. Salah satunya ketika Andi menyebarkan twit soal hoaks tujuh kontainer surat suara.


“Publik mungkin bertanya-tanya apakah ketika Andi ngetwit soal tujuh kontainer surat suara yang sudah tercoblos lagi nyabu sehingga tidak sepenuhnya sadar,” kata Toni ketika dikonfirmasi oleh Tirto, Senin (4/3/2019).

Bukan hanya soal tujuh kontainer surat suara yang sudah tercoblos lagi, masih ada lima pernyataan kontroversia Andi Arief lainnya. Jangan salahkan jika warganet jadi curiga.

Pertama, Andi Arief minta Jokowi berikan matanya kepada Novel Baswedan. Andi Arief mengkritik Jokowi terkait lambatnya penanganan kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan. “Kalau masih ada yang yang berkoar soal penculikan atau pembunuhan masa lalu, sebaiknya besok pagi lihat mata Novel Baswedan. Tanyakan pada sebelah matanya, Jokowi ngapain aja?” kicaunya lewat akun Twitter @AndiArief_

Andi menyebut Jokowi seharusnya memberikan satu matanya kepada Novel karena Jokowi dianggap tidak bisa melihat persoalan ini secara saksama. “Kenapa mata Pak Jokowi? Karena percuma punya mata tapi tau mau melihat persoalan yg mudah ini untuk diselesaikan,” tambah Andi.

Baca juga:  7 Karakter Caleg Fiktif dari Paslon Fiktif Nurhadi-Aldo

Kedua, rumahnya di Lampung diegrebeg. Ia pernah mengaku rumahnya yang berada di Lampung digerebek. Andi pakai istilah digeruduk. Ia meminta Jokowi menghentikannya. “Rumah saya di Lampung digeruduk dua mobil Polda mengaku cyber. Pak Kapolri, apa salah saya. Saya akan hadir secara baik-baik kalau saya diperlukan,” kata Andi lag-lagi via Twitter.

Ketiga, soal analogi “istri muda” dan “istri setia” untuk menggambarkan keputusan Demokrat untuk berkoalisi dengan Prabowo dan Sandiaga Uno seperti “istri setia” yang meneruskan hubungan dengan suami yang berselingkuh.

“Meneruskan koalisi dengan Prabowo ini bagi Demokrat ibarat istri setia meneruskan bahtera rumah tangga, di mana suami yang baru menikah tertangkap selingkuh dan diam-diam punya istri muda yang mata duitan,” tulis Andi di akun Twitter @andiarief_

“Gerakan #2019GantiPresiden bukan untuk mengganti presiden, tapi itu hanya taktik dua istri muda untuk menaikkan uang belanja. Rakyat dimobilisasi, elitenya bagi-bagi uang,” tambahnya.

Keempat, Andi Arief menyebut Prabowo tak serius nyapres. “Ini otokritik: kalau dilihat cara berkampanyenya, sebetulnya yang mau jadi Presiden itu @sandiuno atau Pak Prabowo ya. Saya menangkap kesan Pak Prabowo agak kurang serius ini mau jadi Presiden,” lagi dan lagi, Andi sungguh mencintai akun Twitternya. Sekali-sekali nulis gibberish di Mojok, Pak.

Kelima, dan yang paling nyelekit adalah soal mahar dan jenderal kardus.

Jenderal kardus berawal dari isu mahar Rp500 miliar. Andi Arief menuding Sandiaga Uno membagi-bagikan masing-masing Rp500 miliar kepada PAN dan PKS untuk memilih mantan Wagub DKI Jakarta itu sebagai cawapres Prabowo Subianto di Pilpres 2019

Baca juga:  Karena Tanya “Kapan Punya Anak?” Lebih Berbahaya daripada Tanya "Kapan Nikah?"

Hal itu disampaikan Andi pada akhir pendaftaran Pilpres 2019. Andi mencuit soal kekecewaannya terhadap Prabowo, yang lebih memilih Sandiaga sebagai pasangannya. Andi lantas menyebut Prabowo sebagai jenderal kardus. Savage!

