Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Video

Starcross Membuktikan bahwa Nilai Kreativitas dan Komunitas Lebih Kuat dari Tren yang Datang dan Pergi

Redaksi oleh Redaksi
8 November 2025
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Di era trend fashion berubah begitu cepat dan brand datang silih berganti, hanya sedikit yang mampu bertahan lebih dari dua atau lima tahun. Banyak brand yang lahir karena fomo, sekedar mengikuti tren pasar, lalu hilang ketika tren berganti.

Namun ada juga brand yang tumbuh justru karena identitasnya kuat—bukan hanya menjual baju, tapi juga menjual cerita dan nilai. Di Jogja, salah satu nama yang menjadi simbol perjalanan panjang itu adalah Starcross.

Dari Distro Kecil Menjadi Identitas Komunitas

Starcross bukan sekedar brand fashion—ia adalah kisah perjalan panjang skema musik dan budaya independent di Jogja.

Dalam episode kalcersok kali ini, Mas Tebong membuka cerita tentang bagaimana Satrcross di bangun dengan visi dan arah yang belum jelas. Yang mereka miliki saat itu hanyalah semangat muda, keberanian dan support system.

Dari hal kecil itu akhirnya mereka belajar memahami perilaku pasar, menciptakan desain yang berbeda, hingga menekan cara agar sebuah brand tidak sekedar menjual produk, tetapi iga menjual pengalaman serta identitas.

Musik sebagai Napas dan Identitas Starcross

Tak sampai disitu, ternyata dibalik Perkembangan Starcross ada musik yang hadi di dalamnya. Mas Tebong bercerita bahwa sejak awal Starcross tumbuh berdampingan dengan budaya gigs, band-band independent di Jogja.

Musik menjadi nafas dan sumber Inspirasi. kolaborasi dengan para musisi bukan sekedar strategi marketing-iti adalah bentuk aspirasi terhadap komunitas yang berkontribusi terhadap Starcross. Bahkan, salah satu kolaborasi yang paling dikenang, kolaborasi itu adalah ketika mereka bekerja sama dengan almarhum Didi kempot.

Dari Proyek itu, Mas Tebong belajar bahwa kolaborasi terbaik terjadi ketika kedua belah pihak saling menghormati serta memberi ruang untuk berkreativitas.

Konsistensi, Komunitas, dan Keberanian untuk Berbeda

Kini, setelah dua dekade, Starcross masih menjaga jati dirinya terhadap konsistensi pada nilai. Mereka tetap bergerak bersama komunitas, tetap bermain dengan ide-ide liar dan tetap menjadikan musik sebagai energi yang tak pernah padam.

Simak kisah lengkapnya di episode Kalcersok terbaru, dan temukan bagaimana filosofi Starcross terbentuk. Siapa tahu, dari perjalanan ini kamu belajar bahwa konsistensi dan keberanian adalah kunci untuk bertumbuh.

Tags: filosofi StarcrosskalcersokstarcrossYogyakarta

Terpopuler Sepekan

Pengeroyokan di Bali tidak dibenarkan. MOJOK.CO

Pakar Hukum Pidana: Pelaku Pengeroyokan di Bali Bisa Kena KUHAP, sementara Keluarga Korban Terlanjur Alami Trauma

27 Juli 2026
Akhiri Kemitraan Semu, Saatnya Lindungi Hak Ojol melalui Kategori Pekerja Ketiga MOJOK.CO

Akhiri Kemitraan Semu, Saatnya Lindungi Hak Ojol melalui Kategori Pekerja Ketiga

25 Juli 2026
Pengelolaan sampah di TPA Troketon oleh Pemkab Klaten. MOJOK.CO

Geliat TPA Troketon: Berpacu dengan Waktu Menjinakkan Bau Sampah dan Air Lindi Jadi Tempat yang Ramah Lingkungan

29 Juli 2026
MBG untuk sahur dan berbuka di bulan Ramadan

Putusan MK Perlu Diapresiasi, tapi Anggaran MBG Harus Tetap Keluar dari Dana Pendidikan Mulai 2027

30 Juli 2026
Tuduhan Londo Ireng di Tengah Kekerasan yang Terus Berulang MOJOK.CO

Tuduhan Londo Ireng di Tengah Kekerasan yang Terus Berulang

27 Juli 2026
Akademisi UGM kritik RUU Sisdiknas karena belum menjawab tantangan pendidikan nasional di masa mendatang MOJOK.CO

RUU Sisdiknas Dinilai Belum Jawab Tantangan Pendidikan hingga Menyoal Relevansi Perguruan Tinggi Kedinasan

28 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.