Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Warung Madura Dianggap Menjajah Jogja, Guyonan Paling Lucu Abad Ini

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
6 Maret 2023
A A
Warung Madura Dianggap Menjajah Jogja, Guyonan Paling Lucu Abad Ini

Warung Madura Dianggap Menjajah Jogja, Guyonan Paling Lucu Abad Ini (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Warung madura adalah penyelamat

Paragraf-paragraf di atas terkesan mengkerdilkan warung madura, tapi memang saya sengaja buat seperti itu agar kalian tahu, warung ini bukan ancaman. Sebaliknya, warung madura justru jadi penyelamat bagi banyak orang di Jogja.

Kita tahu, Jogja adalah kota yang tidak pernah tidur. Warung kopi mungkin tak lagi menerima pesanan lewat tengah malam, tapi kau bisa menghabiskan waktu di kafe tersebut hingga pagi menjelang. Di tempat lain, ada segerombolan mahasiswa yang merasa memegang seluruh pengetahuan di dunia berbusa-busa mengutuk kapitalisme. Di pojok lainnya, ada lelaki yang bersilat lidah mencoba terlihat sepintar Jimmy Neutron di depan wanitanya. Semua itu terjadi tiap hari, tiap malam, hingga mentari menjelang.

Orang dengan naluri bisnis sepayah apa pun pasti setuju akan satu hal, bisnis yang buka 24 jam di Jogja bakalan untung. Terlebih jika punya lapak di daerah padat manusia seperti sekitaran kampus, daerah Condongcatur, Seturan, dan tempat-tempat ramai lainnya. Maka amat sangat masuk akal jika warung madura memilih untuk beroperasi 24 jam. Sebab, jam berapa pun, akan selalu ada pembeli datang.

Saya sendiri kerap beli rokok dan air mineral di warung madura ketika melewati tengah malam. Sejak pandemi hingga sekarang, saya tak bisa lagi mengandalkan Indomaret, sebab mereka tak lagi beroperasi setelah jam 10 malam. Dan banyak orang seperti saya, yang kehabisan rokok di tengah malam. Bagi orang-orang tersebut, warung madura jadi penyelamat.

Strategi bisnis warung madura beda

Tak mengherankan jika laba warung madura itu besar. Ya karena mereka berani beroperasi 24 jam. Warung yang dimiliki warga lokal mungkin kebanyakan tak buka sampai malam. Jadi wajar jika keuntungan mereka tak sebesar warung madura.

Tapi, tak elok dan tak seharusnya bilang orang Madura adalah penjajah. Mereka simply mengambil ceruk yang ada. Mereka bahkan tak merebut pasar siapa pun. Ide beroperasi 24 jam ini milik siapa pun.

Kalau memang mereka (warung madura) penjajah, harusnya orang-orang Kuningan yang mengadu nasib di Jogja ini sudah dianggap Belanda Gaya Baru oleh orang-orang ICJ. Sebab ya, warmindo sudah menguasai Jogja jauh lebih lama. Saya sampai sekarang belum pernah dengar keberadaan warmindo bikin warung ayam geprek atau gudeg di Jogja bangkrut. Pasarnya sendiri-sendiri kok.

Pendatang yang selalu jadi kambing hitam

Jujur saja, saya selalu bermasalah dengan term “pendatang”, sebab saya sendiri adalah pendatang. Niat saya datang ke Jogja bahkan bukan tentang uang, tapi kuliah. Jika akhirnya sekarang saya bekerja di Jogja, itu lain soal. Tapi yang harus dipahami adalah, Jogja ini memang “mengundang” banyak orang untuk mengadu nasib. Contoh paling sahih ya, warung madura dengan orang Maduranya. Bagi yang paham tentang isu Jogja dan yang pernah tinggal di Jogja, pasti tahu maksud saya.

Baca Juga:

Pengendara Jogja Jarang Klakson Bukan Berarti Mereka Beradab di Jalan dan Layak Jadi Teladan 

Ngemplak, Kecamatan di Sleman yang Sering Terlupakan karena Nama Besar Depok dan Ngaglik

Pariwisata, sebagai sektor yang diunggulkan Jogja saja sudah jadi bukti bahwa kota ini memang butuh pendatang agar mendapat pemasukan. Kalau dilihat betul, justru ini hubungan saling menguntungkan. Nah, jika ada yang rugi, seperti warga lokal, berarti ada yang salah dalam praktiknya. Dan yang berwenang perkara itu jelas bukan pedantang, kan?

Klaim-klaim pendatang bikin bisnis warga lokal terancam ini mirip dengan narasi aseng yang kerap digemborkan selama masa pemerintahan Jokowi. Semua masalah yang dialami oleh orang-orang yang percaya narasi tersebut, dianggap sebaga salah Jokowi yang jadi antek Cina. Saya tak mau membela utang-utang Indonesia ke Cina, tapi menyalahkan nasib tak membaik semata kepada orang asing, saya pikir jelas cacat secara logika.

Banyak sekali postingan di ICJ yang terlihat jelas menyalahkan pendatang atas masalah-masalah yang ada. Ya kesenjangan, ya kemiskinan, ya kemacetan, dan sekarang persaingan bisnis. Miris membacanya. Katanya Jogja adalah Kota Pelajar, tapi kok bisa logika orang-orangnya seperti ini?

