Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Vespa Matic Adalah Motor yang Paling Tidak Layak untuk Dibeli karena Overpriced, Boros, dan Paling Dibenci Tukang Servis Motor

Budi oleh Budi
1 Maret 2026
A A
Vespa Matic, Motor Paling Tidak Layak untuk Dibeli (Unsplash)

Vespa Matic, Motor Paling Tidak Layak untuk Dibeli (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Bobot motor lebih berat

Kedua, bobot motor yang berat membuat Vespa matic kurang lincah untuk harian. Vespa Sprint, misalnya, memiliki berat sekitar 115-120 kg, yang lebih berat dibandingkan kompetitor seperti Honda PCX (sekitar 110 kg). Ini terasa saat bermanuver di lalu lintas padat atau parkir di tempat sempit.

Bagi wanita atau pemula, bobot ini bisa jadi tantangan, terutama saat harus angkat motor jika jatuh atau dorong saat mogok. Selain itu, berat ini mempengaruhi handling di jalanan berlubang, yang masih menjadi masalah umum di Indonesia.

Jalanan di kota-kota seperti Semarang sering bolong-bolong, dan Vespa matic dengan suspensi yang lebih kaku kurang nyaman menyerap guncangan dibandingkan motor Jepang yang dirancang untuk kondisi tropis.

Tenaga mesin Vespa matic itu biasa aja

Ketiga, tenaga mesin yang biasa saja, bahkan pas-pasan untuk mobilitas harian. Mesin Vespa matic biasanya berkapasitas 125-150cc dengan tenaga sekitar 10-12 hp, yang memang cukup untuk cruising dalam kota tapi kurang responsif saat tanjakan atau kecepatan tinggi.

Banyak yang bilang akselerasinya lambat, terutama saat boncengan atau bawa barang. Bandingkan dengan Yamaha Lexi yang punya tenaga lebih bertenaga dengan harga lebih murah. Alasan lain terkait ini adalah sistem pendingin udara yang membuat mesin cepat panas di iklim panas Indonesia.

Saat ngebut atau macet panjang, suhu mesin naik cepat, berisiko overheat dan mengurangi umur pakainya.

Ban Vespa matic itu mahal!

Keempat, harga ban yang mahal dan proses penggantian yang rumit. Ban Vespa matic sering menggunakan ukuran spesifik seperti 110/70-12 atau 120/70-12, yang harganya bisa mencapai Rp800 ribu sampai Rp1,5 juta per pasang, lebih mahal dari ban motor biasa.

Yang lebih parah, penggantian ban memerlukan pembongkaran knalpot karena ada sensor di leher knalpot yang rentan error jika tidak hati-hati. Banyak tukang ban pinggir jalan kesulitan, dan sering kali harus ke bengkel resmi yang biayanya tambah mahal. Ada juga pengalaman buruk di mana sensor ABS atau emisi rusak setelah ganti ban.

Baca Juga:

Suzuki Access 125 Motor Paling Kasihan: Tampilan Retro Elegan dan Fitur Lengkap, tapi Masih Aja Kalah Saing dari Skuter Matic Lain

Honda Stylo Motornya Orang Kaya yang Ogah Beli Vespa Matic Overprice, tapi Nggak Level kalau Cuma Naik BeAT atau Scoopy

Bayar pajak mahal tapi jalan tetap rusak

Pajak tahunan yang mahal menjadi beban tambahan. Vespa matic termasuk dalam kategori motor premium, sehingga pajaknya bisa mencapai Rp500 ribu sampai Rp800 ribu per tahun, tergantung cc dan tahun produksi. Nominal segitu lebih tinggi dibandingkan motor Jepang sekelas.

Ironisnya, meski bayar pajak mahal, kondisi jalan di Indonesia masih banyak yang bolong-bolong dan rusak, seperti di daerah pedesaan atau pinggiran kota. Sia-sia rasanya, karena pajak seharusnya untuk infrastruktur, tapi realitanya pengendara Vespa tetap harus hati-hati menghindari lubang yang bisa merusak velg atau suspensi.

Di jalanan di kawasan industri sering tidak mulus, membuat pengalaman berkendara kurang menyenangkan.

Baca juga: Alasan Vespa Matic Dibenci Tukang Servis Motor

Overpriced dan perawatan Vespa matic itu mahal

Banyak pemilik Vespa matic di Indonesia mengeluh kalau barang ini ternyata overpriced. Vespa Sprint baru bisa mencapai Rp50-60 juta, sementara kompetitor seperti Honda ADV atau Yamaha XMAX menawarkan fitur lebih lengkap dengan harga serupa atau lebih murah. Ini membuat Vespa lebih sebagai barang mewah doang.

Lalu, biaya maintenance dan service yang tinggi. Bengkel resmi Vespa terbatas, tidak sebanyak jaringan Honda atau Yamaha yang ada di setiap kecamatan. Servis rutin bisa habis Rp500 ribu sampai Rp1 juta belum termasuk spare parts impor yang langka dan mahal. Misalnya, filter udara atau belt CVT bisa dua kali lipat harga parts motor Jepang.

