Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Wikimo Tokoh

Han Gagas

Redaksi oleh Redaksi
22 Maret 2017
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

“Buku adalah senjata buat melawan lupa, melawan kuasa jahat, melawan pembelokan sejarah. Buku juga menyembuhkan diri sendiri dari luka, dari trauma, kesedihan, dan kesepian.”

Rudy Hantoro, atau yang lebih dikenal dengan nama Han Gagas, adalah seorang penulis kelahiran Ponorogo, 21 Oktober 1977. Tumbuh besar di Kota Reog telah memberikan warna tersendiri dalam karya intelektual lelaki lulusan Geodesi, Universitas Gajah Mada (UGM) ini, salah satunya adalah Tembang Tolak Bala, yaitu sebuah karya yang menggabungkan unsur mistis dan sejarah. Karya-karyanya yang lain adalah Sang Penjelajah Dunia (Republika, 2010); Ritual (Gembring, 2012); kumpulan cerita Catatan Orang Gila (Gramedia Pustaka Utama, 2014), dan Orang-Orang Gila (Buku Mojok, 2018). Selain dalam bentuk buku, cerpen Han juga dimuat di berbagai media massa lokal dan nasional, seperti Kompas, Horison, Republika, Tabloid Nova, Seputar Indonesia, Suara Merdeka, dan Kedaulatan Rakyat.

Iklan

Menghadirkan unsur sejarah dalam karyanya, Han ingin menyampaikan kepada para pembaca bahwa sejarah memiliki berbagai versi. Sebuah sejarah mungkin benar bagi A, namun tidak bagi B, tapi bisa jadi benar juga bagi C, dan seterusnya. Hal ini dijumpai dalam Tembang Tolak Bala yang memasukkan cerita tentang pemasangan susuk kekebalan oleh para warok untuk mengantisipasi terjadinya kegentingan politik di sekitar 1965—tahun terjadinya banyak pemberangusan reog yang berafiliasi dengan PKI. Tembang Tolak Bala sendiri adalah sebuah karya yang merangkum semua kejadian di Ponorogo—mulai dari masa kejatuhan Majapahit, kolonial, kependudukan Jepang, era 1965, hingga jatuhnya Soeharto—ke dalam lima bagian.

Suami dari Siti Muslifah dan ayah bagi Galuh Rana dan Revo Samudra Aksara ini memang dekat dengan dunia reog. Pengalamannya bertemu dengan warok yang hampir menggemblak temannya dan berbagai cerita setempat serta hasil membacanya dituangkan  dalam sebuah karya berjumlah 214 halaman tersebut.

Singgah-singgah kala singgah

Pan suminggah durgakala sumingkir

Sing aama sing awulu

Sing suku sing asirah

Sing atenggak kelawan kang sing abuntut

Padha sira suminggaha

Balia mring asalneki

…

(pulanglah segala yang buruk, pulanglah

pulanglah segala yang jahat, menyingkirlah

segala hama penyakit, segala makhluk yang berbulu

segala makhluk berkaki, segala makhluk berkepala

segala makhluk berleher dan berekor

kalian semua menyingkirlah

Iklan

kembalilah ke asalmu)

Jadi, apakah nyata adalah yang terindra? Apakah yang tidak terindra adalah tidak nyata? Keduanya nyata atau keduanya tak satu pun yang nyata? Jangan lupa ya, Lur, malam ini malam Jumat, nanti coba tengok kanan-kirimu. Uwuwuwu~

Terakhir diperbarui pada 22 Maret 2018 oleh

Tags: Catatan Orang Gilahan gagasOrang-Orang Gilapenulis
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Sarjana nganggur digosipin saudara. MOJOK.CO

Dianggap Aib Keluarga karena Jadi Sarjana Nganggur Selama 5 Tahun di Desa, padahal Sibuk Jadi Penulis

22 Desember 2025
Tak Berniat Jadi Penulis, Tapi Hidup Berubah Karena Menulis | Semenjana Eps. 16

Tak Berniat Jadi Penulis, Tapi Hidup Berubah Karena Menulis | Semenjana Eps. 16

10 Juni 2025
Hairus Salim: Mengkritik Karya Pram dan Tiga Kata Kunci Mengenal Karya Pram

Hairus Salim: Mengkritik Karya Pram dan Tiga Kata Kunci Mengenal Karya Pram

18 Maret 2025
Menjadi penulis jika ingin sejahtera maka jangan hanya fokus menulis MOJOK.CO

Panduan untuk Calon Penulis agar Hidup Sejahtera, Karena Tak Cukup kalau Andalkan Royalti Saja

19 Januari 2025
Seperempat Abad Puthut EA Berkarya, Percaya Jadi Penulis Hidupnya Bisa Sejahtera

Seperempat Abad Puthut EA Berkarya, Percaya Jadi Penulis Hidupnya Bisa Sejahtera

4 Oktober 2024
penulis mojok.co

Jadi Penulis Menghasilkan Apa?

3 September 2023
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Garuda Pertiwi Menantang Thailand di Final Srikandi Merdeka Cup 2026, Pertarungan 2 Raksasa Tanpa Cela

Garuda Pertiwi Menantang Thailand di Final Srikandi Merdeka Cup 2026, Pertarungan 2 Raksasa Tanpa Cela

22 Agustus 2026
Kenangan Honda Astrea Grand 1996 di Surabaya. MOJOK.CO

Astrea Grand 1996 Milik Bapak: Saksi Bisu Ketangguhan Orang Tua Saya, Kini Tetap Slay Menyibak Kemacetan Surabaya

27 Agustus 2026
Melalui hidangan Buntil Salmon, Sasanti Restaurant menghadirkan telisik gastronomi dan permakultur yang memberi pengalaman mengesankan dalam mengeksplorasi kekayaan kuliner Nusantara. (Nusaplant)

Melalui Buntil Salmon, Sasanti Restaurant Tak Hanya Bicara Rasa tapi Pertemuan Kekayaan Pangan dan Flora Nusantara

21 Agustus 2026
Sisi lain blusukan kampung di Surabaya Pusat. MOJOK.CO

Sisi Lain Tren Blusukan Kampung: Nggak Seru seperti di Medsos, Malah Dicurigai Pencuri dan Dianggap Tak Tau Adab

20 Agustus 2026
Gelandang Timnas Putri U-16 Indonesia Garuda Pertiwi Ayla Dva Khala Ahisma, Kepala Timnas Putri U-16 Indonesia Garuda Pertiwi Timo Scheunemann, Pelatih Kepala Timnas Putri U-16 Thailand Thidarat Wiwasukhu dan Kapten Timnas Putri U-16 Thailand Kawinthida Kukintod.

Di Lapangan Jadi Lawan, di Luar Jadi Teman: Ayla Bertukar Kaos, Kapten Thailand Bertukar Medsos

23 Agustus 2026
Fikih Hijau ala Masjid Walidah Dahlan UNISA Yogyakarta. MOJOK.CO

Fikih Hijau ala Masjid Walidah Dahlan UNISA: Masjid sebagai Mercusuar Peradaban dan Konservasi Lingkungan

22 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.