Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Untuk Warga Surabaya, Stop Menormalisasi Bayar Parkir kepada Juru Parkir di Toko Atau Minimarket yang Bertuliskan ‘Parkir Gratis’!

Muhamad Iqbal Haqiqi oleh Muhamad Iqbal Haqiqi
2 Januari 2026
A A
Untuk Warga Surabaya, Stop Menormalisasi Bayar Parkir kepada Juru Parkir di Toko Atau Minimarket yang Bertuliskan 'Parkir Gratis'!

Untuk Warga Surabaya, Stop Menormalisasi Bayar Parkir kepada Juru Parkir di Toko Atau Minimarket yang Bertuliskan 'Parkir Gratis'! (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Muncul masalah

Kemudian masalah muncul ketika banyak orang yang menormalisasi tetap membayar parkir di toko atau minimarket yang bertuliskan “parkir gratis” di Surabaya. Awalnya seiklasnya karena kasihan, lalu berubah menjadi kebiasaan bagi para juru parkir, dan akhirnya mereka protes ketika nggak dikasih. Padahal tertulis jelas itu “parkir gratis”. Kebiasaan itu kemudian memicu skema baru, yaitu parkir gratis di papan, bayar di lapangan.

Banyak yang mengira kalau dua ribu rupiah itu bukan masalah besar. Persoalannya, kalau itu dibiasakan, akhirnya jadi mengakar. Sebab, dua ribu rupiah yang dipandang remeh itu bekerja bagaikan pupuk. Ia menyuburkan satu keyakinan fatal bahwa memungut uang di tempat yang sudah tertulis gratis adalah lumrah.

Saat banyak orang menormalisasi dengan memberi, juru parkir (yang jelas liar) ini jadi meyakini punya legitimasi secara sosial. Mereka tidak lagi merasa kalau itu seikhlasnya, tapi merasa memang jatahnya. Anggapan itu bisa memicu perilaku yang agresif, memaksa, dan bahkan intimadatif.

Yang paling terdampak tentu bukan yang kuat mentalnya. Melainkan ibu-ibu yang pulang bawa belanjaan banyak, manusia nggak enakan kayak saya, mahasiswa yang nggak mau ribut, pekerja yang penat sehingga enggan berdebat, dan siapa pun yang sedang lelah dan ingin menghindari drama.

Mudahnya begini, kalau 7 dari 10 orang membayar parkir padahal gratis, 3 orang yang tidak membayar jadi seakan menyimpang, sehingga jadi lebih rentan ditekan oknum juru parkirnya.

Padahal sekali lagi, Pemkot Surabaya sudah bilang, parkir toko modern itu gratis untuk konsumen, dan kalau masih ada yang memungut di lokasi “bebas parkir”, itu dikategorikan jukir liar. Tapi apa daya, ketika kebaikan dan rasa ibu berubah jadi keterpaksaan karena sikap represif, himbauan Pemkot jadi hanya semacam papan pengumuman RT/RW yang nggak digubris warganya.

Aturan jadi bias

Sikap menormalisasi membayar parkir di area parkir gratis ini juga membuat aturan yang sudah diberlakukan jadi bias. Perda Surabaya mengatur bahwa penyelenggara parkir wajib mempekerjakan petugas parkir berseragam dan bertanda pengenal, menjaga keamanan, dan (kalau berbayar) memberi bukti/karcis serta membayar pajak parkir.

Kalau konsumen tetap membayar orang yang tidak jelas identitas dan otoritasnya, batas atara yang resmi dengan liar itu sendiri jadi kabur atau bias. Tentu yang diuntungkan adalah pihak yang liar. Apabila sudah jelas tertulis PARKIR GRATIS/BEBAS PARKIR, maka membayar itu bukan sekadar memberi uang. Itu seperti ikut melagalisasi sebuah kontrak bahwa pungutan liar boleh hidup asal nominalnya kecil.

Baca Juga:

Kebohongan Surabaya yang Bikin Sidoarjo Kelihatan Terbelakang Padahal Lebih Lengkap Sebagai Sebuah Daerah

3 Sisi Gelap Jembatan Suramadu yang Bikin Wisatawan Enggan Balik Lagi ke Madura

Sebagai penutup, saya ingin bilang kalau tulisan ini tujuannya bukan ajakan untuk membenci juru parkir. Tetapi ajakan untuk membenci kebiasaan yang membuat parkir liar di Surabaya jadi punya ruang.

Sebab, parkir liar bukan hanya datang dari orang di depan minimarket. Mereka adalah sistem yang muncul karena kebiasaan, pembiaraan, rasa nggak enakan, dan ketakutan kita sendiri. Jadi kalau ada tulisan “bebas parkir”, mari patuhilah tulisan itu. Bukan karena pelit, tapi karena kita sedang menjaga satu hal yang lebih mahal dari dua atau lima ribu perak, yaitu rasa aman dan ketertiban kota.

