Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Yang Suka Nge-judge Pasangan Punya Anak Banyak = Nggak KB, Tolong Mulutnya Dijaga

Muntarsih Zakiyya Sakhie oleh Muntarsih Zakiyya Sakhie
12 Juli 2020
A A
program kb sudah pakai kb tapi tetap hamil kebobolan anak banyak mojok.co

program kb sudah pakai kb tapi tetap hamil kebobolan anak banyak mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Entah sudah berapa kali (karena tidak sempat menghitung) saya mendapat pertanyaan,

“Tidak KB ya?”
“Emang Ibu tidak KB? “

ADVERTISEMENT

Suami pun juga tak luput dari pertanyaan serupa.

“Istri tidak KB?”

Ya, anak kami memang dua kali lipat dari slogan BKKBN. Anak kami ada empat, dengan jarak masing-masing anak: anak pertama dan kedua jaraknya empat tahun, anak kedua dan ketiga jaraknya lima tahun, sedangkan anak ketiga dan keempat jaraknya dua tahun.

Dilihat dari jarak kelahiran, memang tidak berimpitan. Kecuali anak ketiga dan keempat yang jaraknya agak dekat, hanya dua tahun, tapi masih dalam batas minimal ideal menurut rekomendasi WHO.

Pertanyaan apakah tidak KB sebenarnya tidak begitu mengusik saya dan suami. Tiap kali pertanyaan itu meluncur dari si penanya, baik dia adalah teman saya, teman dari suami, para tetangga, kenalan sesama penumpang kereta api, hingga bidan yang menolong kelahiran anak keempat (karena saat melahirkan anak keempat, kakaknya yang nomor tiga kelihatan masih kecil), dengan senang hati dan tanpa beban saya jawab, “Saya KB.”

Nyatanya demikian. Saya tidak pernah telat ber-KB sejak melahirkan anak pertama. Kalau murni tidak memasang KB, bisa saja jarak kelahiran antaranak akan kurang dari rentang 2-5 tahun. Juga tidak mustahil anak saya akan lebih banyak dari yang sekarang. Soalnya saya termasuk wanita dengan tingkat kesuburan tinggi.

Baca Juga:

Menyalahkan Ortu yang Menitipkan Anaknya di Daycare Itu Jahat dan Nirempati

Di Balik Cap Manja, Anak Bungsu Sebenarnya Dilema antara Kejar Cita-cita atau Jaga Ortu karena Kakak-kakak Sudah Berumah Tangga 

Mungkin ada yang bernasib sama, punya anak banyak dan sering diberondong pertanyaan, ”Tidak KB ya?” Kita pelukan dulu karena senasib.

Kenapa ya kalau punya banyak anak selalu dituding tidak KB? Apa mereka pikir kalau sudah KB tidak mungkin anaknya banyak, gitu? Padahal banyak anak juga tidak mengindikasikan seseorang tidak KB.

Saya tidak sekadar ngomong tanpa bukti. Buktinya ya saya sendiri. Saya KB hormonal, tapi anak saya banyak. Tidak sedikit juga ibu-ibu yang sudah bersusah payah mengikuti program KB tapi masih saja kebobolan, dan itu namanya takdir. Akhirnya, yang awalnya ingin dua atau tiga anak saja, berubah mindset. Ya mau digimanakan lagi, anak kan amanah, kalau Tuhan mempercayakan lagi dengan menumbuhkan janin di rahim, apa mau dikata.

Dan lagi apa pun metode KB yang digunakan, tidak menjamin 100 persen bisa mencegah kehamilan. Selain itu, memilih metode KB itu juga tidak mudah lho. Meskipun banyak pilihan alat kontrasepsi, tidak semua ibu cocok menggunakannya.

Misalnya, jika tidak cocok menggunakan KB A, mau tidak mau harus melepas dan mengganti dengan jenis KB yang lain. Dan apakah KB pilihan berikutnya dijamin baik baik atau nyaman-nyaman saja beradaptasi dengan tubuh seseorang? Kalau iya sih jelas nggak masalah, namun jika malah terjadi reaksi yang lebih parah dari pemakaian KB pertama, ya suka tidak suka harus menggantinya lagi dengan jenis KB lainnya.

Bahkan ada yang sampai mencoba semua jenis kontrasepsi tapi masih berbuntut keluhan yang tak berkesudahan. Dari keluhan ringan hingga keluhan yang berujung di meja operasi. Karena setiap jenis KB memang tidak ada yang sempurna, pasti ada efek samping yang membarenginya. Jadi jangan enak aja ngomong, “Situ nggak KB? Kok banyak anaknya.”

Ada pula yang KB tapi memang punya alasan khusus untuk memiliki banyak anak entah karena masih termakan pepatah lama banyak anak banyak rejeki atau alasan agama yang memerintahkan umatnya memperbanyak keturunan.

Lantas apakah yang tidak KB anaknya pasti banyak? Ya tidak juga. Banyak teman saya tidak KB tapi anaknya satu doang. Sampai berbagai terapi dijalani demi mendapatkan anak lagi, tapi belum juga membuahkan hasil sampai anak pertamanya segede ibunya. Jadi, tidak bisa kita menganalisis KB tidaknya seseorang berdasarkan jumlah anak. Kalau anaknya banyak berarti tidak KB, yang anaknya tidak banyak berarti KB. Itu tidak bisa dijadikan pedoman.

