Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Webtoon ‘Bastard’ yang Sebenarnya Tidak Sebangsat Itu

Ni Komang Ayu Gita Astiti oleh Ni Komang Ayu Gita Astiti
12 Maret 2021
A A
Webtoon Bastard terminal mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa waktu lalu, drama Korea adaptasi Webtoon garapan Netflix yang berjudul Sweet Home memang lagi hits-nya. Walau sudah tamat, euforia yang dihadirkan masih membekas di ingatan para penonton, termasuk saya yang mengikutinya sejak masih jadi Webtoon.

Ending yang menggantung membuat saya sangat menantikan Season 2 untuk kelanjutan kisah Hyunsu, dkk. Sambil menunggu, saya akhirnya membaca ulang Webtoon lain karya author Sweet Home, Kim Carnby dan Hwang Youngchan. Webtoon itu berjudul Bastard, sebuah karya komik yang masih bertema gelap tetapi lebih “manusiawi”.

Saya jadi teringat, 2018 lalu, saya sempat membaca rumor kalau Bastard akan segera diangkat ke layar lebar. Beberapa aktor ternama Korea Selatan seperti Im Siwan, Yeo Jin Goo, hingga D.O EXO dikabarkan akan ikut meramaikan film ini. Sayangnya sampai detik ini, Bastard belum kunjung dapat kepastian. Ia bahkan dilangkahi juniornya, Sweet Home, yang lebih dulu diadaptasi Netflix dan memperoleh kepopuleran. Meski begitu, Bastard telah sukses dalam bentuk komik cetak yang hadir dengan lima volume. Volume pertamanya bahkan ikut debut dalam serial Sweet Home, loh.

Sesuai judulnya, Webtoon Bastard berhasil bikin saya mengabsen makhluk-makhluk kebun binatang. Bagaimana tidak? Di awal cerita saja, pembaca sudah disajikan adegan pembunuhan berantai yang didalangi oleh Bapak Seon Dongsoo dan anak bujangnya, Seon Jin. Ditambah fakta bahwa Jin terpaksa membantu sang ayah dan sangat membenci psikopat itu. Jin bahkan punya trauma masa kecil karena hampir dibunuh sang ayah dengan dibuang dari atap gedung hingga berakhir hidup dengan tubuh lemah dan banyak dipermak. Kondisi tubuhnya itu juga jadi alasan ia dikucilkan anak-anak sekolahnya, bahkan sampai ada yang merundungnya, Manny Kim misalnya.

Konflik pun makin pecah saat Bapak Seon menargetkan Kyun Hoon, siswi pindahan sekaligus cewek yang ditaksir Seon Jin sebagai korban selanjutnya. Mulai dari sinilah Jin berusaha lepas dari kurungan sang ayah yang membelenggunya. Ia juga mencoba membeberkan kebenaran itu pada Kyun Hoon, walau kerap kali berakhir dengan kesalahpahaman.

Di beberapa chapter menuju ending, muncul plot twist yang benar-benar membagongkan menurut saya. Pada bagian ini, Bapak Seon akhirnya memberitahu fakta yang selama ini menjadi salah satu konflik utama dalam cerita. Nyatanya, ayah Jin itu tak pernah sekalipun ingin menyakitinya, bahkan tak pernah berniat membunuhnya. Ingat saat Jin dibuang dari atap gedung sewaktu bocah? Sang ibulah pelakunya. Mengetahui anak dan suaminya adalah psikopat, tak heran jika wanita itu akhirnya berbuat nekat.

Lalu ketika ditanya mengenai pembunuhan keluarga Manny Kim, si pembully yang berpura-pura menjadi teman Jin, sang ayah malah menjawab karena Jin diganggu olehnya. Untuk bagian ini, memang benar, sih. Orang tua mana yang ikhlas anaknya ditindas? Namun jika dipikir lagi, orang biasa tidak akan sampai membunuh, kan? Apalagi sampai menghabisi satu keluarga.

Jujur saja, pada bagian ini, air mata saya meluap sejadi-jadinya. Untuk pertama kali, akhirnya Bapak Seon dan Jin dapat mengobrol dari hati ke hati. Walau belum bisa disebut obrolan santai keluarga, setidaknya mereka bisa meluruskan sedikit kesalahpahaman yang menjadi akar masalah mereka.

Baca Juga:

6 Drama Korea Gore No Sensor, buat yang Kuat-Kuat Aja

5 Drama Korea Terburuk Sepanjang Tahun 2023

Sementara itu, hubungan Jin dan Kyun Hoon sendiri sebenarnya sudah direstui oleh sang ayah. Hanya saja, Bapak Seon masih perlu menguji apakah Kyun Hoon benar-benar bisa menerima Jin dan apakah Jin benar-benar berbeda dengan dirinya. Masalahnya, cara yang dipakai sang ayah bisa dibilang cukup ekstrem.

