Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Wali-wali Sepak Bola Eropa yang Melawan Islamofobia

Auliyau Rohman oleh Auliyau Rohman
1 Juni 2020
A A
pemain sepak bola yang ikut mengurangi islamofobia di eropa mojok.co

pemain sepak bola yang ikut mengurangi islamofobia di eropa mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Dakwah tak harus dilakukan dengan kata-kata tapi bisa juga dengan tendangan dan sundulan. Mohamed Salah al-Liverpuli telah membuktikan itu. Ketika orang-orang Inggris mengidentikkan Islam dengan kebrutalan ISIS, Salah datang dengan prestasi dan aksi simpatiknya di lapangan hijau, yang kemudian menghalau islamofobia di Inggris.

Salah sungguh tidak salah. Berkat kehadirannya di Anfield, fans Liverpool yang dulu menderita islamofobia kini mendendangkan lagu “Good Enough” karya band Dodgy dengan lirik yang mengharukan:

Jika dia cukup baik untukmu, dia cukup baik untukku
Jika dia menciptakan gol-gol baru, aku pun akan menjadi muslim
Duduk di masjid, di situlah kuingin berada

Salah adalah muslim yang saleh. Ia tak pernah malu menunjukkan identitas keislamannya. Ia selalu berwudu dan berdoa dengan mengangkat kedua tangannya sebelum pertandingan dimulai. Ia juga bersujud syukur ketika mencetak gol. Meski terlihat sepele, itu ternyata sangat berpengaruh terhadap citra muslim di Inggris. Terbukti, sejak kehadiran Salah, angka tindakan rasis di Merseyside, rumah Liverpool, turun hingga 19%.

Salah memang berkah. Berkat pemain asal Mesir itu seorang fans Nottingham Forest yang dulunya menderita islamofobia menjadi mualaf, namanya adalah Ben Bird. Ben kemudian menjadikan Salah sebagai panutan karena mengantarkannya menemui hal baru tentang Islam.

“Mohamed Salah adalah muslim pertama yang saya kagumi. Ia memperlihatkan itu dari cara dia menjalani hidupnya, bagaimana dia berbicara kepada orang-orang,” ujar Ben.

Selain Salah, Liverpool memiliki Sadio Mane yang juga seorang muslim yang taat. Walaupun gajinya 100 ribu poundsterling per pekan atau setara Rp1,85 miliar, Mane tetap rendah hati. Pada 2018 lalu, ia sempat membantu membersihkan toilet di sebuah masjid. Coba bandingkan dengan kids zaman now yang baru dapat penghasilan buat beli pulsa saja sudah ogah disuruh emaknya membeli ketumbar.

Tak hanya itu, Mane pun masih peduli dengan kondisi kampung halamannya, Senegal. Di sana, ia membangun sekolah dan rumah sakit. Ia membangun rumah sakit bukan tanpa alasan, Mane teringat ayahnya yang meninggal dunia akibat penyakit dan tidak mendapatkan perawatan yang memadai.

Baca Juga:

Manajemen Tolol Penyebab PSS Sleman Degradasi dan Sudah Sepatutnya Mereka Bertanggung Jawab!

Olahraga Lari Adalah Olahraga yang Lebih “Drama” ketimbang Sepak Bola

Selain Salah dan Mane, Liverpool masih punya Xherdan Shaqiri dan Naby Keita yang juga beragama Islam. Sebelum liga-liga disetop karena pandemi, pemain-pemain muslim Liverpool terbiasa menjalani laga tetap dengan berpuasa. Bisa dibayangkan bagaimana perjuangan mereka. Selama 90 menit berlari ke sana kemari di siang bolong. Ketika pertandingan selesai, mereka tak boleh minum, apalagi menikmati segarnya es cendol. Walaupun berpuasa, mereka tetap bermain dengan baik. Setidaknya itu diakui oleh Klopp.

“Tidak ada masalah dengan puasa yang dilakukan oleh para pemain saya. Hal itu harus dihormati sebagai keyakinan agama mereka. Saya menilai mereka tetap luar biasa dan sanggup memberikan permainan terbaiknya baik saat sedang berpuasa atau tidak,” ujar Klopp seperti yang dilansir dari Teller Report.

Bintang muslim di Liga Inggris tidak cuma monopoli Liverpool. Ada Paul Pogba di Manchester United. Sebelum kondang sebagai pemain bola, Pogba sempat mengalami diskriminasi saat kecil dan dilarang bermain bola karena kulitnya yang hitam. Maklum, Pogba merupakan keluarga imigran dari Republik Guinea, Afrika Barat. Meski ibunya beragama Islam, Pogba merupakan seorang mualaf.

“Islam adalah segalanya. Ia membuat saya bersyukur atas segalanya,” kata Pogba dalam acara Life Time Podcast dari The Times.