“Prabowo ternyata kardus. Malam ini kami menolak kedatangannya ke Kuningan. Bahkan keinginan dia menjelaskan lewat surat sudah tak perlu lagi. Prabowo lebih menghargai uang ketimbang perjuangan. Jenderal kardus.”

“Di luar dugaan kami, ternyata Prabowo mementingkan uang ketimbang jalan perjuangan yang benar. Sandi Uno yang sanggup membayar PAN dan PKS masing-masing Rp500 M menjadi pilihannya untuk cawapres,” tambahnya.

Benarkah kecurigaan Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN), Raja Juli Antoni bahwa cuitan kontroversial Andi itu karena pengaruh sabu? Biar kita semua paham, berikut ciri-ciri orang yang sudah terpapar salah satu jenis narkoba itu. Saya kutipkan utuh dari halosehat.com biar terkesan ilmiah:

Satu, gelisah dan tidak bisa tenang. Sabu-sabu memberikan efek energi yang berlebihan pada pecandunya. Energi yang berlebihan ini kemudian akan berimbas pada kondisi tubuhnya yang mudah merasa gelisah dan tidak bisa diam.


Dua, gangguan kecemasan,  merupakan gejala standar yang muncul karena penggunaan sabu-sabu. Hal ini juga merupakan faktor lain yang membuat pecandunya merasa gelisah dan tidak mau diam dan tenang.

Tiga, depresi dapat terjadi ketika pecandu narkoba mengalami sakau dan membutuhkan sabu-sabu. Pada saat ini, efek sabu-sabu seperti meledaknya energi dan rasa seperti terbang seolah tidak ada beban hidup pun mulai menghilang. Hal ini membuat pecandu akan terus mencari cara untuk mendapatkan sabu-sabu.

Empat, memiliki semangat yang tinggi. Merupakan efek langsung yang dapat dirasakan pecandu ketika melakukan kegiatan nyabu. Hal ini merupakan pengaruh dari amphetamine yang terdapat pada sabu-sabu, sehingga energi akan meledak-ledak, dan memiliki semangat yang tinggi. Seolah-olah energi yang dimiliki tidak akan pernah habis dan ada terus.

Baca juga:  Saran Buat Bupati Klaten Sri Mulyani tentang Benda Apa Saja yang Seharusnya Dipasangi Foto Wajahnya

Lima, paranoid merupakan kondisi dimana pecandu sabu-sabu merasa seperti dikejar-kejar dan merasa hidupnya terancam. Singkatnya, paranoid adalah ketakutan yang berlebihan akan suatu hal yang akan terjadi. Hal ini menjadi salah satu efek dari sabu-sabu, sehingga beberapa pecandu sering mengurung diri, karena takut akan bahaya yang mengancam.

Enam, delirium merupakan perubahan kesadaran yang terjadi sebagai efek nyabu. Pecandu akan merasa tidak sadar akan hal-hal apa saja yang dia lakukan, serta secara tidak sdar pula dapat melakukan tindakan kriminalitas.

Tujuh, dengan energi yang bertambah dan meledak-ledak, disertai dengan kondisi tubuh yang sensitive dan mudah tersinggung, maka pecandu sabu-sabu akan memiliki kecenderungan untuk bertindak lebih agresif.

Delapan, sensitif dan mudah tersinggung. Salah satu efek dari kegiatan nyabu adalah pecandunya menjadi sosok yang sangat mudah tersinggung, dan sensitif. Ibaratnya disenggol sedikit pun, mungkin mereka bisa membunuh orang.

Sembilan, halusinasi, merupakan suatu keadaan di mana pecandu melihat sesuatu atau merasakan sesuatu yang sebenarnya tidak ada.

Nah, apakah dari sembilan indikasi di atas, gibberish dan kontroversi Andi Arief termasuk? Saya sih nggak tahu. Saya cuma membagikan bahan buat kalian. Bahan untuk bertengkar di media sosial, di grup-grup wasap keluarga atau alumni, kalau perlu di jalan raya!

Ayo, saling serang! Kan begitu esensi Pilpres 2019 yang makin brengsek ini, sebrengsek Ulin Yusron yang maling konten Mojok untuk kempanye brengsek. Brengsek kamu semua!