Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Video

Coip Si Penabuh Ketipung Orkes Pensil Alis dan Keyakinan Hidup yang Baik-Baik Saja Meski Tidak Viral

Redaksi oleh Redaksi
30 Desember 2025
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Episode Putcast kali ini dibuka dengan cerita-cerita ringan tentang Coip dan hidupnya yang akrab dengan bunyi ketipung dan kayu jati.

Sejak awal, suasana langsung cair ketika Coip bercerita soal ketertarikannya pada kayu jati. Cerita itu kemudian nyambung ke pekerjaannya di bengkel furnitur.

Iklan

Dari sana, obrolan melebar ke dunia orkes pensilalis. Panggung-panggung dijalani tanpa manajemen ribet dan tanpa hitung-hitungan honor yang kaku. Cukup saling percaya, main bareng, lalu pulang.

Di bagian awal ini, tawa dan guyonan lebih sering muncul daripada teori hidup. Obrolan terasa santai dan akrab sejak menit pertama. Namun, perlahan arah percakapan mulai bergeser.

Di tengah obrolan, Coip masuk ke pengalaman-pengalaman personal. Ia bercerita tentang kegagalannya saat mencoba jadi komika. Ia juga mengisahkan kebingungannya ketika menekuni dunia konten kreator. Dunia yang terlihat ringan, tapi ternyata cukup melelahkan secara mental, meski tetap memberi kepuasan tersendiri.

Obrolan kemudian menyentuh soal percintaan dan pertemanan. Hubungan-hubungan yang pelan-pelan berjalan ke arah masing-masing. Di bagian ini, percakapan tak lagi sekadar candaan. Nada reflektif mulai terasa.

Coip berbagi pandangannya tentang menjalani hidup dengan ambisi, meski tidak selalu sejalan dengan standar keberhasilan yang umum. Menjelang akhir, obrolan mengerucut pada soal rezeki dan kebahagiaan. Bagi Coip, yang paling membahagiakan bukan viral atau terkenal, melainkan kesempatan untuk srawung dan bekerja dengan tenang.

Percakapan ditutup dengan refleksi tentang kematian, proses, dan kesabaran. Bahwa hidup tak harus selalu melonjak ke atas untuk tetap bermakna.

Tags: Coipkomika indonesiaPutcast


Terpopuler Sepekan

Kirab Budaya dan Karnaval Pembangunan Klaten Tahun 2025. MOJOK.CO

Karnaval Klaten 2026: Belajar Jejak Sejarah Mataram Kuno dan Keistimewaan Tiap Wilayah

16 Agustus 2026
Saat adik saya jadi korban bullying (perundungan) di sekolah, pihak guru malah menganggapnya masalah biasa MOJOK.CO

Melabrak Guru usai Adik Jadi Korban Bullying di Sekolah hingga Cedera: Saya Justru Menerima Jawaban Memuakkan

18 Agustus 2026
JPPI, MBG, buku siswa sekolah.MOJOK.CO

RAPBN 2027: Anggaran Pendidikan Tersandera Rp240 Triliun demi Program yang Tak Penting

17 Agustus 2026
Kiprah dosen pembimbing mahasiswa KKN UGM di Sangurejo. MOJOK.CO

Aksi Green Flag Dosen UGM, Bimbing Mahasiswa KKN di Kampung Kumuh hingga Inovasinya Diakui PBB

19 Agustus 2026
Lansia menjual aksesori kemerdekaan di Malioboro, Yogyakarta. MOJOK.CO

Kisah Istri Pensiunan BPN Turun ke Jalanan untuk Jual Aksesori Kemerdekaan di Masa Tua demi Hadiahkan Cucu

18 Agustus 2026
Pesan veteran Indonesia di momen kemerdekaan. MOJOK.CO

Dari Veteran Indonesia ke Generasi Muda yang Pesimis Rayakan Kemerdekaan: Bacalah Buku Sejarah!

19 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.