Yang Bisa Dipelajari dari Penulis Novel

Dari para penulis novel ini kita bisa belajar bagaimana cara cepat menyelesaikan masalah sampai menjalani kehidupan orang lain yang berbeda.

Artikel

Imelda A. Sanjaya

Yang bisa dipelajari dari penulis novel:

Barbara Cartland: Semua masalah (termasuk ibu tiri kejam, adik banyak, ayah pemabuk) akan selesai begitu kamu bertemu dengan bangsawan tampan.

Sidney Sheldon: Semua orang di dunia ini terlibat konspirasi kecuali tokoh utama.

John Grisham: Tidak ada keadilan sesungguhnya di dalam dunia ini.

Dan Brown: Hobi ngode orang zaman dulu itu bikin repot generasi selanjutnya.

Danielle Steel: Cinta akan membuat segalanya menjadi (tampak) mudah. Padahal nggak.

Harlequin: Untung KPI nggak ngatur-ngatur isi novel juga

Andrea Hirata: Persahabatan itu ada

Ika Natassa: Klo lo jelek, bego, cupu dan miskin nggak bakal jadi karakter novelnya.

Tere Liye: Bahwa profesi penulis novel dikenai pajak dua kali.

JK Rowling: Teruslah bersikap positif, siapa tau ada burung hantu nyampein surat penerimaan dari SMK sihir.

Nicholas Sparks: Ada juga lho cowok bucin di dunia. 😶

Sandra Brown: Harlequin dengan plot twist bobo bareng sama pembunuh berantai.

Pidi Baiq: Emang paling enak masa SMA 😕

Habiburahman El Shirazy: Enak dibaca bagi kalian yang nggak pro-tinder

Kho Ping Hoo: Kamu merasa punya jiwa petualang? Cek lagi apakah kamu sudah pernah turun gunung, bersemedi di hutan lalu berburu rusa sambil memperebutkan pedang sakti yang membuat seisi negara geger?

Bastian Tito: Kalo kamu sakti dan ganteng, kamu bebas berkelakuan aneh, punya guru gila, pake baju ga ganti-ganti terus pacaran sama roh halus.

Sir Arthur Conan Doyle: CSI vintage.

Enid Blyton: Nge-geng itu perlu, guys.

Ayu Utami: Baca novelnya harus di tempat terang. 😶

Ilana Tan: Jatuh cinta dengan cowok oriental akan lebih bermakna jika terjadi pada saat musim berganti.

Baca Juga:  Ternyata Fakultas Sastra Tidak Mencetak Sastrawan

Stephenie Meyer: Nggak apa-apa kamu ceking, pucat dan nggak punya teman. Kamu hanya perlu pindah ke kota terpencil, siapa tahu ada makhluk jadi-jadian yang menyayangimu.

Jane Austen: Barbara Cartland versi lebih rumit.

Chiung Yao: Cewek harus memperjuangkan cintanya walau dihina orang, ditinggal pergi perang, dianggap pelakor, dimusuhi orang sekampung, dicoret dari KK dan cowoknya masih nggak peka-peka.

Agatha Christie: Pulpen pilot kamu hilang di dalam laci kelas setelah UTS 10 tahun yang lalu? Ikan cupang kamu mati secara misterius di dalam kaleng Khong Ghuan? Hercule Poirot akan memecahkan kasusnya, teman. 😎

Mario Puzo: Mulailah menapak karir dari bawah, nepotisme sedikit, tekun sampai tak terkalahkan.

Chin Yung: Bahwa sesungguhnya partai silat dan kitab rahasia adalah harta yang paling berharga selain keluarga.

Hilman Hariwijaya: Sesungguhnya teman-temanmu, gurumu, adikmu, pacarmu dan sendok katering mamimu semuanya adalah hal yang lucu dan membahagiakan. Lupus dan Olga mengajari kita tertawa sesulit apapun situasinya.

Langit Kresna Hariadi: Novel yang sehabis membacanya membuat kamu merasa lebih pintar daripada guru sejarahmu.

Kevin Kwan: Orang miskin ngapain baca? 😐

Michael Crichton: Mutasi gen dan DNA itu nyata. Keberadaan kita mungkin saja adalah hasil mutasi dari ikan glodok yang kabur ke daratan sejuta tahun yang lalu.

Eiji Yoshikawa: Ini adalah jalan samuraiku.

Nick Carter: James Bond with BDSM.

Amy Tan: The life of immigrants.

Fredy S: Suatu rujak dari villa, kamar kost, tante, oom dan persahabatan yang cidera.

Dewi Lestari: Membuatku bertanya-tanya aku ini reinkarnasi siapa dan berasal dari galaksi apa.

Tom Clancy: Karir intel tidak hanya dimulai dari menyamar sebagai tukang nasi goreng, temans.

Baca Juga:  Di Balik Viralnya Cerita KKN di Desa Penari

Joan Collins dan Jackie Collins: Membuatmu mempertanyakan pencitraan selebritis dan kenyataan yang sesungguhnya.

Marah Roesli: Jebakan fintech jadoel berbalut kearifan lokal.

Tulis Soetan Sati: Jebakan fintech jadoel berbalut kearifan lokal (2).

Abdoel Moeis: Pemuda bercita-cita go internesyenel ala ala anak Jaksel yang merasa terjebak dalam ketradisionalan ibunya.

Pearl S. Buck: Impian laki-laki bule menikahi perempuan Asia nan patuh dan memesona atau sebaliknya impian perempuan Asia menikahi lelaki bule yang dikira ksatria ternyata tidak selalu berakhir bahagia.

Chin Yung Bezine: Novel sejarah dari sudut pandang raja antagonis.

Alberthiene Endah: Hedon berujung derita.

Tetsuko Kuroyanagi: Starter Pack guru-guru sekolah muda yang rame-rame pengen bikin sekolah pake gerbong/kontainer bekas.

Joe Klein: Politic sucks. Clinton is jerk.

Robert Ludlum: It’s all about Bourne. Everybody dies for Bourne. Everyone fights for Bourne. Hail Bourne.

Arthur Golden: Insipirasi sugar baby ala Jepang kuno.

Erich Segal: Kisah cinta anak-anak Ivy League, nominator nobel, dan orang-orang pintar lainnya

Rosamunde Pilcher: Kisah-kisah cinta bebas, melawan norma,.ala hippies dengan pendekatan yang manis.

Irving Wallace: Sydney Sheldon dengan lebih banyak plot twist. 😉

James Patterson: Gak cuma Morgan Freeman yang cocok jadi karakter utamanya, sih.

Scott Turow: Baca novelnya kayak lagi ikut kuliah hukum, mulai semester 1 sampe magang di pengadilan.

Philip Shelby: Karakter wanita setrong adalah kunci. 👌

Shakespeare:

…Drama. 😪

BACA JUGA Perspektif Orang Ketiga dalam Prahara Rumah Tangga Orang Lain atau tulisan Imelda A. Sanjaya lainnya. Follow Twitter Imelda A. Sanjaya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

---
10

Komentar

Comments are closed.