Sudah begitu, Vespa matic tidak cocok untuk modifikasi murah. Jika ingin custom, biaya mahal karena parts orisinal mahal dan banyak tukang servis benci Vespa karena rumit.

Terakhir, kurangnya fitur modern. Vespa matic jarang punya konektivitas Bluetooth atau ABS standar di semua model, sementara motor kompetitor sudah punya walau harga lebih murah.

Jadi, kalau ada yang minta saya menentukan satu motor yang jangan dibeli, saya akan langsung menyebut: Vespa matic. Pokoknya jangan kalau kamu nggak suka ribet.

Penulis: Budi

Editor: Yamadipati Seno 

BACA JUGA Vespa Matic, Motor Mahal yang Nggak Masuk Akal, Harga Setara Mobil Bekas, Fiturnya Minim!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 2 Maret 2026 oleh

Tags: bengkel resmi vespaharga vespa maticmotor vespamotor vespa maticservis vespa maticvespavespa maticvespa sprint
Budi

Budi

Seorang montir tinggal di Kudus yang juga menekuni dunia kepenulisan sejak 2019, khususnya esai dan fiksi. Paling suka nulis soal otomotif.

ArtikelTerkait

bonceng vespa MOJOK.CO

Kalau Lagi Dibonceng Vespa, Sebaiknya Cewek Jangan Ngelakuin 5 Hal ini

14 Juli 2020
4 Motor yang Sulit Dimaling, Dilirik Maling pun Tidak

Rekomendasi 4 Motor yang Sulit Dimaling, Dilirik Maling pun Tidak

22 Februari 2025
Benelli Panarea 125: Desainnya Mewah sih, tapi...

Benelli Panarea 125: Desainny Mewah sih, tapi…

25 Januari 2023
Vespa

Mengenal Tipe Vespa Matic yang Harganya Overpriced

12 Mei 2023
Honda Stylo Motornya Orang Kaya Waras yang Ogah Beli Vespa Matic Overprice, tapi Nggak Level kalau Cuma Naik BeAT dan Scoopy Mojok.co

Honda Stylo Motornya Orang Kaya yang Ogah Beli Vespa Matic Overprice, tapi Nggak Level kalau Cuma Naik BeAT atau Scoopy

13 Maret 2026
SYM Fiddle 125: Skutik Mirip Vespa Matic Seharga Honda Beat, Nggak Perlu Nendang Pintu Lagi buat Bisa Bergaya

SYM Fiddle 125: Skutik Mirip Vespa Matic Seharga Honda Beat, Nggak Perlu Nendang Pintu Lagi buat Bisa Bergaya

5 Juli 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengalaman Tinggal di Ngaglik Sleman Tak Melulu Enak seperti Kata Orang Mojok.co

Pengalaman Tinggal di Ngaglik Sleman Tak Melulu Enak seperti Kata Orang

29 April 2026
Banyumas yang Semakin Maju Bikin Warga Cilacap Iri

Guyonan “Banyumas Ditinggal Ngangenin, Ditunggoni Ra Sugih-sugih” Adalah Fakta Buruk yang Dipaksa Lucu

27 April 2026
IKEA Ciputra World Surabaya, Tempat yang Cocok untuk Melepas Penat Tanpa Takut Melarat mojok.co

IKEA Ciputra World Surabaya, Tempat yang Cocok untuk Melepas Penat Tanpa Takut Melarat

30 April 2026
Hal-Hal Aneh Bagi Orang Lamongan Ketika Mengunjungi Jakarta (Unsplash)

Hal-Hal Aneh Bagi Orang Lamongan Ketika Mengunjungi Jakarta

30 April 2026
Sukabumi Belum Pantas Jadi Peringkat 6 Kota Paling Toleran, Soal Salat Id Aja Masih Dipersulit Mojok.co

Sukabumi Belum Pantas Jadi Peringkat 6 Kota Paling Toleran, Soal Salat Id Aja Masih Dipersulit

27 April 2026
LCGC Bukan Lagi Mobil Murah, Mending Beli Motor Baru (Unsplash)

Tidak Bisa Lagi Disebut Mobil Murah, Nggak Heran Jika Pasar LCGC Semakin Kecil dan Calon Pembeli Jadi Takut untuk Membeli

25 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Dilema Pekerja Perempuan: Upah Murah “Dilegalkan”, Sementara Biaya Daycare Tak Terjangkau
  • Pelatihan SKill Digital IndonesiaNEXT Ubah Mahasiswa Insecure Jadi Skillfull, Bisnis Digital pun Tak Kalah Saing
  • Sisi Lain Lagu “Kicau Mania” Ndarboy Genk: Berbahaya dan Bukan Perkara Remeh 
  • Solusi atas Jeritan Hati Para Pelaku UMKM yang Menderita karena Kenaikan Ekstrem Harga Plastik
  • Nikah di Desa Meresahkan, Perkara Undangan Cetak atau Digital Saja Jadi Masalah tapi Kemudian Sadar Nggak Semua Orang Melek Teknologi
  • Latihan Lawan Pria dan Mentalitas Tak Kenal Puas Jadi Resep Rahasia Tim Putri Ubaya Dominasi Campus League 2026 Regional Surabaya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.