Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Video

Udin Amstrong: Menertawakan Hidup dengan Cara Paling Jujur

Redaksi oleh Redaksi
2 Desember 2025
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Episode Putcast kali ini kedatangan sosok unik dari Jogja lantai dua, Burhanudin Baharsyah, atau yang lebih akrab disapa Udin Amstrong. Ia adalah sosok yang barangkali terlihat sederhana, tetapi menyimpan perjalanan hidup yang berlapis dan penuh tikungan.

Ia menapaki hidup dengan cara yang berani dan pelan tapi pasti, dari pekerjaan di sektor keuangan yang menuntut disiplin hingga dunia konten yang kii membawanya dikenal banyak orang.

Perjalanan Udin Amstrong tak pernah direncanakan sebagai sebuah karir besar. Stand up Comedy baginya, dulu hanyalah ruang untuk berbicara dan menertawakan hidupnya sendiri. Dari panggung ke panggung hingga sampai mal yang bising dan sulit penaklukan tawa, ia jatuh bangun membangun kepercayaan diri. Lambat laun ia sadar bahwa tawa yang tampak ringan itu sesungguhnya lahir dari proses yang panjang.

Soal ketenaran, Udin Amstrong tidak pernah benar-benar mengejarnya. Ia justru lebih takut pada satu hal yaitu mulutnya sendiri. sebab ketika sudah nyaman, ia adalah orang yang ceplas-ceplos. ia khawatir suatu hari potongan capanya diambil di luar konteks, disebar tanpa cerita utuh, lalu menjadi bumerang.

Ia juga manusia biasa yang pernah merasa gelisah, takut pada hujatan dan bingung terhadap tuduhan yang lahir dari guyonan semata. Namun dari hal itu ia sadar bahwa ada kalanya kita hanya perlu jujur pada cara kita bercerita.

Filosofi hidupnya pun sederhana “Kalau sudah jadi passion, kerja keras tak lagi terasa.”

Kalimat itu bukan slogan motivasi kosong. Ia menjalaninya secara literal: bekerja dari pagi hingga malam, pulang larut usai open mic, berganti peran dari pekerja, ayah, suami, lalu kembali menjadi komika. Semua dijalani tanpa banyak keluhan, karena di balik lelah itu ada kegembiraan kecil yang terus menyala.

Dari Udin Amstrong kita bisa melihat dan belajar bahwa tawa tidak selalu lahir dari hidup yang mulus dan menertawakan hidup bukan berarti meremehkannya—justru itu cara paling jujur untuk bertahan.

Tags: komika indonesiaPutcaststand up comedyUdin Amstrong

Terpopuler Sepekan

Di Balik Lanyard Startup Jaksel: Digembleng Target Tinggi, Digaji Pas-pasan MOJOK.CO

Di Balik Lanyard Startup Jaksel: Digembleng Target Tinggi, Digaji Pas-pasan

3 Agustus 2026
kekerasan di matraman, kos di jakarta.MOJOK.CO

10 Tahun Merantau Bikin Sadar, Kita Benar-benar Sendiri di Kota Orang: Adanya Teman “Benalu” dan Kalau Susah pun Haram Diketahui Ortu

3 Agustus 2026
Pengamen di Jalan Malioboro Jogja kayak orang malak MOJOK.CO

Saya Jauh Lebih Rispek ke Pengamen Lampu Merah di Jogja daripada Pengamen Malioboro karena Dua Alasan

6 Agustus 2026
Lahir di lingkungan NU tapi justru menemukan kedamaian di Muhammadiyah. MOJOK.CO

Tumbuh di Desa dengan Tradisi Keagamaan yang Kental, Saya Justru Menemukan Kedamaian di Muhammadiyah dengan Rasionalitasnya

3 Agustus 2026
Ilustrasi perantau dari desa.MOJOK.CO

Tangis Sunyi Para Perantau: Uang Habis Untuk Hidupi Keluarga, tapi Dicap Durhaka karena Jarang Pulang dan “Tak Hadir” di Orang Tua

3 Agustus 2026
Saat cerita/sambat ke teman berujung adu nasib dengan kalimat maut "Kamu masih mending". Meresponsnya dengan pura-pura tolol ternyata menyenangkan MOJOK.CO

Niat Cerita ke Teman Berujung Adu Nasib: Pura-pura Tolol saat Teman Bilang “Kamu Masih Mending” Ternyata Menyenangkan

6 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.