Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Wajar Banget kalau Mahasiswa Sekarang Mikir 2 Kali Sebelum Masuk Organisasi Mahasiswa

Rahul Diva Laksana Putra oleh Rahul Diva Laksana Putra
7 Januari 2026
A A
Buat Anak Organisasi Mahasiswa, Berhenti Bolos Masuk Kelas, Kegiatanmu Tidak Sepenting Itu!

Buat Anak Organisasi Mahasiswa, Berhenti Bolos Masuk Kelas, Kegiatanmu Tidak Sepenting Itu!

Share on FacebookShare on Twitter

Akhir pekan lalu, saya membaca artikel mbak Mercy Lucia Alesty tentang organisasi mahasiswa yang dia sebut sering bikin anggotanya boncos. Bukan cuma boncos uang, tapi juga boncos waktu, tenaga, dan ekspektasi. Dari situ, saya jadi paham kenapa hari ini semakin banyak mahasiswa yang memilih menjauh dari organisasi kampus, atau setidaknya ogah-ogahan ketika diajak bergabung.

Fenomena ini sering disederhanakan sebagai gejala kemalasan generasi sekarang. Mahasiswa dianggap kurang daya juang, terlalu pragmatis, dan maunya yang instan-instan. Padahal, jika ditelusuri lebih jauh, sikap menjauh dari organisasi mahasiswa justru lahir dari kesadaran yang cukup rasional. Mahasiswa hari ini tidak serta-merta menolak pengalaman, mereka hanya lebih selektif menentukan pengalaman mana yang layak diperjuangkan.

Organisasi mahasiswa masih kerap dijual sebagai ruang belajar paling ideal. Katanya, di sanalah mahasiswa ditempa kepemimpinan, manajemen konflik, dan kemampuan bekerja dalam tim. Masalahnya, praktik di lapangan sering tidak seindah teori pengkaderan. Banyak organisasi terjebak pada rutinitas yang melelahkan tanpa hasil yang jelas. Rapat berjam-jam hanya untuk membahas hal teknis yang bisa selesai lewat grup WhatsApp. Program kerja disusun demi laporan pertanggungjawaban, bukan dampak nyata. Di titik ini, mahasiswa mulai menghitung untung-rugi.

Hitungan ekonomi mulai masuk

Perhitungan itu semakin masuk akal ketika realitas ekonomi ikut menekan. Tidak semua mahasiswa punya privilese untuk sekadar sibuk tanpa memikirkan biaya hidup. Bagi sebagian orang, waktu malam lebih berguna untuk bekerja paruh waktu, mengerjakan proyek lepas, atau sekadar menjaga kesehatan mental setelah seharian kuliah. Organisasi mahasiswa, dengan segala tuntutan kehadiran dan iuran, sering kali terasa sebagai kemewahan yang mahal.

Belum lagi budaya di dalamnya yang kerap tidak ramah. Senioritas masih dianggap lumrah. Kritik sering dibungkam atas nama solidaritas. Mereka yang berbeda pilihan dicap tidak loyal, setidaknya itu di organisasi saya. Dalam iklim seperti itu, organisasi kehilangan fungsinya sebagai ruang belajar demokrasi. Ia berubah menjadi ruang kepatuhan. Mahasiswa yang kritis tentu akan berpikir dua kali sebelum masuk ke dalamnya.

Di sisi lain, dunia di luar kampus bergerak jauh lebih cepat dibanding ritme organisasi mahasiswa. Perusahaan, lembaga riset, dan komunitas profesional menuntut portofolio konkret, bukan sekadar jabatan ketua divisi atau sekretaris umum. Mahasiswa pun mulai mengalihkan fokus ke hal-hal yang lebih nyata. Magang, riset independen, kerja sukarela berbasis keahlian, atau bahkan membangun usaha kecil-kecilan terasa lebih relevan untuk masa depan mereka.

