Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Yamaha Vixion: Motor yang Mudah Dicintai dan Bikin Nyaman Pengendaranya

Seto Wicaksono oleh Seto Wicaksono
21 Oktober 2020
A A
Yamaha Vixion: Motor yang Mudah Dicintai dan Bikin Nyaman Pengendaranya terminal mojok.co

Yamaha Vixion: Motor yang Mudah Dicintai dan Bikin Nyaman Pengendaranya terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Sejak kali pertama muncul sekitar tahun 2007, saya sudah kepincut dengan gagahnya Yamaha Vixion. Dilihat dari arah mana pun, Vixion adalah motor yang punya tongkrongan kece banget. Apalagi harga motor ini terbilang masih terjangkau di kelasnya. Saya tidak bilang murah, tapi, dari segi harga, betul-betul bersaing dengan motor berjenis sport lainnya.

Jujur saja, saya sendiri nggak asing dengan Vixion karena pada tahun 2012, saya sempat memiliki dan merasakan gimana nyamannya mengendarai Vixion generasi kedua yang lampunya runcing seperti membentuk huruf v dengan body tambahan yang sporty betul. Mulai dari tarikan gas sampai dengan posisi saat saya berkendara. Betul-betul ergonomis dan nggak bikin pegal punggung juga selangkangan. Serius.

Saat masih kuliah, saya sering mengendarai Vixion dari Bogor ke Depok. Pulang-pergi. Dengan jarak yang terbilang lumayan, saya merasa badan saya baik-baik aja dan nggak terasa pegal. Dan saya cukup yakin, salah satu faktornya adalah jarak antara posisi duduk dan stang yang sangat ergonomis.

Sejak awal duduk di jok Yamaha Vixion, secara tidak sadar badan saya langsung memosisikan diri pada gestur yang paling nyaman saat berkendara. Punggung jadi nggak gampang pegal dan capek aja gitu. Dibikin nyaman, lah, pokoknya.

Soal tarikan, sih, nggak perlu diragukan lagi. Dengan mesin berkekuatan 150 cc, tarikannya pol-polan betul. Gas terbilang ringan dan perpindahan antar gigi sangat responsif. Jadi, sangat nyaman ketika dipakai sedikit ngebut walau hanya memiliki transmisi manual 5-speed (mentok di gigi 5).

Pada masanya, banyak yang mengeluh dan memperdebatkan hal tersebut. Katanya, bagi ukuran motor sport dan biasa dipakai untuk keperluan touring, 5-speed itu terbilang nanggung. Apalagi kompetitor terdekatnya, Honda CB105R, sudah memiliki 6-speed.

Bagi saya, sih, Yamaha Vixion generasi pertama (bahkan sampai dengan yang terbaru) sudah memiliki bentuk dan komposisi yang paling paripurna. Jadi, tidak perlu repot-repot memperdebatkan hal tersebut.

Kalau mau transmisi manual sampai dengan 6-speed dan kalian pecinta Yamaha, kan ada R15 yang bisa memenuhi hasrat kalian dalam mengendarai motor dengan akselerasi yang mumpuni. Jadi, jangan usik Vixion dengan segala spesifikasi terbaik dari pabriknya.

Baca Juga:

Awalnya Bangga Beli Honda Scoopy, Lama-lama Malu karena Sering Bermasalah, Motor dan Pemiliknya Jadi Kelihatan Payah

Honda Beat Motor yang Mudah Digunakan, Dirawat, dan Dimaling

Bicara soal boros atau tidaknya bahan bakar yang digunakan, rasanya hanya beda tipis dengan motor pabrikan lain, kok. Buat saya, soal bensin akan tergantung pada pemakaian dan jarak yang ditempuh. Paling penting, isi dengan bahan bakar terbaik. Minimal pertamax atau sebangsanya biar bisa sekaligus merawat mesin.

Ya, kan sayang aja gitu, jika motor atau kendaraan dengan spesifikasi terbaik nggak diimbagi dengan bahan bakar yang baik juga.

Untuk motor dengan ukuran yang bongsor, pergerakan Vixion cukup lincah dan gesit. Bodinya pun terbilang ringan di kelasnya. Suwer. Bagi saya yang memiliki tinggi 160-an cm dan berat 59 kilogram, Vixion masih dapat dikendalikan dengan baik. Sederhananya sih, nggak “kebanting” antara berat badan dan bobot motor gitu. Nggak ringan, tapi nggak berat juga. Bobotnya pas. Itu kenapa, enak banget buat dibawa santai atau agak ngebut.

Selama empat tahun menggunakan Yamaha Vixion generasi kedua, biaya perawatan pun terbilang bisa dikontrol dan selalu saya service secara berkala. Mau bagaimanapun, saya kadung cinta dengan Vixion berwarna putih dengan bodi tambahan dan strip berwarna merah ini.

Sayangnya, pada 2016 lalu, karena satu dan dua hal, saya harus menjual Yamaha Vixion ini dan merelakan kebersamaan yang sudah dijalin selama empat tahun belakangan. Ada perasaan kehilangan dan sedih yang lumayan mendalam. Wajar juga, sih, karena sudah cukup lama bareng-bareng. Apalagi, ia juga menjadi saksi bisu perjalanan dan kisah asmara saya dengan seorang gebetan kala itu.

