Teman Terlilit Pinjol: Dia yang Utang, Saya yang Dikejar-kejar

utang pinjol mojok.co

Uneg-uneg (Mojok.co)

Saya merasa beruntung karena kondisi hidup tidak memaksa saya terlibat pinjaman online (pinjol). Namun, ternyata salah seorang kawan terlilit utang pinjol dan kontak saya dijadikan jaminan. Debt collector alias penagih utang meneror  saya untuk menjamin kawan yang satu itu mengembalikan pinjaman kepada mereka. Gedek bener

Beberapa teman lain menyarankan agar mengganti nomor, memblokir nomor debt collector, atau sekaliam melaporkan kejadian ini ke polisi. Opsi yang pertama jelas saya tolak.  Saya tipe yang setia dengan satu nomor telepon. Opsi yang melibatkan polisi juga saya tolak karena rasanya kok ngeri-ngeri sedap kalau harus melibatkan polisi. Sementara ini saya hanya bisa memblokir nomor debt collector.  

Kekesalan semakin memuncak ketika saya menyelami Facebook untuk mencari solusi terkait masalah ini. Saya menemukan sebuah komunitas yang sengaja tidak mau melunasi pinjol yang telah diambil. Diskusi mereka sederhana saja, seperti menanyakan apakah mereka didatangi debt collector, berapa lama mereka sengaja telat membayar sampai dihampiri debt collector. 

Lucunya, dari komentar-komentar yang tertulis di halaman komunitas itu, kok rasa-rasanya mereka sama sekali tidak kapok. Malah saling berbagai bagaimana cara masih bisa mengajukan pinjol walau nilai BI Checking sudah buruk. 

Saya hanya menghela nafas berkali-kali. Saya menyadari memang ada orang terpaksa pinjol karena terdesak. Tidak ada lagi teman, keluarga, maupun bank yang  bisa membantu. Di sisi lain bertebaran penawaran pinjol yang manis nan ramah, padahal di balik itu bunganya mencekik.  

Akan tetapi tetap saja, sengaja menghindari kewajiban untuk membayar bukanlah hal yang benar. Apalagi mengendapkan utang dan secara bangga membeberkan cara agar lolos tidak membayar pinjaman. Terlebih menggunakan kontak teman yang tidak tahu apa-apa sebagai jaminan.

Kepada teman saya atau orang-orang di luar sana yang masih punya kewajiban membayar pinjol, bayarlah utang kalian. Apalagi untuk kalian yang sengaja menggunakan nama temannya sebagai jaminan hingga tiap hari diteror nomor tidak dikenal, bayarlah utang kalian.  

Anisa Fitrianingtyas
Semarang
anisafitrianingtyas1@gmail.com

Keluh kesah dan tanggapan uneg-uneg  bisa dikirim di sini

Exit mobile version