Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Vario Street Adalah Gebrakan Sia-Sia dari Honda: Niatnya Ingin Sporty, Malah Kelihatan Basi  

Iqbal AR oleh Iqbal AR
7 Maret 2026
A A
All New Honda Vario 125 eSP 2018: Motor Matik Kencang, Nyaman, dan Paling Enak Dipakai Harian motor honda blade 110 honda vario 160 supra x 125 vario street

All New Honda Vario 125 eSP 2018: Motor Matik Kencang, Nyaman, dan Paling Enak Dipakai Harian (Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Honda Vario Street emang aneh sih. Sporty kok cuma 125cc, ngejar apa sih?

Sejak kemunculannya pertama kali pada 2006, Honda Vario bisa dibilang cukup berhasil menggaet hati masyarakat. Nyaris 20 tahun terakhir ini, Vario sudah mengeluarkan setidaknya 7 model (generasi), mulai dari yang 110cc hingga yang 160cc. Dan dari sekian model itu, Vario nyaris tidak pernah gagal. Ya meskipun beberapa ada yang bilang bahwa Vario 160cc ini “produk gagal”, tapi saya tidak menganggapnya demikian. Vario 160cc masih oke, kok.

Kalaupun ada Honda Vario yang dianggap gagal, satu model yang layak mendapatkan sematan tersebut adalah Vario Street 125cc. Mungkin beberapa dari kita masih asing dengan nama Vario Street. Maklum, motor ini memang masih fresh from the oven, baru dirilis pada Desember 2025. Jadi, wajar kalau belum banyak yang tahu, karena memang belum banyak dijumpai di jalanan.

Sebagai pengamat motor yang sangat amatir dan kurang kredibel, saya agak kecewa ketika tahu bahwa Honda memutuskan untuk merilis Vario Street. Saya menganggap Vario Street ini adalah gebrakan yang sia-sia dari Honda. Motor ini tidak hanya jelek, tapi juga terasa melenceng dari identitas Vario selama ini. Coba aja kalian googling, lalu kalian amati bentuknya. Pasti kalian akan sepakat dengan saya.

Stang telanjang yang tidak cocok sama bodinya

Kritik yang paling banyak tertuju kepada Vario Street ini adalah soal stangnya. Iya, alih-alih pakai stang tertutup seperti model/generasi sebelumnya, Vario Street ini pakai stang telanjang. Mirip dengan stang milik Honda BeAT Street dan Yamaha X-Ride. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan penggunaan stang telanjang, tapi kalau dipadukan dengan identitas Vario, ya jadinya jelek aja.

Vario Street ini dirilis karena Honda ingin menawarkan kepada pasar/konsumen yang membutuhkan motor dengan tampilan agresif, tampilan yang sporty. Itulah mengapa Vario ini memakai stang telanjang, biar mirip dengan motor matic sporty lainnya. Namun masalahnya, penggunaan stang telanjang ini bikin motor kelihatan ramping. Sedangkan Vario Street, masih mempertahankan bodi yang besar, khas Vario, lah. Akhirnya, paduan ini bikin motor ini punya bodi depan yang terkesan tenggelam. Kayak bantet aja gitu, kayak tidak punya batok.

Melihat Vario Street yang punya stang telanjang ini jujur kayak aneh. Sebab Vario, setidaknya dalam 10 tahun terakhir ini, identik dengan bodi yang gagah, bodi yang proporsional dari batok sampai lampu belakang. Tapi dengan hadirnya Vario Street, identitas Vario yang gagah dan proporsional jadi agak terganggu. Sudah mah tidak gagak, kurang proporsional pula.

Vario Street kalau cuma 125cc itu nanggung banget

Satu hal lagi yang saya sayangkan dari Vario Street adalah kapasitas mesinnya. Vario Street ini hadir hanya dengan kapasitas 125cc. Terlihat normal aja sebenarnya, Tapi melihat bagaimana Vario sekarang, merilis motor yang katanya sporty dan agresif hanya dengan pilihan kapasitas 125cc itu nanggung banget.

Baca Juga:

Konten tidak tersedia

Gini, lho, Honda ini sebenarnya sudah punya andalan di kelas motor matic yang sporty. Honda sudah punya BeAT Street. Tapi, kapasitas mesin BeAT Street ini cuma 110cc. Di kelas kapasitas mesin yang lebih besar, Honda belum punya. Hadirnya Vario Street dengan kapasitas mesin 125cc ini seakan menjadi penegasan Honda bahwa mereka juga punya motor matic sporty di kelas 125cc.

Sayangnya, menurut keyakinan saya ini adalah langkah yang nanggung dari Honda. Buat saya, kalau mau merilis motor yang sporty, apalagi pakai nama Vario, Honda sebaiknya nggak hanya merilis yang 125cc saja. Honda seharusnya merilis Vario Street yang kelas 150cc juga. Maksudnya, motor yang sporty, yang agresif, itu sekalian diberi kapasitas mesin yang agak gede juga, biar lebih lega, dan tentunya biar lebih kuat dipakai di semua medan. Kalau cuma rilis yang 125cc ya ngapain? Mending nggak usah sekalian.