Penulis: Muhamad Iqbal Haqiqi
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Memberantas Tukang Parkir Liar di Surabaya dengan Menyegel Lahan Parkir Minimarket Itu Logika Ruwet, Cak Eri!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 14 Januari 2026 oleh

Tags: biaya parkirgratis parkirjuru parkirjuru parkir liarKota Surabayaparkir gratisparkir liarpilihan redaksiSurabaya
Muhamad Iqbal Haqiqi

Muhamad Iqbal Haqiqi

Mahasiswa Magister Sains Ekonomi Islam UNAIR, suka ngomongin ekonomi, daerah, dan makanan.

ArtikelTerkait

Memahami Sultan Ground: Keistimewaan Jogja yang Ruwet dan Penuh Intrik tamansari

Prabu Yudianto Menceritakan Dukanya Saat Tinggal di Tamansari Jogja: Bisa Diusir Kapan Saja

10 April 2023
Melewati Lampu Merah Pegirian Surabaya Rasanya seperti Pindah Alam, Keindahan Surabaya Langsung Berubah Jadi Suram

Melewati Lampu Merah Pegirian Surabaya Rasanya seperti Pindah Alam, Keindahan Surabaya Langsung Berubah Jadi Suram

28 Juni 2025
Alun-alun Purwokerto Jadi Semakin Cantik Setelah Renovasi, tapi Tetap Problematik

Alun-alun Purwokerto Jadi Semakin Cantik Setelah Renovasi, tapi Tetap Problematik

2 April 2024
4 Menu Solaria yang Gagal, Sebaiknya Dihindari Pembeli daripada Menyesal Mojok.co

4 Menu Solaria yang Gagal, Sebaiknya Dihindari Pembeli daripada Menyesal

6 Juni 2025
Prembun Kebumen, Kecamatan yang Nggak Istimewa, tapi Nyaman Dijadikan Tempat Tinggal Mojok.co

Prembun Kebumen, Kecamatan yang Nggak Istimewa, tapi Nyaman Dijadikan Tempat Tinggal

24 Juli 2024
Sakinah Supermarket Penguasa Surabaya Timur, Alfamart dan Indomaret Nggak Ada Apa-apanya Mojok.co

Sakinah Supermarket Penguasa Surabaya Timur, Alfamart dan Indomaret Nggak Ada Apa-apanya

24 April 2024
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

4 Keunggulan Tinggal di Rumah Kontrakan yang Jarang Dibicarakan Banyak Orang Mojok.co

4 Keunggulan Tinggal di Rumah Kontrakan yang Jarang Dibicarakan Banyak Orang

19 Januari 2026
Indomie Hype Abis Nyemek Jogja Rasa Rendang Enak, tapi Serba Nanggung!

Indomie Hype Abis Nyemek Jogja Rasa Rendang Enak, tapi Serba Nanggung!

22 Januari 2026
5 Menu Seasonal Indomaret Point Coffee yang Harusnya Jadi Menu Tetap, Bukan Cuma Datang dan Hilang seperti Mantan

3 Tips Membeli Point Coffee dari Seorang Loyalis Indomaret, Salah Satunya Cari yang Ada Kursi di Depan Gerainya!

19 Januari 2026
Malang Hari Ini Adalah Definisi Cantik tapi Toxic (Unsplash)

Malang Hari Ini Adalah Definisi Cantik tapi Toxic: Dulu Malang Itu Sederhana, Menenangkan, dan Bikin Nyaman sekarang Ia Mentereng, Glamor, tapi Bikin Capek Hati

25 Januari 2026
Jawaban untuk Pertanyaan Kenapa Kutoarjo Punya Alun-alun Sendiri padahal Masuk Purworejo

Jawaban untuk Pertanyaan Kenapa Kutoarjo Punya Alun-alun Sendiri padahal Masuk Purworejo

19 Januari 2026
Cerita para Penyintas Cedera ACL: Masa Pemulihan yang Menyiksa Raga dan Batin, hingga Terpaksa Harus Pensiun Dini  

Cerita para Penyintas Cedera ACL: Masa Pemulihan yang Menyiksa Raga dan Batin, hingga Terpaksa Harus Pensiun Dini  

23 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=YRrBYMX1Juc

Liputan dan Esai

  • The Authentic Alwi Farhan: Gen Z Muda dan Berbahaya, Mental Baja tapi Suka Belajar dari Kritik
  • Mimpi Masa Kecil “The Next Minions” yang Masih Tertunda
  • Series “Trio Bintang Lima”: Saat Arwah Eyang Turun Tangan Ingatkan Gen Z yang Lupa Soal Tata Krama Orang Jogja
  • CCTV Jogja yang Lengkap dan Bisa Diandalkan Bikin Iri Orang Sleman
  • 5 Motor Honda yang Sebaiknya Tidak Diproduksi dan Tidak Pernah Ada, Kepikiran pun Harusnya Tidak
  • LPP Agro Nusantara Akan Buka Pelatihan di Bawah Naungan KP2MI untuk Tingkatkan Keterampilan Pekerja Migran Indonesia

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.