Terlalu sering saya melihat postingan yang mencari kambing hitam untuk tiap masalah di Jogja. Dan saya lama-lama jadi bertanya-tanya, kalau Jogja menjual keramahan, kenapa orang-orangnya terlalu mudah menuding pihak untuk dijadikan kambing hitam?

Bisnis itu kalau nggak untung, ya rugi

Saya jadi teringat wawancara saya dengan salah satu pemilik kafe di Kotabaru beberapa waktu lalu. Banyaknya kafe tak berarti ancaman. Yang namanya bisnis ya risikonya nggak laku, atau malah bangkrut. Hal tersebut tidak bisa ditimpakan kepada pihak lain. pintar-pintar strategi ownernya saja.

Saya juga jadi teringat kalau saya punya kawan yang toko kelontongnya sukses betul. Padahal, tokonya ada di daerah yang terkenal sepi, dekat dengan Indomaret dan pasar. Dari tempat saja, terlihat kurang mendukung. Nyatanya, bisnis keluarganya sukses beratz.

Menyalahkan kawan-kawan Boger Bojinov atas kurang moncernya bisnis warga lokal itu sama sekali tak bijak, dan menunjukkan bahwa pembuat postingan di ICJ tersebut malas berpikir dan lebih memilih untuk menyalahkan orang lain ketimbang instropeksi diri.

Lagian aneh sih, mengutuk warung madura, tapi liat Yang Mulia Boger joget mereka ketawa. Pie e?

Penulis: Rizky Prasetya
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Perbedaan Mencolok Warung Kelontong Milik Orang Madura dan Batak

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 7 Maret 2023 oleh

Tags: Info Cegatan JogjaJogjawarung madura
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Founder Kelas Menulis Bahagia. Penulis di Como Indonesia.

ArtikelTerkait

Kapok Naik Trans Jogja Setelah Satu Kali Mencobanya MOJOK.CO

Kapok Naik Trans Jogja Setelah Satu Kali Mencobanya

14 Agustus 2020
Penderitaan Orang Bantul yang Kuliah di Sleman (Unsplash)

Orang Bantul Kalau ke Sleman Rasanya Dekat, tapi Orang Sleman ke Bantul Rasanya Jauh Banget: Penderitaan Mahasiswa Nglaju PP

20 November 2025
Taman Pelangi Jogja: Destinasi Wisata yang Dulu Memesona, Kini Biasa Saja

Taman Pelangi Jogja: Destinasi Wisata yang Dulu Memesona, Kini Biasa Saja

29 Juli 2024
Patung Raksasa KAWS Holiday di Candi Prambanan, Simbol Rakyat Jogja yang Narimo Ing Pandum

Patung Raksasa KAWS Holiday di Candi Prambanan, Simbol Rakyat Jogja yang Narimo Ing Pandum

22 Agustus 2023
Aturan Tidak Tertulis Belanja di Warung Madura yang Beda Jauh dengan Indomaret dan Alfamart Mojok.co

5 Kelakuan Pembeli yang Dibenci Penjaga Warung Madura

1 Juni 2025
ha milik tanah klitih tingkat kemiskinan jogja klitih warga jogja lagu tentang jogja sesuatu di jogja yogyakarta kla project nostalgia perusak jogja terminal mojok

Klitih di Jogja: Akibat dari Mental Chauvinis dan Maskulinitas ala Feodal

9 Agustus 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Momen Beloon Jarjit di Serial TV Upin Ipin yang Malah Menghidupkan Cerita Mojok.co

4 Momen Beloon Jarjit di Serial TV Upin Ipin yang Malah Menghidupkan Cerita

18 Januari 2026
Perkampungan Pinggir Kali Code Jogja Nggak Sekumuh yang Dibayangkan Orang-orang meski Nggak Rapi

Perkampungan Pinggir Kali Code Jogja Nggak Sekumuh yang Dibayangkan Orang-orang meski Nggak Rapi

14 Januari 2026
5 Istilah di Solo yang Biking Orang Jogja seperti Saya Plonga-plongo Mojok.co

5 Istilah di Solo yang Biking Orang Jogja seperti Saya Plonga-plongo

15 Januari 2026
Jawaban untuk Pertanyaan Kenapa Kutoarjo Punya Alun-alun Sendiri padahal Masuk Purworejo

Jawaban untuk Pertanyaan Kenapa Kutoarjo Punya Alun-alun Sendiri padahal Masuk Purworejo

19 Januari 2026
5 Camilan Private Label Alfamart Harga di Bawah Rp20 Ribuan yang Layak Dibeli Mojok.co

5 Camilan Private Label Alfamart Harga di Bawah Rp20 Ribu yang Layak Dibeli 

13 Januari 2026
6 Warna yang Dibenci Tukang Bengkel Cat Mobil karena Susah dan Ribet Mojo.co

6 Warna yang Dibenci Tukang Bengkel Cat Mobil karena Susah dan Ribet

13 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan
  • Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu
  • Nasib Tinggal di Jogja dan Jakarta Ternyata Sama Saja, Baru Sadar Cara Ini Jadi Kunci Finansial di Tahun 2026
  • Mahasiswa di Jogja Melawan Kesepian dan Siksaan Kemiskinan dengan Ratusan Mangkuk Mie Ayam
  • Beasiswa LPDP 80 Persen ke STEM: Negara Ingin Membuat Robot Tanpa Jiwa?
  • Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.