MOJOK.COShopee Liga 1: Bali United vs Persebaya Surabaya | Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar | Siaran langsung Indosiar, pukul 20.30 WIB | Prediksi: Bali United menang.

Salam Satu Nyali! Wani! Bertandang ke Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali adalah sebuah tantangan tersendiri bagi Persebaya Surabaya. Ahh, kapan Persebaya tidak harus melewati “tantangan terjal” di kolom sejarah sepak bola Indonesia? Bajul Ijo selalu bertarung dengan ketidakmungkinan, bergumul dengan kesusahan.

Banyak unsur negatif yang menyertai lawatan Persebaya ke rumah Bali United pada laga perdana keduanya di Shopee Liga 1 musim ini.

Pertama, kuota suporter pasti tidak akan bisa dipenuhi. Diperkirakan ada sekitar 3000 Bonek yang akan melakoni jalan sunyi mereka, laku Tret tet tet, menuju Bali. Sementara itu, hanya ada jatah 1500 tiket untuk Bonek. Bonek sudah terlatih dengan kondisi ini. Oleh sebab itu, seharusnya, tidak menjadi masalah.

Kedua, jadwal yang padat. Oleh Azrul Ananda, Presiden Persebaya Surabaya, jadwal ini disebut sebagai “jadwal yang tidak manusiawi”. Bajul Ijo, dan mungkin beberapa klub juga merasakannya, yaitu harus bermain tiga kali dalam kurun 15 hari. Sebuah kondisi tidak ideal untuk tim-tim di Indonesia karena masalah kebugaran.

Apalagi jika mempertimbangkan kondisi geografis dan jauhnya jarak, jadwal ini bakal merontokkan prestasi karena stamina yang belum terbina. Untungnya, tim Persebaya sudah punya infrastruktur yang membantu tim pelatih membangun kebugaran pemain. Bagaimana dengan klub yang tidak memilikinya?

Sudah makannya nasi rames, minumnya es teh manis, dan tidur terlalu malam. Kebiasaan-kebiasaan yang bakal menggerus stamina pemain.

Kesulitan ketiga adalah beberapa pemain penting Persebaya harus absen di laga perdana nanti. Ada empat pemain penting yang bakal absen karena alasan cedera dan administrasi. Mereka adalah Otavio Dutra, Oktafianus Fernando, dan Nelson Alom yang cedera. Sementara itu, Amido Balde belum menyelesaikan urusan administrasi.

Ada 18 pemain yang dibawa, mereka adalah: Miswar Saputra (GK), Abdul Rohim (GK), M Syaifuddin, Novan Setya Sasongko, Koko Ari Araya, Rachmat Irianto, Hansamu Yama, Abu Rizal Maulana, Ruben Sanadi, M Hidayat, Fandi Eko Utomo, Rendi Irwan, Alwi Slamat, Manuchekhr Dzhalilov, Damian Lizio, Elisa Basna, Irfan Jaya, dan Osvaldo Haay.

Lalu, apa yang bisa diharapkan dari situasi yang ada? Mengingat Persebaya dan perjuangan panjang mereka melawan ketidakadilan, setidaknya ada dua yang bisa dijadikan pegangan.

Pertama, adalah seorang bocah berusia 12 tahun, bernama I Gede Deni Sanjaya, yang nekat naik sepeda dari rumahnya di Desa Bawal Sabu, Mataram, Lombok Barat, menuju Surabaya untuk bisa menonton Persebaya dan bertemu Irfan Jaya, pemain favoritnya.

Deni, bocah 12 tahun itu sudah tiga kali berusaha ngontel dari Lombok menuju Surabaya!

“Pada percobaan sebelumnya Deni bahkan sudah sampai di Ketapang, Banyuwangi. Yang sampai Klungkung kemarin adalah yang ketiga. Dan semoga yang terakhir, membahayakan,” ungkap Nyoman Sukade, ayah dari Deni seperti dilansir oleh persebaya.id.

Pada percobaan ketiga, Deni tidak lagi naik sepeda. Ia dijemput oleh manajemen Persebaya yang tergerak hatinya setelah berita soal Deni viral. Bocah 12 tahun itu akhirnya bisa menonton Persebaya ketika melawan Persela Lamongan sekaligus bertemu langsung dengan Irfan Jaya.

Jatuh cinta dengan Persebaya memang hal yang mudah. Deni pun merasakannya. Ia langsung merasa mendapatkan keluarga baru ketika kali pertama berinteraksi bersama Bonek dari Surabaya. “Kakak-kakak Bonek semuanya baik, saya seperti menjadi bagian dari mereka,” kenang Deni.

Deni sendiri menunjukkan “kenekatan” dengan jalan kaki menuju ke salah satu pusat perbelanjaan yang jaraknya empat kilometer dari rumah. Deni pergi ke salah satu gerai untuk mengisi flashdisknya dengan lagu tentang Persebaya.  “Lagu tersebut diputar setiap hari hingga seisi rumah ikut hafal dengan semua lagu-lagu tersebut,” kata Nyoman Arianti, ibu dari Deni.

Kisah Deni, tidak mungkin tidak diketahui para pemain Persebaya. Sebuah contoh kecil untuk di atas lapangan. Bahwa hasil tidak akan mengkhianati kerja keras dan nyali. Tanpa Otavio Dutra, Oktafianus Fernando, Nelson Alom, dan Amido Balde, tidak boleh jadi alasan.

Inilah alasan kedua mengapa Persebaya akan selalu punya kesempatan di kandang Bali United. Irfan Jaya, Osvaldo Haay, dan Damian Lizio harus punya solusi di lini depan. Sekuat apapun Bajul Ijo bertahan, mereka akan selalu butuh lini depan yang bisa mengerjakan tugasnya. Gol bukan hanya soal menghitung keunggulan. Gol adalah sarana terbaik menekan lawan dari sisi mental.

Menghadapi Bali United yang oleh Djadjang Nurjaman disebut sebagai Galacticos punya semua modal untuk menyakiti tim tamu. Pertama, Bali United sudah boleh menggelar pertandingan penonton. Kamu pasti tahu, bermain di kandang sendiri dengan dukungan suporter, membuat tim mana saja yang menjadi tuan rumah menjelman menjadi kesebelasan yang sangat Tangguh. Mitos yang sudah ada selama beberapa generasi.

Kedua, semua pemain penting Bali United sudah bisa bermain. Mereka akan tampil dengan kekuatan penuh. Jangan salah, tim ini menyimpan dendam kepada Persebaya yang musim lalu bisa mengalahkan mereka dua kali. Termasuk Bali United kalah 2-5 di Stadion Dipta. Catatan yang akan dibawa ke musim baru sebagai pengingat.

Motivasi, di sepak bola Indonesia, bahkan sampai bisa mutlak mengikis kemampuan teknis pemain. Sebuah kondisi yang membuat Liga 1 ini menjadi sulit diramal. Pada akhirnya, Persebaya butuh semua nyali mereka untuk meladeni Bali. Tuan rumah, Bali United, butuh motivasi paling sempurna untuk merengkuh nilai tiga di laga pertama.



Tirto.ID
Loading...

No more articles