Yth. Penjual Online, Tolong kalau Jualan Baju Rincian Ukurannya yang Lengkap lah! – Terminal Mojok

Yth. Penjual Online, Tolong kalau Jualan Baju Rincian Ukurannya yang Lengkap lah!

Artikel

Seto Wicaksono

Di zaman sekarang, segala sesuatu yang dilakukan secara online selalu dianggap efektif dan efisien. Baik dari segi waktu, tenaga, dan biaya. Termasuk proses jual beli. Penjual online semakin banyak bermunculan dengan format produk yang juga bervariasi.

Sampai dengan saat ini, saya masih belanja secara online ketika ada sesuatu yang diinginkan atau dibutuhkan. Kecuali saat ingin membeli pakaian atau kelengkapan outfit tertentu. Bagi saya, membeli pakaian atau hal sejenisnya secara online itu terlalu riskan. Apalagi, saya punya pengalaman kurang menyenangkan tiap kali membeli pakaian melalui penjual online.

Total sudah tiga kali saya coba membeli kaus secara online. Tiga kali pula saya selalu menerima kaus yang ukurannya kebesaran. Selain menjadi salah satu teknik di stand up comedy, saya nggak menyangka, “rule of three” ternyata betul-betul menerpa kehidupan saya. Padahal, saya sudah memilih kaus berukuran M, sesuai dengan ukuran badan saya dan yang biasa saya gunakan.

Awalnya saya keheranan, kenapa hal ini bisa terjadi secara beruntun saat membeli kaus online. Namun, setelah saya telusuri, ternyata kekeliruannya ada pada rincian ukuran kaus yang berbeda-beda meski sama-sama berukuran M. Sederhananya, walau ukuran pakaiannya sama, entah S, M, L, atau XL, tapi belum tentu rincian angka dalam ukurannya serupa. Biasanya, beda merek atau penjual, beda juga rinciannya.

Celakanya, beberapa toko atau penjual online yang menjual segala sesuatu yang berkaitan dengan outfit tidak mencantumkan rincian ukuran tersebut. Beberapa diantaranya hanya mencantumkan ukuran berupa huruf seperti S, M, L, atau XL. Ini yang membuat para pembeli, termasuk saya, terkadang kesulitan atau ragu dalam memilih ukuran pakaian.

Mau beli yang S, tapi takut kekecilan. Beli yang M, nanti terlalu besar. Bisa diperbaiki di tukang jahit, sih. Tapi, harus keluar biaya lagi. Dan seterusnya, dan seterusnya. Yang ada malah melunturkan kesan efisien saat belanja online.

Hal tersebut yang membuat saya jadi lebih memilih untuk membeli outfit secara offline atau konvensional. Kalau nggak terlalu genting, saya pikir, cara ini malah aman dilakukan oleh siapa pun. Bahkan, bisa meminimalisir risiko pakaian yang dibeli kebesaran atau kekecilan karena bisa dicoba terlebih dahulu. Kalau belum cocok, ya, cari yang lain.

Oleh karena itu, agar hal ini tidak berlarut-larut dan terus berulang, saya punya saran yang sangat bisa dipertimbangkan oleh penjual online agar tetap bisa memuaskan pelanggan dan meminimalisir kekecewaan mereka.

Begini. Di setiap katalog pakaian, usahakan lampirkan juga rincian atau keterangan ukuran yang jelas. Mulai dari panjang pakaian, lebar bahu, lingkar dada, dan lain sebagainya. Dengan begitu, para pembeli bisa mengira-ngira atau mengukur sendiri pakaian yang akan mereka beli dan sesuai selera.

Berlaku juga untuk outfit lain seperti celana atau sepatu. Selain agar bisa mengetahui gambaran ukuran sebelum membeli, juga bisa bikin nyaman para pelanggan. Utamanya, jadi nggak was-was, apakah sesuatu yang dibeli kebesaran atau kekecilan.

Sebetulnya, ini cara umum yang sudah dilakukan oleh sebagian penjual online di mana pun kok. Jadi, tidak ada salahnya juga diterapkan oleh para penjual online lainnya, kan?

Saya rasa, cara ini yang paling ampuh dan sangat mungkin dilakukan. Agar ada win-win solution dari kedua belah pihak—antara penjual dan pembeli. Nggak sulit, kok. Hanya mengukur pakaian, lalu lampirkan rincian tersebut di kolom deskripsi biar para calon pembeli bisa melihat sekaligus mengira-ngira ukurannya.

Dengan begitu, para penjual online juga nggak akan lagi menerima keluhan atau kiriman foto dari para pembeli bahwa baju yang diterima itu kebesaran, longgar, atau bahkan terlalu sempit. Iya kalau pembelinya baik, bisa memaklumi dan nggak ngasih komentar yang sadis. Lah, kalau pembelinya lagi iseng dan punya niat jahat? Bisa dikasih rating paling rendah, reputasi drop, dan kurang dipercaya pelanggan lain yang baru berniat mau beli.

Sebagai tambahan, sebelum deal dalam melakukan suatu pembelian, mungkin bisa dipastikan juga kepada calon pembeli bahwa mereka sudah mengecek kembali dan melihat ukuran pakaian tersebut. Jadi, jika sewaktu-waktu terjadi kekeliruan atau hal yang tidak diinginkan, paling tidak, penjual online punya bukti sahih dan argumen yang kuat.

Tolong lah, perkara menghitung ukuran baju ini kan sepele, tapi akibatnya bisa bikin bete. Buat semua penjual online di seluruh Indonesia, saya harap kalian memahami pelanggan dengan memberikan rincian ukuran yang benar. Kalau pesan kaus ukuran jumbo tapi yang datang liliput, kami juga pusing.

BACA JUGA Menjadi Suporter Tim Sepak Bola Adalah Hal Sia-sia yang Pernah Saya Lakukan dan artikel Seto Wicaksono lainnya.

Baca Juga:  4 Tipe Pembeli di Warung Sembako dari yang Manutan sampai Ngeyelan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

---
2


Komentar

Comments are closed.