Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Video

Rendra: Menemukan Hidup Lewat Manuskrip Jawa Kuno

Redaksi oleh Redaksi
20 Agustus 2025
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Sebat dulu kali ini kedatangan Rendra, Seorang pembaca manuskrip jawa kuno yang penuh dengan ketekunan menyikapi jejak para leluhur.

Dalam episode kali ini, Rendra tidak hanya menunjukkan kecintaannya pada manuskrip Jawa kuno. Ia juga menegaskan bahwa manuskrip adalah lorong untuk memahami cara pandang orang Jawa terhadap kehidupan dan alam.

Rendra percaya, bahwa setiap goresan tulisan aksara yang ditulis oleh orang-orang zaman dahulu menyimpan banyak pesan berharga yang sangat relevan hingga hari ini.

Baginya, manuskrip jawa kuno bukan hanya sekedar peninggalan budaya dan catatan sejarah yang membeku di museum. Ia adalah sumber ilmu yang kaya akan makna dan selalu bisa diterjemahkan ulang sesuai konteks zaman.

Dari nasakah babad, serat, hingga suluk, Rendra menemukan banyak lapisan-lapisan pengetahuan yang sangat berharga, mulai dari etika, politik hingga kesehatan.

Ia percaya bahwa bangsa yang mampu membaca dan memahami kembali pesan manuskrip leluhur akan memiliki pijakan yang kuat untuk masa depan. karena di dalam naskah-naskah itu tersimpan pengalaman peradaban yang lebih dahulu dalam mengelola kebijaksanaan hidup.

Dalam obrolan ini, Rendra juga mengajak kita merenungkan kembali pentingnya merawat, menjaga dan menghidupkan kearifan literasi kuno. Sebab sesuatu yang hanya disimpan sampai mati tidak akan pernah berarti. Justru dengan mempelajarinya bahkan hingga mengaitkannya dengan realitas hari ini. Manuskrip bisa menjadi sumber inspirasi yang tak ada habis-habisnya.

Generasi muda memiliki peran yang sangat besar untuk melanjutkan estafet pengetahuan ini, agar jejak leluhur tidak terkubur oleh perubahan zaman,  melainkan berdialog dengan zaman dan memperkaya cara kita memandang hidup.

Tags: cara memandang hidupFilsafat Hidupmanuskrip jawa kunosebatdulu


Terpopuler Sepekan

TPU Farm: Ketika Kematian Menumbuhkan Kehidupan MOJOK.CO

TPU Farm: Ketika Cabai Tumbuh di Area Makam

17 Agustus 2026
Nasib rentan warga pesisir Kabupaten Batang karena ancaman abrasi dan PLTU MOJOK.CO

Nasib Rentan Warga Pesisir Kabupaten Batang: Rumah Terancam Abrasi Sewaktu-waktu, Nafkah “Tersumbat” PLTU

19 Agustus 2026
Kiprah dosen pembimbing mahasiswa KKN UGM di Sangurejo. MOJOK.CO

Aksi Green Flag Dosen UGM, Bimbing Mahasiswa KKN di Kampung Kumuh hingga Inovasinya Diakui PBB

19 Agustus 2026
Lansia menjual aksesori kemerdekaan di Malioboro, Yogyakarta. MOJOK.CO

Kisah Istri Pensiunan BPN Turun ke Jalanan untuk Jual Aksesori Kemerdekaan di Masa Tua demi Hadiahkan Cucu

18 Agustus 2026
No Na, Klakson Telolet, dan Nasionalisme yang Nggak Harus Serius MOJOK.CO

No Na, Klakson Telolet, dan Nasionalisme yang Nggak Harus Serius

17 Agustus 2026
Saat Kemerdekaan RI Belum Bisa Dirasakan Buruh. MOJOK.CO

Saat Kemerdekaan Belum Bisa Dirasakan Kelompok Buruh dan Pekerja

17 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.