Contoh terkini bisa dilihat pada artis Zaskia Adya Mecca, istri sutradara Hanung Bramantyo yang baru saja melahirkan anak kelimanya. Sudah melahirkan lima anak di usia menjelang 33 tahun, tentu orang bertanya-tanya, “Apa Zaskia tidak KB?” Atau malah sudah nge-judge, “Tidak KB sih.”

Apakah benar Zaskia tidak KB? Ternyata ya salah. Kehamilan anak kelima Zaskia malah berawal dari ketidaknyamanannya menggunakan KB spiral. Karena mengalami kesakitan, Zaskia memeriksakan ke dokter langganan dan berniat melepasnya sementara. Karena trauma sakit yang dirasakannya, ia berencana untuk tak langsung memasangnya kembali, namun minta waktu satu bulan ke depan.

Tidak dinyana, setelah selang satu bulan itu ia pergi ke dokter untuk memasang spiralnya kembali, justru ia dinyatakaan positif hamil. Jadi, tolong kalau lihat ibu-ibu yang banyaknya anak ada yang sampai sekecamatan, jangan langsung menghakimi.

Sumber gambar: Wikimedia Commons

BACA JUGA 7 Pengalaman Punya Banyak Anak, dari Dikira Tidak KB Hingga Jadi Pusat Perhatian dan tulisan Muntarsih Zakiyya Sakhie lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 12 Juli 2020 oleh

Tags: anak banyakKBOrang Tua
Muntarsih Zakiyya Sakhie

Muntarsih Zakiyya Sakhie

ArtikelTerkait

Orang Tua Menggugat Pihak Sekolah ke Meja Hijau, Akibat Sistem Pendidikan yang Kompetitif, pertanyaan di kelas

Orang Tua Menggugat Pihak Sekolah ke Meja Hijau, Akibat Sistem Pendidikan yang Kompetitif

31 Oktober 2019
Berfoto dengan Orang Tua Eh Anggur Merah Nggak Bikin Kalian Keren

Berfoto dengan Orang Tua Eh Anggur Merah Nggak Bikin Kalian Keren

5 Desember 2019
Sebagai Anak Tengah, Saya Muak pada Glorifikasi Sulung dan Bungsu terminal mojok.co

Kalau Jakarta Punya PSBB, Ayah Protektif Punya PABB: Pembatasan Asmara Berskala Besar

15 April 2020
Nasib Guru Honorer Menjelang Idulfitri: THR Nggak Turun, Upah Bulan Lalu Nanti Dulu orang tua guru korea

Belajar dari Konflik Guru dan Orang Tua Siswa di Korea, Sudah Saatnya Orang Tua Juga Mendidik Dirinya Sendiri

12 September 2023
anak muda jawa nasihat jawa ora ilok duduk di pintu mojok

Jangan Buat Anak Penasaran dengan Kata ‘Ora Ilok’

13 Mei 2020
Jangan Keburu Ngamuk ketika Tahu Anak Merokok, Lakukan 5 Hal Ini Terlebih Dahulu

Jangan Keburu Ngamuk Ketika Tahu Anak Merokok, Lakukan 5 Hal Ini Terlebih Dahulu

26 September 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Cara Licik Mahasiswa Mengerjakan Skripsi Full Pakai ChatGPT, Dosen Pembimbing Wajib Tahu Ciri-cirinya biar Nggak Sampai Dibohongi!

Skripsi Memang Nggak Layak Jadi Satu-satunya Syarat Lulus untuk S1

22 Juni 2026
Pengalaman Pahit Punya Usaha Laundry, Karyawan Banyak Drama hingga Pelanggan Tak Tahu Diri Terminal

Pengalaman Pahit Punya Usaha Laundry, Karyawan Banyak Drama hingga Pelanggan Tak Tahu Diri

24 Juni 2026
Masuk UIN Saizu Purwokerto yang Saya Benci setelah Ditolak Kampus Impian Bukanlah Akhir dari Segalanya Mojok.co

Masuk UIN Saizu Purwokerto yang Saya Benci setelah Ditolak Kampus Impian Bukanlah Akhir dari Segalanya

22 Juni 2026
TransJatim Dibenci, tapi Ia Penyelamat Mahasiswa Surabaya (Wikimedia Commons)

Ugal-ugalan Sopir TransJatim Menyelamatkan Masa Depan Mahasiswa Mojokerto yang Kuliah di Surabaya

22 Juni 2026
Gagal Paham dengan Warlok Solo yang Ngebet Kuliah di Luar Kota Demi Kejar Gengsi Mojok.co

Gagal Paham dengan Warlok Solo yang Ngebet Kuliah ke Luar Kota Demi Kejar Gengsi

27 Juni 2026
4 Rekomendasi Motor Second yang Cocok untuk Mahasiswa Pertama Kali Merantau Mojok.co

4 Rekomendasi Motor Second yang Cocok untuk Mahasiswa Pertama Kali Merantau

25 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.