Baca halaman selanjutnya

Masih berguna, tapi…

Baca Juga:

Fenomena Alumni Abadi di Organisasi Kampus: Sarjana Pengangguran yang Hobi Mengintervensi Junior demi Merawat Ego yang Remuk di Dunia Kerja

Organisasi Mahasiswa: Niat Mencari Pengalaman Berharga, tapi yang Terjadi Malah Boncos Setiap Bulannya, Nggak Lagi!

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 7 Januari 2026 oleh

Tags: kekurangan gabung organisasi mahasiswakerja paruh waktukeuntungan gabung organisasi mahasiswaorganisasi mahasiswa
Rahul Diva Laksana Putra

Rahul Diva Laksana Putra

Penulis jalanan sekaligus mahasiswa di Universitas Negeri Semarang. Peduli dengan berbagai keluh kesah publik ataupun isu sosial-politik.

ArtikelTerkait

Divisi Acara Pantas Dinobatkan sebagai Kasta Tertinggi dalam Kepanitiaan organisasi kampus terminal mojok.co

Panduan untuk Mahasiswa Baru dalam Memilih Organisasi Mahasiswa

25 Agustus 2020
Mahasiswa Sok Jagoan yang Bikin Onar Saat Ospek, Borok Paling Menyedihkan yang Melekat pada Universitas Trunojoyo Madura

Mahasiswa Sok Jagoan yang Bikin Onar Saat Ospek, Borok Paling Menyedihkan yang Melekat pada Universitas Trunojoyo Madura

12 Agustus 2024
Citra Kritis HMI Memudar, Kini Fokus Mengejar Kekuasaan

Citra Kritis HMI Memudar, Kini Fokus Mengejar Kekuasaan

9 Januari 2024
Ikut Organisasi Mahasiswa Itu Sah-sah Saja, asal Siap Keluar Duit Lumayan

Organisasi Mahasiswa: Niat Mencari Pengalaman Berharga, tapi yang Terjadi Malah Boncos Setiap Bulannya, Nggak Lagi!

2 Januari 2026
Kasta Mahasiswa di Bangkalan Madura, Ada yang Si Paling Ormek hingga yang Cuma Jadi Remahan Rempeyek

Kasta Mahasiswa di Bangkalan Madura, Ada yang Si Paling Ormek hingga yang Cuma Jadi Remahan Rempeyek

11 September 2025
Bangkalan Kabupaten Seribu Ketua: Organisasinya Banyak, Perubahannya Nol

Bangkalan Kabupaten Seribu Ketua: Organisasinya Banyak, Perubahannya Nol

12 Januari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Derby UMR Rendah, Kemewahan yang Hanya Dimiliki oleh PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta

Derby UMR Rendah, Kemewahan yang Hanya Dimiliki oleh PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta

9 Mei 2026
Liga Indonesia Saat Ini Seperti Mesin Industri Pragmatis Tanpa Ruh (Unsplash)

Liga Indonesia Saat Ini Adalah Panggung Kuasa Modal: Serupa Mesin Industri Pragmatis Tanpa Ruh

10 Mei 2026
Yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Hantavirus (Unsplash)

Yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Hantavirus: Pertama, Please, Jangan Panik

8 Mei 2026
Gresik Ternyata Bisa Bikin Arek Surabaya Kaget (Wikimedia Commons) sidoarjo

Hunian di Gresik dan Sidoarjo Memang Murah, Tapi Sulit Wira-wiri: Jauh ke Mana-Mana, Bikin Bosan dan Stres

12 Mei 2026
UT Adalah Teman bagi Orang-orang yang Mengejar Mimpi dalam Sunyi Mojok

UT Adalah Teman bagi Orang-orang yang Mengejar Mimpi dalam Sunyi

9 Mei 2026
Sisi Gelap FISIP, Mahasiswanya Jarang Baca dan Dosennya Sibuk Berpolitik Terminal

FISIP Kehilangan “Taring” karena Mahasiswanya Jarang Baca dan Dosennya Sibuk Berpolitik 

7 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.