Mending fokus mengembangkan BeAT Street aja nggak, sih?

Melihat dan mengamati wujud Vario Street ini, yang terlintas di kepala saya cuma satu: motor ini ya cuma “BeAT Street with steroids”. Karena ya memang begitu kenyataannya. Melihat Vario Street ini ya kayak melihat BeAT Street dengan bodi yang lebih besar. Pilihan stangnya sama, identitasnya juga sama. Sama-sama jualan konsep sporty, sama-sama jualan agresif.

Nggak ada yang salah sebenarnya. Tapi maksud saya, daripada merilis varian motor sporty memakai jenama lain, Honda mending fokus saja dengan BeAT Street saja. Honda sebaiknya fokus mengembangkan BeAT Street saja. Soalnya, kita tahu sendiri BeAT Street itu ya gitu-gitu aja selama ini. Mending fokus di situ aja daripada mengeluarkan varian matic “Street” yang baru.

Dari ketiga alasan di atas, saya sangat menyayangkan mengapa Honda harus merilis Vario Street. Sekali lagi, ini saya anggap sebuah gebrakan dari Honda yang sia-sia. Kalau mau lebih keras, Vario Street ini varian dari Vario yang nggak perlu ada. Niatnya ingin terlihat sporty, jadinya malah kelihatan basi.

Penulis: Iqbal AR
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Honda Vario 125 Pilihan Orang Waras, Warisan Rangka Tua yang Nggak Menyedihkan Seperti Warisan Rangka ESAF Honda

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 7 Maret 2026 oleh

Tags: beat streetharga vario streethonda vario terbarumotor honda variovario street
Iqbal AR

Iqbal AR

Penulis lepas lulusan Sastra Indonesia UM. Menulis apa saja, dan masih tinggal di Kota Batu.

ArtikelTerkait

Konten tidak tersedia
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengalaman Naik Toyota Calya dari Kudus ke Semarang: Rasanya seperti Naik Gerobak Ber-AC, Kapok!

Dulu Saya Menganggap Toyota Calya Adalah Gerobak Diberi Mesin, tapi Kini Saya Menjilat Ludah Sendiri

3 Maret 2026
KA Sri Tanjung, Kereta Ekonomi Tempatnya Penumpang-penumpang “Aneh” Mojok.co

KA Sri Tanjung, Kereta Ekonomi Tempatnya Penumpang-penumpang “Aneh”

3 Maret 2026
Ironi Mahasiswa Madura di UNESA: Kena Roastingan Rasis Dosen Soal Suku, Malah Ditertawakan Mahasiswa Penjilat yang Cari Muka

Ironi Mahasiswa Madura di UNESA: Kena Roastingan Rasis Dosen Soal Suku, Malah Ditertawakan Mahasiswa Penjilat yang Cari Muka

6 Maret 2026
Ormawa Lebih Tepat Jadi Tempat Melatih Kesabaran daripada Berorganisasi. Terlalu Banyak Masalah! Mojok.co

Ormawa Sepi Peminat, Mahasiswa Gen Z Lebih Pilih Magang dan Side Job, Salah Siapa?

2 Maret 2026
Bukber Berkedok Reuni Itu Scam- Arena Bunuh Teman (Unsplash)

Bukber Berkedok Reuni Itu Seperti “Scam”: Adu Outfit, Adu Gaji, Adu Kerjaan, Ujung-ujungnya Adu Nasib

1 Maret 2026
5 Alasan Orang Kabupaten Bogor Malas Bepergian ke Ibu Kotanya, Cibinong, dam Lebih Memilih ke Kota Bogor Mojok.co surabaya

Kota Bogor Tak Cocok buat Orang Surabaya Liburan, Surabaya Jauh Lebih Rapi ketimbang Bogor!

4 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Lulusan FISIPOL UGM Jualan Keripik dan Ayam Geprek, Tapi Jadi Penopang Ekonomi Keluarga usai Nyaris Putus Asa
  • Hal Paling Berat dari Mudik Bukan Pertanyaan atau Dibandingkan di Reuni Keluarga, Tapi Ortu Makin Renta dan Pamitan ke Perantauan
  • Derita Anak Rantau di Jogja: Sulit Cari Kos Murah, Nyaris Terjebak Dunia Gelap, hingga Temukan “Berkah” di Masjid
  • Bela-belain Kuliah di UGM Sampai Kena Mental demi Bahagiakan Ayah Ibu yang Hanya Lulusan SD hingga Jadi Wisudawan Terbaik
  • KA Ambarawa Ekspres Andalan Bonek Tempuh “Jalan Kegilaan” di Rute Grobogan – Pasarturi, Demi Ziarah ke Rumah Kedua
  • Menertawakan Usia 30 Tahun Bersama Priska Baru Segu Lewat “Pertigapuluhan” di Yogyakarta

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.