Vespa Corsa, Motor Impian yang Harganya Makin Nggak Waras – Terminal Mojok

Vespa Corsa, Motor Impian yang Harganya Makin Nggak Waras

Artikel

Entah kenapa jika mendengar nama motor yang satu ini, jiwa saya turut bergetar hebat. Dada berdebar kuat sekali. Serasa ada rasa yang sangat dalam sebelumnya dan merasa sudah ditakdirkan bersama. Ya, dulu harus saya akui, rasa itu hanya sebatas ingin, bukan saling memiliki seperti yang saya inginkan. Eh tunggu, ini bukan masalah sesama manusia, tapi perasaan saya sama motor yang namanya Vespa.

Vespa sendiri berarti lebah dalam bahasa tempat asalnya sana. Jika dilihat secara seksama dan sesingkat-singkatnya, bodi Vespa bak lebah dengan buntut bahenol. Paling tidak itu yang membuat pecintanya termasuk saya berkali-kali jatuh cinta.

Vespa salah satu motor yang sudah menjadi impian saya dari lama. Semasa SMK dulu, harga motor ini nggak segila sekarang. Harganya masih waras, tapi ya itu, saya belum ada uang. Beruntungnya, orang tua begitu pengertian. Beliau tahu keinginan saya untuk memiliki Vespa. Akhirnya, Vespa tahun 1981 terparkir di depan rumah kala itu. Saya merasa menjadi manusia yang sangat bahagia. Bukan hanya sebatas keinginan ingin punya Vespa terpenuhi, tapi karena rasa peduli orang tua saya, terima kasih Pak, Bu.

Setelah memiliki satu, saya cukup paham bahwa Vespa memiliki banyak varian yang banyak benar. Lebih singkatnya Vespa terbagi jadi dua golongan large frame dan small frame. Dan dari dua ini, masih terbagi lagi sama nama yang berbeda pula, dipisahkan nama serta tahun lahirnya. Nah Vespa milik saya termasuk large frame kayak Vespa PX,Super, Excel masuk ke sini. Namun, saya merasa masih ada impian memiliki Vespa yang termasuk small frame.

Kemarin sempat viral harga Vespa tua yang dijual dengan harga satu miliar, tahu? Sebut saja namanya Vespa SS90 yang termasuk dalam small frame. Selain itu, yang termasuk smallframe ada juga PTS, Darling, dan ada lagi lainnya. Saya sendiri lupa namanya. Oh iya, ada juga Vespa Corsa yang juga termasuk kedalam small frame itu tadi.

Jika ditanya ingin beli Vespa apa lagi atau apa sih Vespa impiannya sekarang, Vespa Corsa menjadi jawabannya, tentu saja jika memiliki saldo berlebih di ATM. Vespa Corsa menjadi sangat menarik menurut saya pribadi. Dan yang bikin unik lagi, Vespa Corsa menjadi motor matic dua tak pertama di negeri +62 ini. Ya, bisa dibilang sebagai pioner motor matic di tanah air sih. Cara memakainya pun sedikit berbeda dengan motor matic sekarang yang tinggal gas pol.

Pada Vespa Corsa, perlu memasukan persneling dengan memutar ke depan grip gas sebelah kiri dulu supaya bisa jalan. Cara ini menjadi fitur pengaman ketika Corsa baru saja dihidupkan, supaya nggak langsung nelonyor. Seperti halnya fitur pengaman di motor matic sekarang yang kudu ditarik tuas remnya supaya motor bisa hidup. Jauh sebelum itu, Vespa corsa punya fitur keamanannya sendiri. Buat yang bertanya di mana tuas perseneling Vespa Corsa ini, jawabannya ada di grip gas sebelah kiri. dan tuas remnya ada di bagian stang sebelah kiri juga, seperti motor matic sekarang.

Kemudian, meski tergolong motor tua, Vespa Corsa sudah ada electric starter yang sangat menarik sekali pada masanya. Oh iya, populasi Vespa Corsa nggak bisa dibilang banyak. Meski ada di Indonesia dari 1991 sampai 2006 tak lantas bisa gampang untuk menjumpai motor matic pertama yang ada di Indonesia ini. Tak ayal, kejarangan ini membuat harganya sekarang cukup tinggi. Sekarang untuk satu unit Vespa Corsa pasti di atas sepuluh jutaan. Sangat jarang bisa di bawah itu, jika ada, barangnya pun bikin ngelus dada dan beban pikiran tentunya.

Dulu, Vespa Corsa umum ditujukan untuk kaum hawa mengingat bodinya yang ramping karena berbasis small frame. Pun sudah automatic berbeda dengan jenis small frame lainnya yang masih kopling manual bak motor laki.

Bodi rampingnya memang membuat saya jatuh cinta. Rasanya begitu pas jika dipakai nyempil-nyempil di tengah macetnya jam berangkat dan pulang pabrik, apalagi si Corsa ini sudah disenjatai dengan mesin dua tak berkapasitas 125cc, suara yang dihasilkan memang merdu sekali. Sungguh porsi yang cukup saat ingin nyalip-nyalip kayak Rossi. Vespa Corsa juga sudah dibenamkan lampu sein, jadi bakal serasa aman pas mau nyebrang.

Bagasi di bawah stang menjadi andalan untuk membawa tool kit dan barang-barang kayak belanjaan. Dan yang paling istimewa ketika saya membayangkan sudah memiliki Vespa Corsa adalah mendapat banyak perhatian di jalan. Bisa dipastikan Vespa ini sebagai magnet yang menarik setiap mata di jalan. Lantas, saya yang fakir perhatian ini bakal merasa bahagia banget pas riding menggunakan Vespa Corsa PK 125. Duh bahagianya bermimpi.

BACA JUGA Nggak Cuma Aki Tekor, Ini Beberapa Parts Penyebab Electric Starter Motor Mati dan tulisan Budi lainnya.

Baca Juga:  Kala Cinta Butuh Jeda yang Sialnya Tak Sedikit Berakhir Dengan Luka
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.



Komentar

Comments are closed.