Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Uneg-uneg

Mengapa Masih Banyak Tempat Umum yang Menyediakan Tempat Wudu Terbuka Bagi Perempuan?

Redaksi oleh Redaksi
8 Januari 2023
A A
tempat wudu di tempat umum
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Ini uneg-uneg saya soal tempat wudu bagi perempuan di tempat umum. Bicara tentang uneg-uneg selalu saja terbesit kegelisahan di dalamnya. Sebenarnya apa yang ingin saya tuliskan di sini belum pernah berani saya keluarkan menjadi topik tongkrongan atau sekedar celetuk berkeluh kesah dengan teman. 

Alasannya sepele, saya tidak mau hanya sekadar membagi kegelisahan. Kesimpulan pertama, uneg uneg yang saya tulis disini barangkali tidak hanya menjadi wacana yang butuh tempat pembuangan, saya rasa ini butuh perhatian. 

Iklan

Saya ingat betul, kapan pertama kali saya memikirkan hal ini, “kenapa masih banyak tempat umum yang menyediakan tempat wudhu terbuka bagi perempuan?”

Tepatnya, beberapa tahun lalu di event bazar buku terbesar di Jogja, tidak perlu saya sebutkan tempatnya. Waktu itu saya pergi dengan teman-teman untuk membeli buku. Seperti biasa, memilih bagi perempuan seringkali menjadi bagian tersulit. 

Saya datang sejak pukul sembilan pagi dan baru keluar bazar sekitar jam dua siang, dengan dua buku yang saya pilih berjam-jam dan tidak saya khatamkan sampai sekarang. 

Mengingat waktu yang cukup menjadi akhir waktu salat zuhur, saya dan teman-teman bersegera mencari musala di tempat bazar tersebut. Setelah beberapa menit mencari, saya menemukan kerumunan orang yang sepertinya memiliki hajat yang sama seperti saya, salat zuhur. 

Tapi malangnya, tempat wudu yang disediakan sangat terbuka. Hal ini membuat saya melihat kebanyakan perempuan di sana seperti memiliki kegelisahan memikirkan cara agar auratnya tetap terjaga saat wudu.

Kejadian itu sempat memunculkan ide di otak saya untuk menulis sebuah esai tentang hal ini. Tapi, esai itu tidak pernah jadi. Barangkali sekarang, fitur Mojok ini menjadi wasilah dalam mewujudkan keinginan saya membahas hal ini. 

Sebenarnya tak hanya itu, seringkali saya temukan tempat nongkrong atau cafe yang menyediakan musala alakadarnya, tempat wudu yang sangat terbuka padahal dihias sedemikian rupa. Menjagat ata letak ruang dan keindahan seolah menjadi hal terpenting dibanding menjaga fungsi dari didirikannya ruang tersebut. 

Sebenarnya hal ini masih bisa menemukan solusi, cukup bagu perempuan yang sulit untuk wudu di tempat terbuka agar wudu di kamar mandi, tapi perlu di garis bawahi,  di era sekarang ini banyak tempat umum yang menyediakan kamar mandi dengan wc duduk dan seperangkat keran airnya yang saya rasa cukup sulit diberdayakan untuk berwudu. 

Mirisnya lagi, pernah saya temui tempat wudu di sebuah swalayan yang sama sekali tidak membatasi ruang wudu antar laki-laki dan perempuan.

 Bukan soal tidak bersyukur, barangkali ada yang berpikir “mending-mending disediakan tempat wudu dan salat, daripada tidak sama sekali?” Tapi saya rasa hal ini perlu menjadi perhatian. Fungsi dari tempat wudu dan salat perlu dipukul ratakan, tidak hanya sekadar menyediakan. Toh, saya pikir dari kebanyakan tempat yang saya temukan masih bisa “diakal-akali” untuk menjadi tempat yang tertutup dan ramah bagi perempuan.”

Clara Satria Krapyak, Bantul
[email protected]

Uneg-uneg, keluh kesah, dan tanggapan untuk Surat Orang Biasa bisa dikirim di sini

Terakhir diperbarui pada 8 Januari 2023 oleh

Tags: musalasalatwudu
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Pesan Menohok dari Ibu: Saat Doa Menjadi Satu-satunya Kuliah, Permintaan dan Jangan Sampai Tiang Itu Roboh di Perantauan MOJOK.CO

Pesan Menohok dari Ibu: Saat Doa Menjadi Satu-satunya Permintaan dan Jangan Sampai Tiang Itu Roboh di Perantauan

29 Januari 2026
Muhammad Tri, Lulusan Sejarah UGM yang Merawat Ratusan ODGJ dengan Salat dan Zikir. MOJOK.CO

Muhammad Tri, Lulusan Sejarah UGM yang Merawat Ratusan ODGJ dengan Salat dan Zikir

10 April 2023
Uneg-uneg untuk Masjid yang Tutup di Luar Jadwal Salat MOJOK.CO

Uneg-uneg untuk Masjid yang Tutup di Luar Jadwal Salat

29 Januari 2023
Musala di sarkem

Kisah Bram, Takmir Musala di Tengah Lokalisasi Sarkem dan LC yang Melantunkan Ayat Al-Qur’an

28 September 2022
Kok Ada Ayat Jangan Mati kecuali dalam Keadaan Muslim? Lah Kan Mati Bukan Kita yang Ngatur?

Kok Ada Ayat Jangan Mati kecuali dalam Keadaan Muslim? Lah Kan Mati Bukan Kita yang Ngatur?

5 November 2021
Sandal hilang di masjid

Sandal Hilang di Masjid dan Pembelaan yang Mengambilnya

23 April 2021
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

GVD Resmi Rilis Single Perdana "VII", Bawa Konsep Post-Black Berbalut Visual Kei Cerah.MOJOK.CO

GVD Resmi Rilis Single Perdana “VII”, Bawa Konsep Post-Black Berbalut Visual Kei Cerah

23 Agustus 2026
Nasib rentan warga pesisir Kabupaten Batang karena ancaman abrasi dan PLTU MOJOK.CO

Nasib Rentan Warga Pesisir Kabupaten Batang: Rumah Terancam Abrasi Sewaktu-waktu, Nafkah “Tersumbat” PLTU

19 Agustus 2026
UMKM, UKM.MOJOK.CO

Pemkot Jogja Buru “DNA” 18.000 Usaha Kecil untuk Basis Data Tunggal 2026 demi Kebijakan Tepat Sasaran

20 Agustus 2026
Bakpia barangkali menjadi oleh-oleh khas Jogja yang biasa saja dan gitu-gitu aja. Tapi punya nilai sosial bagi perantau Jogja asal desa MOJOK.CO

Bakpia Jogja Memang Oleh-oleh Biasa dan Gitu-gitu Aja, Tapi Sangat Berharga buat Orang di Desa

22 Agustus 2026
Karhutla Kalimantan: Permohonan Maaf kepada Anak-Cucu Sebab Warisan Satu-satunya adalah Asap dan Abu MOJOK.CO

Karhutla Kalimantan: Permohonan Maaf kepada Anak Cucu Sebab Warisan Satu-satunya adalah Asap dan Abu

24 Agustus 2026
ilustrasi MBG

Kisah Pilu Pegawai SPPG: Sering Dicap Ikut Korupsi Anggaran MBG, Padahal Niat Bekerja Sepenuh Hati

21 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026
Bukan Sekadar Beternak Karang Taruna Bono dan Upaya Menghidupkan Ekonomi Warga

Dari Ternak untuk Desa: Geliat Karang Taruna Bono Menghidupkan Ekonomi Warga

31 Juli 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.