Honda Vario Street emang aneh sih. Sporty kok cuma 125cc, ngejar apa sih?
Sejak kemunculannya pertama kali pada 2006, Honda Vario bisa dibilang cukup berhasil menggaet hati masyarakat. Nyaris 20 tahun terakhir ini, Vario sudah mengeluarkan setidaknya 7 model (generasi), mulai dari yang 110cc hingga yang 160cc. Dan dari sekian model itu, Vario nyaris tidak pernah gagal. Ya meskipun beberapa ada yang bilang bahwa Vario 160cc ini “produk gagal”, tapi saya tidak menganggapnya demikian. Vario 160cc masih oke, kok.
Kalaupun ada Honda Vario yang dianggap gagal, satu model yang layak mendapatkan sematan tersebut adalah Vario Street 125cc. Mungkin beberapa dari kita masih asing dengan nama Vario Street. Maklum, motor ini memang masih fresh from the oven, baru dirilis pada Desember 2025. Jadi, wajar kalau belum banyak yang tahu, karena memang belum banyak dijumpai di jalanan.
Sebagai pengamat motor yang sangat amatir dan kurang kredibel, saya agak kecewa ketika tahu bahwa Honda memutuskan untuk merilis Vario Street. Saya menganggap Vario Street ini adalah gebrakan yang sia-sia dari Honda. Motor ini tidak hanya jelek, tapi juga terasa melenceng dari identitas Vario selama ini. Coba aja kalian googling, lalu kalian amati bentuknya. Pasti kalian akan sepakat dengan saya.
Stang telanjang yang tidak cocok sama bodinya
Kritik yang paling banyak tertuju kepada Vario Street ini adalah soal stangnya. Iya, alih-alih pakai stang tertutup seperti model/generasi sebelumnya, Vario Street ini pakai stang telanjang. Mirip dengan stang milik Honda BeAT Street dan Yamaha X-Ride. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan penggunaan stang telanjang, tapi kalau dipadukan dengan identitas Vario, ya jadinya jelek aja.
Vario Street ini dirilis karena Honda ingin menawarkan kepada pasar/konsumen yang membutuhkan motor dengan tampilan agresif, tampilan yang sporty. Itulah mengapa Vario ini memakai stang telanjang, biar mirip dengan motor matic sporty lainnya. Namun masalahnya, penggunaan stang telanjang ini bikin motor kelihatan ramping. Sedangkan Vario Street, masih mempertahankan bodi yang besar, khas Vario, lah. Akhirnya, paduan ini bikin motor ini punya bodi depan yang terkesan tenggelam. Kayak bantet aja gitu, kayak tidak punya batok.
Melihat Vario Street yang punya stang telanjang ini jujur kayak aneh. Sebab Vario, setidaknya dalam 10 tahun terakhir ini, identik dengan bodi yang gagah, bodi yang proporsional dari batok sampai lampu belakang. Tapi dengan hadirnya Vario Street, identitas Vario yang gagah dan proporsional jadi agak terganggu. Sudah mah tidak gagak, kurang proporsional pula.
Vario Street kalau cuma 125cc itu nanggung banget
Satu hal lagi yang saya sayangkan dari Vario Street adalah kapasitas mesinnya. Vario Street ini hadir hanya dengan kapasitas 125cc. Terlihat normal aja sebenarnya, Tapi melihat bagaimana Vario sekarang, merilis motor yang katanya sporty dan agresif hanya dengan pilihan kapasitas 125cc itu nanggung banget.
Gini, lho, Honda ini sebenarnya sudah punya andalan di kelas motor matic yang sporty. Honda sudah punya BeAT Street. Tapi, kapasitas mesin BeAT Street ini cuma 110cc. Di kelas kapasitas mesin yang lebih besar, Honda belum punya. Hadirnya Vario Street dengan kapasitas mesin 125cc ini seakan menjadi penegasan Honda bahwa mereka juga punya motor matic sporty di kelas 125cc.
Baca halaman selanjutnya
Mending beli BeAT Street aja nggak sih?