Kisah tersembunyi lainnya juga ikut terungkap, salah satunya mengenai lukisan tempat Jin menyembunyikan senjata pembunuhnya. Lukisan itu ternyata adalah replika karya seniman Perancis, Thomas Couture yang berjudul Seorang Ayah dan Putranya. Saya sendiri tidak tahu persis makna lukisan itu. Namun yang menyayat hati, Bapak Seon akhirnya terjun bebas dari atap gedung sambil membawa lukisan itu di pelukannya. Saya rasa itu merupakan salah satu bentuk permintaan maaf sekaligus untuk mengenang pengampunan dari putra tercintanya.

Setelah menamatkan Webtoon ini, entah mengapa saya jadi teringat pepatah bahwa darah lebih kental daripada air. Yah, meskipun seorang pembunuh berantai, nyatanya Bapak Seon tak tega membunuh Jin, darah dagingnya sendiri. Bahkan secara tak sadar, blio tidak bisa membunuh atau menyakiti istrinya. Mengesampingkan pembunuhan terhadap korban-korbannya, Webtoon Bastard sebenarnya tidak sebangsat itu. Bapak Seon hanyalah gambaran seorang suami dan ayah yang baik yang terjebak dalam tubuh seorang psikopat.

Sumber Gambar: YouTube Webtoon

BACA JUGA Rekomendasi Drama Korea Adaptasi Webtoon yang Wajib Ditonton.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 11 Maret 2021 oleh

Tags: Bastardwebtoon
Ni Komang Ayu Gita Astiti

Ni Komang Ayu Gita Astiti

Seorang gadis introvert penggemar komik yang malah terjun ke pariwisata.

ArtikelTerkait

7 Drama Korea yang Cukup Ditonton Sekali Seumur Hidup Terminal Mojok

7 Drama Korea yang Cukup Ditonton Sekali Seumur Hidup

27 Agustus 2022
Membaca Komik Lookism Adalah Membaca Problematika Sosial

Membaca Komik Lookism Adalah Membaca Problematika Sosial

26 Desember 2019
Lookism: Webtun yang Menyajikan Sisi Gelap Korea Selatan dengan Gamblang

Lookism: Webtun yang Menyajikan Sisi Gelap Korea Selatan dengan Gamblang

18 Juni 2022
Omniscient Reader, Webtoon Kompleks yang Nggak Boleh Dilewatkan

Omniscient Reader, Webtoon Kompleks yang Nggak Boleh Dilewatkan

23 Desember 2022
Rekomendasi Webtoon Thriller Terbaik, Nyali Ciki Minggir Dulu!

Rekomendasi Webtoon Thriller Terbaik, Nyali Ciki Minggir Dulu!

22 Juli 2022
webtoon komik bela diri mojok

4 Rekomendasi Komik Webtoon dengan Tema Bela Diri

14 November 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jangan Bilang Kudus Kota Sempurna kalau Tiap Lampu Merah Masih Dikuasai Badut dan Manusia Silver

Jangan Bilang Kudus Kota Sempurna kalau Tiap Lampu Merah Masih Dikuasai Badut dan Manusia Silver

8 April 2026
Toyota Hiace, Mobil Toyota yang Nyamannya kayak Bawa LCGC (Unsplash)

Derita Pemilik Hiace, Kerap Menghadapi “Seni” Menawar Harga yang Melampaui Batas Nalar

8 April 2026
UMK Cikarang Memang Tinggi, tapi Biaya Hidup di Cikarang Tetap Murah, Jogja Can't Relate! scbd

Jika Harus Menjalani Sepuluh Ribu Kehidupan, Saya Tetap Memilih Jadi Pekerja Cikarang ketimbang Kakak-kakak SCBD

5 April 2026
Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial yang Cerdas Mojok.co

Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial Paling Cerdas

7 April 2026
Jalan Godean Konsisten Menguji Kesabaran Warga Sleman Sisi Barat Mojok

Jalan Godean yang Ruwet Konsisten Menguji Kesabaran Warga Sleman Sisi Barat

8 April 2026
Hidup di Desa Nggak Selamanya Murah, Social Cost di Desa Bisa Lebih Mahal daripada Biaya Hidup Sehari-hari karena Orang Desa Gemar Bikin Hajatan

Pindah ke Desa Bukan Solusi Instan Saat Muak Hidup di Kota Besar, apalagi bagi Kaum Introvert, Bisa-bisa Kena Mental

5 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia
  • #NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI
  • Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elite dan Realitas yang Sulit

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.