Pengalaman Saya Menguji Ketangguhan Vario 125 di Jalur Pantura, Sempat Ragu tapi Malah Bikin Ketagihan Touring

Vario 125: Kelihatan Lemah tapi Mampu Libas Jalur Pantura (Wikimedia Commons)

Vario 125: Kelihatan Lemah tapi Mampu Libas Jalur Pantura (Wikimedia Commons)

Awalnya saya mengira Vario 125 ini motor lemah. Namun, motor Honda ini mampu menjinakkan Jalur Pantura.

Sebagai orang yang hobi touring, mengaspal di Jalur Pantura sebenarnya bukan hal yang membuat saya ciut nyali. Berpapasan dengan truk tronton, bus AKAP, hingga hembusan angin laut yang datang tiba-tiba sudah jadi bagian dari perjalanan tentunya.

Namun, touring minggu lalu terasa berbeda. Untuk pertama kalinya, saya menempuh perjalanan sekitar 4 hingga 5 jam di Jalur Pantura menggunakan Honda Vario 125. Jujur saja, saya sempat ragu. 

Biasanya, saya mengandalkan CB150R tua yang bobot dan posturnya lebih meyakinkan untuk menghadapi karakter jalan Pantura yang keras dan penuh kendaraan besar. Karena bagi saya, Vario 125 lebih cocok untuk kuliah, kerja, atau sekadar mencari makan malam ketimbang menempuh ratusan kilometer. 

Karena bobotnya yang ringan, saya sempat khawatir motor ini akan limbung saat berhadapan dengan truk-truk besar. Ternyata saya keliru. 

Setelah menempuh Jalur pantura dengan Vario 125, justru pengalaman touring saya jauh lebih menyenangkan dari yang terbayangkan. Bukan karena paling kencang atau paling gagah, melainkan karena kenyamanannya.

BACA JUGA: Saya Menyesal Nggak Pakai Vario 125 dari Dulu karena Motor Honda Ini Nggak Bikin Bangga tapi Nyatanya Nggak tergantikan

Vario 125 ternyata nggak selemah yang saya bayangkan

Seperti yang saya utarakan sebelumnya, kekhawatiran pertama saya adalah soal stabilitas Vario 125. Terlebih Jalur Pantura terkenal dengan anginnya yang sering datang tiba-tiba. Belum lagi truk tronton dan bus besar yang bisa membuat motor kecil ini terasa seperti daun kering di musim kemarau.

Ternyata kekhawatiran itu agak berlebihan. Dengan bobot sekitar 112 kilogram dan ban depan-belakang berukuran 90/80 dan 100/80, Vario 125 memang sesekali bergoyang saat berpapasan dengan kendaraan besar. Namun tidak sampai membuat saya kewalahan untuk menjaga keseimbangan saat berkendara. Bahkan pada kecepatan 70–90 km/jam, motor ini masih terasa cukup stabil dan enak dikendalikan.

Saya sepakat jika Vario 125 memang tidak akan memberikan sensasi “nempel aspal” atau anteb seperti motor sport. Namun, untuk ukuran matik harian, ketangguhannya di Jalur Pantura cukup membuat saya membatin, “Oh, ternyata tidak selemah itu ya.”

Santai di Jalur Pantura

Perjalanan di Jalur Pantura menggunakan motor Vario 125 juga membuat saya merasakan kenyamanan yang sebelumnya tidak saya rasakan dari motor sport. Yaitu tidak ada lagi aktivitas menekan kopling atau memindahkan gigi setiap menghadapi kemacetan, lampu merah, atau saat kendaraan lain melambat. 

Saya tinggal fokus mengatur gas, rem, dan menikmati perjalanan. Mungkin terdengar sepele, tetapi setelah 4 hingga 5 jam di jalan, perbedaannya tentu sangat terasa. 

Tangan jadi lebih rileks, kaki tidak pegal, dan energi yang biasanya habis untuk mengoper gigi rantai, bisa saya alihkan untuk menikmati pemandangan Jalur Pantura. Apalagi sesekali, jalur ini masih menyuguhkan hamparan sawah dan kerumunan pasar.

BACA JUGA: Honda Vario Techno 125 Tahun 2013, Motor Bekas Terbaik di Kelasnya yang Nggak Bikin Menyesal para Pemiliknya

Iritnya Vario 125 itu keterlaluan

Keunggulan lain dari eksperimen saya menguji ketangguhan Vario 125 adalah konsumsi bahan bakarnya amat irit. Honda memang mengklaim bahwa motor ini mampu mencatat efisiensi hingga sekitar 51,7 kilometer per liter. Meskipun kondisi jalan nyata tentu berbeda dengan pengujian pabrikan, angka iritnya tetap terasa.

Hal ini membuat saya tidak khawatir melihat jarum bensin bergerak turun terlalu cepat. Dengan tangki berkapasitas sekitar 5,5 liter, Vario 125 terbukti sanggup menempuh jarak yang cukup jauh tanpa mengkhawatirkan keberadaan SPBU terdekat.

Di titik ini saya sadar bahwa selama ini saya terlalu meremehkan motor matik untuk urusan touring. Vario 125 memang bukan motor paling kencang atau paling gagah di Jalur Pantura. Tetapi, kenyamanan motor ini, stabilitasnya yang cukup baik, dan konsumsi bahan bakarnya yang irit membuat perjalanan jauh terasa lebih berkesan.

Kadang memang touring yang menyenangkan bukan soal motornya se-worth it apa, melainkan seberapa nyaman motor itu mengantar kita dalam mengarungi perjalanan tersebut. Dan untuk saat ini, Vario 125 ternyata lebih dari cukup. 

Jadi nggak sabar untuk touring lagi menggunakan motor matik ini. Infokan lokasi yang menawan di Jawa Tengah ya.

Penulis: Dimas Junian Fadillah

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Honda Vario 125 Pilihan Orang Waras, Warisan Rangka Tua yang Nggak Menyedihkan Seperti Warisan Rangka ESAF Honda

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Exit mobile version