Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Uneg-uneg

Perpustakaan Daerah Tambah Koleksi Bukunya, dong!

Redaksi oleh Redaksi
19 Maret 2023
A A
perpustakaan daerah mojok.co

Ilustrasi uneg-uneg (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Entah apa yang dipikirkan oleh para pegawai negeri di perpustakaan daerah di wilayah domisili saya. Ini sudah 2023, tapi koleksi buku perpustakaan kebanyakan masih terbitan sebelum 2020. Bahkan di beberapa kategori, buku-bukunya terbitan sebelum 2015.

Jangankan koleksi buku-buku viral yang laris di pasaran, buku-buku legenda yang biasa dibaca banyak orang saja tidak bisa ditemukan di perpustakaan ini. Buku sastrawan ternama Sapardi Djoko Damono hanya ada satu judul. Walau memang ada beberapa eksemplar sih, tapi tetap saja keterlaluan.

Iklan

Saya jadi bertanya-tanya, masa iya tidak ada anggaran untuk menambah koleksi buku di perpustakaan daerah? Jangan-jangan anggarannya ada tapi tidak pernah dicairkan dalam bentuk program pengadaan buku? Atau jangan-jangan … Ah, sudahlah.

Pemda kurang peduli atau minat baca rendah?

Di sisi lain timbul kekhawatiran, apakah ini membuktikan bahwa pemerintah di daerah ini kurang peduli pada pendidikan dan minat baca masyarakatnya? Atau bisa juga sebaliknya sih, minat baca masyarakat di sini kelewat rendah sampai-sampai dijadikan alasan oleh pemerintah untuk tidak menambah koleksi buku perpustakaan daerah.

Akan tetapi untuk asumsi ke-2 di atas terpatahkan. Hampir setiap saya berkunjung ke perpustakaan daerah, selalu saja ada pengunjung lain yang sibuk mencari bahan bacaan. Kenyataan ini sedikit melegakan karena menandakan masih ada orang-orang yang haus bacaan dan ilmu pengetahuan di tempat tinggal saya ini.

Sungguh rasanya gatal ingin maido pejabat berwenang. Apalagi di wilayah domisili saya ini ada satu kampus Islam Negeri yang jumlah mahasiswa barunya pernah menyentuh angka lebih dari 5.000 orang. Itu baru dari satu kampus, masih ada beberapa kampus lain. Kalau di total mungkin ada lebih dari 5 kampus di kabupaten yang saya cintai ini. Bukankah itu sudah cukup menjadi alasan untuk menambah jumlah koleksi buku, Pak Bu pejabat yang saya hormati?

Mungkin buku bukanlah faktor penting yang berpengaruh bagi kemajuan ekonomi suatu daerah. Buku juga tidak berdampak signifikan terhadap naiknya jumlah pendapatan perkapita masyarakatnya. Namun perlu para pegawai daerah di sini pahami, seberapa pentingnya buku terhadap pendidikan. Bisa Bapak Ibu sekalian tanyakan langsung pada para akademisi. Tanyakan juga apa pentingnya buku bagi pengembangan sumber daya manusia bagi pembangunan suatu wilayah.

Kalau saya langsung yang menjelaskan, nanti Bapak Ibu bilang saya bicara tanpa teori. Saya bukannya mau menyalahkan pemerintah, tapi ya bagaimana ya? Bagaimana masyarakat mau peduli kalau jajaran petingginya juga tidak peduli-peduli amat dengan eksistensi perpustakaan daerah di sini.

Nur Arsyadan A
Kauman, Tulungagung
[email protected]

Keluh kesah dan tanggapan Uneg-uneg  bisa dikirim di sini

Terakhir diperbarui pada 19 Maret 2023 oleh

Tags: perpustakaanperpustakaan daerahuneg-uneg
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Anomali pengunjung toko buku sekarang bukan baca, malah foto
Sehari-hari

Anomali Pengunjung Toko Buku Hari Ini: Outfit Foto Elite, Beli Buku Sulit

11 Februari 2026
Mbah Gun, Penyambung Lidah Masyarakat Desa di Jogja
Video

Mbah Gun, Penyambung Lidah Masyarakat Desa di Jogja

22 Januari 2025
Overthinking Siswa SMA yang Akhirnya Berhasil Kuliah Jalur SNBP di Universitas Trunojoyo Madura MOJOK.CO
Uneg-uneg

Overthinking Siswa SMA yang Akhirnya Berhasil Kuliah Jalur SNBP di Universitas Trunojoyo Madura

20 April 2024
Kelakuan Pengemudi Mobil di Surabaya Bikin Orang Banyak-banyak Istigfar MOJOK.CO
Uneg-uneg

Kelakuan Pengguna Mobil di Surabaya Bikin Orang Banyak-banyak Istigfar

13 Maret 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Cari kerja, lamaran kerja, Mahasiswa gap year kuliah di Unila. MOJOK.CO

Kesalahan Bikin CV dan Hal-Hal Sepele Lain yang Justru Bikin Jobseeker Ditolak Saat Melamar Kerja

16 Juli 2026
Anak miskin di Yogyakarta masuk Sekolah Rakyat. MOJOK.CO

Saat Kemiskinan Memaksa Anak Lebih Dewasa sebelum Waktunya, Sekolah Rakyat Jadi Pilihan Satu-satunya

20 Juli 2026
Kita Membeli Sabun karena Wanginya, Bukan karena Tahu Kandungannya MOJOK.CO

Kita Membeli Sabun karena Wanginya, Bukan karena Tahu Kandungannya

18 Juli 2026
Daripada Acungkan Senjata di Jalan, Remaja Kreak Semarang Lebih Baik Naik Ring Adu Pukulan MOJOK.CO

Daripada Acungkan Senjata di Jalan, Remaja Kreak Semarang Lebih Baik Naik Ring Adu Pukulan

16 Juli 2026
kerja, lulusan SMA di keluarga penuh sarjana.MOJOK.CO

Cerita Lulusan SMA yang Berhasil Mapan Tanpa Ijazah S1, tapi Diam-Diam Menyesalinya dan Merasa Iri pada Sarjana

21 Juli 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kerja sama dengan Australia. MOJOK.CO

Satu Dekade Jogja dengan Melbourne Symphony Orchestra: Bukti Orkestra Nggak Melulu Kaku bahkan Bisa Dinikmati Sambil Lesehan

15 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.