Vespa, merek skuter ikonik asal Italia, sering menjadi simbol gaya hidup mewah. Di Indonesia, Vespa matic seperti model Sprint, Primavera, atau LX semakin populer. Khususnya di kalangan urban yang mencari kendaraan bergaya retro.
Namun, di balik pesonanya, ada sejumlah alasan mengapa Vespa matic mungkin tidak worth to buy. Terutama bagi orang yang mengutamakan kepraktisan, efisiensi, dan biaya rendah.
Baca juga: Punya Motor Vespa Itu Menyenangkan, tapi buat Kendaraan Harian, Nggak Dulu
Vespa matic nggak punya kickstarter
Pertama, absennya kickstarter menjadi salah satu kelemahan utama Vespa matic. Di era di mana keandalan menjadi prioritas, Vespa matic sepenuhnya bergantung pada starter elektrik.
Jika aki tekor atau mogok di tengah jalan, Anda akan kesulitan menghidupkan mesin. Bayangkan jika situasinya di jalanan macet, di mana bengkel resmi Vespa tidak selalu dekat. Pasti bakal repot banget harus dorong motor atau panggil towing, yang tentu merepotkan dan mahal.
Desain Vespa cuman lebih mengutamakan estetika daripada fungsi. Enak milih motor yang ada kickstarter kayak motor Jepang seperti Honda Scoopy atau Yamaha NMAX.
Baca halaman selanjutnya: Motor yang malah merepotkan penggunanya.



















