Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Video

Ironi di Balik Romantisme Malioboro yang Jarang Diketahui Wisatawan

Redaksi oleh Redaksi
8 Februari 2025
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Malioboro memang terlihat indah dan romantis bagi para wisatawan dari dulu sampai sekarang. Label “istimewa” serta plakat ikoniknya membuat tempat ini selalu menjadi destinasi utama bagi pengunjung. Lokasinya begitu strategis karena berada di pusat Kota Yogyakarta. Selain itu, jalanan Malioboro juga dikelilingi oleh pusat keramaian dalam bentuk pasar, stasiun, alun-alun, keraton, museum, dan hotel.

Dalam beberapa tahun terakhir, kawasan Malioboro mulai dibenahi oleh pemerintah kota setempat. Pembenahan ini dilakukan agar suasana Malioboro tidak lagi semrawut. Harapannya para wisatawan bisa menikmati jalanan dan pertokoan Malioboro dengan lebih nyaman.

Iklan

Namun, di balik gemerlap lampu, bangunan yang tertata rapi, dan suasana yang tampak nyaman, ada sisi lain yang jarang diketahui para wisatawan. Banyak orang yang justru menderita di sini—pedagang kaki lima yang tergusur, kusir delman, dan tukang becak yang kehilangan pelanggan, dan persoalan lainnya.

Benarkah ini bentuk kemajuan atau sudah menjadi bentuk lain dari ketimpangan? Simak obrolan menarik ini bersama dua reporter liputan Mojok dalam episode terbaru Akar Rumput.

Tags: akar rumputjalan malioboromalioboropedagang kaki lima

Movi Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur
Video

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara
Video

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten
Video

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026
Bukan Sekadar Beternak Karang Taruna Bono dan Upaya Menghidupkan Ekonomi Warga
Video

Dari Ternak untuk Desa: Geliat Karang Taruna Bono Menghidupkan Ekonomi Warga

31 Juli 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.