“Islam membuat saya berubah, menyadari segalanya dalam hidup. Islam membuat saya merasa lebih damai. Ini perubahan yang bagus dalam hidup saya, karena saya lahir bukan sebagai seorang muslim, meski ibu saya seorang pemeluk Islam,” imbuhnya.

Kenyang hinaan sebagai muslim berkulit hitam, Pogba berhasil menjawab semuanya dengan ikut mengantarkan Prancis menjadi juara Piala Dunia 2018.

Dari semua pemain muslim di Liga Inggris, barangkali tak ada yang lebih kontroversial selain Mesut Oezil. Pemain berkebangsaan Jerman keturunan Turki ini dikenal sangat mencintai agama Islam. Bahkan Oezil sempat membela muslim Uighur di China. Meski dicibir sebagian pihak karena dianggap termakan berita palsu, Oezil tetap menujukkan solidaritasnya kepada muslim Uighur melalui media sosialnya. Karena aksinya itu pemerintahan China membatalkan siaran pertandingan Arsenal.

Dari cerita Salah, Mane, Pogba, dan Oezil, kita bisa melihat bahwa “dakwah bil hal” lebih efektif daripada dengan kata-kata. Berkat merekalah islamofobia di Eropa mulai berkurang. Prestasi dan akhlak mereka di atas lapangan ternyata bisa mengubah drastis citra Islam. Para fans sepak bola kini bisa menerima komunitas muslim dengan baik. Kini semakin banyak pesepak bola yang berani menunjukkan keislamannya di Benua Biru.

Jika diibaratkan dengan Wali Sanga yang menyebarkan Islam di Nusantara, para pemain muslim di Liga Inggris ini mungkin bisa turut disebut “wali” yang menyebarkan Islam di jantung Eropa.

BACA JUGA Terima Kasih Bundesliga, Akhirnya Fans Bola Seluruh Dunia Bisa Berbuka Puasa 

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 1 Juni 2020 oleh

Tags: eropaislamofobiaSepak Bola
Auliyau Rohman

Auliyau Rohman

Pemilik akun Twitter @auliyaurohman

ArtikelTerkait

liga 2 judi bola shin tae-yong konstitusi indonesia Sepakbola: The Indonesian Way of Life amerika serikat Budaya Sepak Bola di Kampung Bajo: Bajo Club dan Sejarahnya yang Manis terminal mojok.co

Budaya Sepak Bola di Kampung Bajo: Bajo Club dan Sejarahnya yang Manis

24 November 2020
frank lampard

Frank Lampard dan PR Lawas yang Belum Tuntas

15 Oktober 2019
Menolak Judi Bola Bukan karena Haram, tapi karena Nggak Tahu Aturan Mainnya terminal mojok

Menolak Judi Bola Bukan karena Haram, tapi karena Nggak Tahu Aturan Mainnya

27 Juni 2021
Pensiunnya Bambang Pamungkas Bukti Kita Tidak Bisa Move On dari Permainannya

Pensiunnya Bambang Pamungkas Bukti Kita Tidak Bisa Move On dari Permainannya

18 Desember 2019
newcastle united liga inggris dibeli pangeran muhammad bin salman arab saudi mojok

Memimpikan Kejayaan Newcastle United Jika Jadi Dibeli Pangeran Muhammad bin Salman

26 April 2020
36 Istilah yang Sering Muncul dalam Gim Fantasy Premier League Terminal Mojok.co

36 Istilah di Gim Fantasy Premier League yang Sering Muncul

17 Maret 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

3 Skill yang Wajib Dimiliki Laki-laki kalau Ingin Memperistri Orang Madura Mojok.co

3 Skill yang Wajib Dimiliki Laki-laki kalau Ingin Memperistri Orang Madura

4 Februari 2026
Tunjungan Plaza Surabaya Lebih Cocok Disebut Labirin daripada Mal, Membingungkan dan Rawan Tersesat Mojok.co

Tunjungan Plaza Surabaya Lebih Cocok Disebut Labirin daripada Mal, Membingungkan dan Rawan Tersesat

2 Februari 2026
Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental Mojok.co

Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental

2 Februari 2026
Tiga Bulan yang Suram di Bangunjiwo Bantul, Bikin Pekerja Bantul-Sleman PP Menderita!

Tiga Bulan yang Suram di Bangunjiwo Bantul, Bikin Pekerja Bantul-Sleman PP Menderita!

1 Februari 2026
Andai Jadi Warga Tangerang Selatan, Saya Pasti Sudah Pusing Tujuh Keliling. Mending Resign Jadi Warga Tangsel!

Jangan Nilai Buku dari Sampulnya, dan Jangan Menilai Tangerang Selatan Hanya dari Bintaro, Alam Sutera dan BSD Saja

4 Februari 2026
7 Kebiasaan Orang Kebumen yang Terlihat Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warga Lokal Mojok.co

6 Mitos di Kebumen yang Nggak Bisa Dibilang Hoaks Begitu Saja

3 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial
  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.