Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Teman yang Tuman Datang Terlambat

Redaksi oleh Redaksi
20 Agustus 2023
A A
Teman yang Tuman Datang Terlambat. MOJOK.CO

Ilustrasi Teman yang Tuman Datang Terlambat. MOJOK.CO

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Di masa-masa libur kuliah, banyak dari mahasiswa yang mengisi waktunya dengan bekerja, entah freelance, part time, hingga full time. Nah, saya adalah salah satu mahasiswa yang memilih untuk bekerja part time. 

Di samping mencari pengalaman di dunia kerja dan sedikit-sedikit belajar bisnis, tujuan saya bekerja adalah mencari penghasilan. Tentu saja poin terakhir adalah hal yang tidak bisa dipungkiri lagi. 

Saya bekerja sebagai karyawan gerai susu di sebuah cabang di Malang. Memang, jika melihat kondisi geografis di Kota Malang, susu sapi bukanlah komoditas yang mustahil. Tak ayal, jika bisnis susu sapi di kota Malang menjadi peluang yang cukup besar. 

Saya diajak teman saya yang memiliki hubungan langsung dengan manajer gerai. Karena merupakan awal saya bekerja, saya kira sebelum akhirnya bekerja masih ada tahap-tahap seperti mengirim CV, interview, dan sebagainya, seperti lazimnya lowongan kerja.

Ternyata, saat pertama kali berjumpa dengan manajer, kami berdua langsung mendapatkan instruksi untuk mulai bekerja keesokan harinya. Yang ternyata, kami bekerja untuk sebulan saja, menggantikan karyawan tetap yang menyelesaikan tugas KKN.

Bukan nominal gaji, tapi di teman kerja

Di awal perjanjian, saya bilang, jika saya hanya bisa bekerja di shift pagi, dari jam 10 pagi sampai jam 3 sore. Dan akhirnya, mau tidak mau teman saya harus bekerja di shift sore, dari jam 3 sampai jam 8 malam.

 Bukan tanpa sebab. Ketidaksanggupan saya bekerja di shift sore adalah berkaitan dengan kewajiban saya sebagai seorang santri yang harus kembali ke pesantren sebelum jam setengah delapan. 

Dengan gaji kira-kira 900 ribuan rupiah sebulan, saya kira cukuplah untuk tambah-tambahan sangu mahasiswa yang mengisi waktu liburan. Meskipun, beberapa orang bilang bahwa itu adalah gaji yang murah, tapi saya tak begitu menghiraukannya. 

Permasalahannya bukan di nominal gaji. Permasalahannya ada di bagian shift sore, yang menjadi tanggung jawab teman saya. Entah apa yang mendasarinya, yang jelas bukan sekali-dua kali dia terlambat. 

Keterlambatannya bukan lagi 15 menit sampai 30 menit, tapi satu jam. Bahkan saya sendiri kadang terlambat, tapi keterlambatan saya ini seperti tidak ada apa-apanya dibanding keterlambatan teman saya. 

Keterlambatannya itu bisa sampai dua jam, terkadang tiga jam, dan sesekali hampir masuk waktu tutup gerai. Biasanya mepet pergantian shift, saya sudah menghubunginya, yang itu rutin setiap saya jaga. Tapi, masih saja terlambat. Bahkan datang tepat waktunya masih bisa dihitung jari satu bagian tangan saja. 

Pernah, suatu ketika saya memintanya tolong untuk datang lebih awal, karena saya harus menghadiri pertemuan organisasi di jam 3 sore—sebenarnya jam 2 sore, tapi mendapat keringanan satu jam. Dan, jawaban yang mengejutkan adalah, ia masih rapat organisasi di Surabaya, dan lebih menjengkelkannya lagi, teman saya ini bilang, “Yo gaiso. Mesti nelat.” 

Hubungan “konco dewe” yang merusak sistem

Meskipun hal itu sangat menjengkelkan, tapi saya berusaha sebisa mungkin untuk berpikir jernih (baca: ingin misuh). Dan saya mengatakan pada diri saya sendiri, bahwa yang berhubungan dengan teguran dan sebagainya adalah wilayah manajer. 

Manajer saya pun sudah mengetahui, dan ikut jengkel, karena keterlambatannya. Tapi, bukan berarti sama sekali saya tidak mengingatkannya. Karena sebagai teman yang baik, dan partner kerja yang sabar, secara sadar saya merasa berkewajiban untuk ikut menjaga keharmonisan dan kekompakan antar pegawai—ini pesan dari Pak Bos. 