Jika dirunut, sampai dengan saat ini Yamaha Vixion sudah memiliki beberapa generasi dengan teknologi mumpuni dan bodi yang semakin futuristik.

Meskipun begitu, soal tampilan, terlepas dari romantisasi, bagi saya Vixion generasi kedua dengan headlamp meruncing seperti bentuk segitiga terbalik adalah yang terbaik dari jenis Yamaha Vixion lainnya. Pasalnya, ia betul-betul memberi kesan yang sangat agresif dan menjadi pelopor bagi tipe Vixion berikutnya.

BACA JUGA 3 Kekurangan Supra Fit Edisi Pertama yang Bikin Pusing Pemiliknya dan artikel Seto Wicaksono lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 20 Oktober 2020 oleh

Tags: Motoryamaha vixion
Seto Wicaksono

Seto Wicaksono

Kelahiran 20 Juli. Fans Liverpool FC. Lulusan Psikologi Universitas Gunadarma. Seorang Suami, Ayah, dan Recruiter di suatu perusahaan.

ArtikelTerkait

Suzuki Smash Cocok untuk Orang-orang yang Ingin “Melambat” dan Ngirit Mojok.co

Suzuki Smash Cocok untuk Orang-orang yang Ingin “Melambat” dan Ngirit

27 Mei 2024
pengendara motor mojok.co

7 Dosa yang Sering Dilakukan oleh Pemilik Sepeda Motor

24 Maret 2022
5 Rekomendasi Motor yang Bikin Tukang Parkir Segan kepadamu

5 Rekomendasi Motor yang Bikin Tukang Parkir Segan kepadamu

12 Agustus 2025
5 Akal-akalan Bengkel yang Perlu Diwaspadai Pelanggan kalau Tidak Mau Rugi Mojok.co

5 Akal-akalan Bengkel yang Perlu Diwaspadai Pelanggan kalau Tidak Mau Rugi 

19 September 2025
Melepas Sepatbor Belakang Sepeda Motor Itu Biar Apa sih?

Melepas Sepatbor Belakang Sepeda Motor Itu Biar Apa sih?

5 Februari 2022
4 Ide Modifikasi Motor yang Norak, Sebaiknya Jangan Ditiru Mojok.co

4 Ide Modifikasi Motor yang Norak, Sebaiknya Jangan Ditiru

4 Oktober 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Kasta Kursi KA Probowangi yang Menentukan Nyaman Tidaknya Perjalanan Mudikmu

5 Kasta Kursi KA Probowangi yang Menentukan Nyaman Tidaknya Perjalanan Mudikmu

15 Maret 2026
Siasat Melewati 31 Jam di “Neraka” Bernama Kapal Kelas Ekonomi Surabaya-Makassar Mojok.co

Siasat Melewati 31 Jam di “Neraka” Bernama Kapal Kelas Ekonomi Surabaya-Makassar

13 Maret 2026
Daihatsu Taruna, Mobil Sok Gagah yang Berakhir Gagal Total dan Bikin Penggunanya Bingung Setengah Mati

Daihatsu Taruna, Mobil Sok Gagah yang Berakhir Gagal Total dan Bikin Penggunanya Bingung Setengah Mati

17 Maret 2026
Jalan Nasional Purworejo Kulon Progo Payah, Kondisi yang Normal Cuma Sekitar Bandara YIA Mojok.co

Jalan Nasional Purworejo-Kulon Progo Payah, Kondisi yang Normal Cuma Sekitar Bandara YIA

16 Maret 2026
Jalan Raya Prembun-Wadaslintang, Jalur Penghubung Kebumen-Wonosobo yang Keadaannya Menyedihkan dan Gelap Gulita! wonosobo

Wonosobo, Kota Asri yang Jalanannya Ngeri, kalau Nggak Berlubang, ya Remuk!

13 Maret 2026
5 Hal yang Bikin Perantau Mikir-Mikir untuk Tinggal Lama dan Menetap di Kota Palu, meski Indahnya Bukan Main

5 Hal yang Bikin Perantau Mikir-mikir untuk Tinggal Lama dan Menetap di Kota Palu, meski Indahnya Bukan Main

17 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Getol Kuliah Peternakan Sejak Sarjana hingga S3 di Luar Negeri, Kini Bantu Para Gembala di Kupang Jadi Kaya 
  • 3 Cara Gen Z Habiskan THR, padahal Belum Tentu Dikasih dan Jumlahnya Tidak Besar tapi Pasti Dibelanjakan
  • Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya?
  • Mudik Gratis BUMN 2026: Hemat Rp600 Ribu dari Jakarta-Solo Tanpa Pusing Dana THR Berkurang
  • Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali 
  • Mahasiswa UGM Kena DO dan Tinggal Nomaden karena Kendala Ekonomi, Kini Raih Gelar Sarjana Berkat “Menumpang” di Kos Teman

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.