Iklan

Entah apa yang ada di benaknya. Saya berasumsi, bahwa hubungan temanlah yang mendasari keterlambatannya. Slogan “konco dewe ” ini malah merusak sistem yang ada. Seperti ada batasan yang boleh diterobos begitu saja berkat slogan ini.

Ya, meskipun ini menjadi slogan keakraban antar teman, tapi jika tidak membarenginya dengan prinsip “sepantasnya” malah bisa menimbulkan kesembronoan yang bisa saja berujung pada pertikaian. 

Begitulah jika saya menghubung-hubungkannya. Namun, jika berbicara tentang profesi, tentu saja keterlambatan yang berlebih adalah tuman.

Kasta Kasturi Klojen, Kota Malang, Jawa Timur [email protected]

BACA JUGA Siapa Bilang Jadi Pengusaha Itu Nikmat?! Nih Saya Jelasin Kondisinya dan keluh kesah lain dari pembaca Mojok di UNEG-UNEG

Keluh kesah dan tanggapan Uneg-uneg  bisa dikirim di sini

Terakhir diperbarui pada 20 Agustus 2023 oleh

Tags: part timetemanuneg-uneg
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Kesepian Membuat Remaja Memilih AI sebagai Teman Curhat, Lalu Perlahan Menjauhi Manusia MOJOK.CO
Esai

Kesepian Membuat Remaja Memilih AI sebagai Teman Curhat, Lalu Perlahan Menjauhi Manusia

15 Juli 2026
pertemanan di usia 30.MOJOK.CO
Sehari-hari

Pertemanan di Usia 30 Memuakkan: Transaksional dan Isinya Cuma Adu Nasib, tapi Paling Mengajarkan Arti Ketulusan

7 Mei 2026
Selalu royal ke teman saat butuh bantuan karena kesusahan. Giliran diri sendiri hidup susah eh diacuhkan pertemanan MOJOK.CO
Sehari-hari

Kapok Terlalu Royal ke Teman: Teman Datang karena Ada Butuhnya, Giliran Diri Sendiri Kesusahan Eh Diacuhkan meski Mengiba-iba

17 Maret 2026
Overthinking Siswa SMA yang Akhirnya Berhasil Kuliah Jalur SNBP di Universitas Trunojoyo Madura MOJOK.CO
Uneg-uneg

Overthinking Siswa SMA yang Akhirnya Berhasil Kuliah Jalur SNBP di Universitas Trunojoyo Madura

20 April 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Curhat kasir Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di jalanan desa sepi. Sepi pembeli, sekali ada pembeli bukan karena butuh tapi iseng dan bikin kesel MOJOK.CO

Derita Kasir Kopdes di Desa Pelosok: Hari-hari Sepi, Pembeli Datang Bukan karena Kebutuhan tapi Sengaja Bikin Kesal

21 Juli 2026
sarjana muda gusar mencari kerja. MOJOK.CO

Realita Sarjana Muda Gusar Mencari Kerja: 4 Tahun Lamanya Berkutat dengan Buku, Lulus Kuliah Memilih Pasrah

23 Juli 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi tuan rumah “1st Asian Gym for Life Challenge 2026” 1. MOJOK.CO

Jogja Jadi Tuan Rumah Lomba Gym se-Asia usai Thailand Mundur, Semua Kalangan Bebas Ikut Tanpa Beban Menang-Kalah

20 Juli 2026
Ketika Video Korban Kecelakaan Mengubah Kematian Menjadi Tontonan MOJOK.CO

Ketika Video Korban Kecelakaan Mengubah Kematian Menjadi Tontonan

24 Juli 2026
kerja, lulusan SMA di keluarga penuh sarjana.MOJOK.CO

Cerita Lulusan SMA yang Berhasil Mapan Tanpa Ijazah S1, tapi Diam-Diam Menyesalinya dan Merasa Iri pada Sarjana

21 Juli 2026
Yogyakarta Gamelan Festival (YGF) 31 jadi sumber sukacita dan perkuat posisi Yogya sebagai Kota Budaya di mata dunia MOJOK.CO

Yogyakarta Gamelan Festival (YGF) 31: Sumber Sukacita dan Perkuat Posisi Yogya sebagai Kota Budaya di Mata Dunia

22 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.