Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Uus Berkoar, Sherina Berlalu

Aminah Sri Prabasari oleh Aminah Sri Prabasari
30 Oktober 2021
A A
Nyinyiran Uus ke Sherina yang nggak mashok

Nyinyiran Uus ke Sherina yang nggak mashok

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai pesohor, nggak afdol memang kalau ada keributan di Twitter diem-diem bae. Musti, kudu, harus, perlu speak up karena ada akun yang harus dipelihara eksistensinya. Meski opini yang dibawa dalam speak up tersebut jelek, buat yang bersangkutan nggak masalah. Yang penting e-k-s-i-s.

Twit dari komika Uus belakangan contohnya. “Keren emang yang speak up tapi ga pernah keluar rumah. Pfff.” Nyusahin otak netizen yang baca. Apa hubungannya speak up sama keluar rumah? Jaka Sembung bawa goblok, kata netizen.

Udah gitu yang dibilang nggak pernah keluar rumah sama Uus adalah Sherina yang mantan duta lingkungan hidup, WWF, dan UNICEF. Sherina mah bukan keluar rumah lagi maennya, keluar masuk hutan malah. Pas nge-tweet salty sama Sherina itu Uus sepertinya nggak tahu. Tapi, hamdalah udah dikasih paham sama netizen, lengkap dengan bukti foto-foto.

Padahal isi tweet Sherina berfaedah loh. “Bagi yang ikuti kasus Canon lalu mengecam Aceh hingga doakan tsunami, saya MENGECAM anda. Jangan asal bicara soal bencana tanpa memikirkan perasaan & trauma bagi yang pernah mengalami. Jangan menyamaratakan kelakuan oknum berseragam dengan satu Aceh. Fokus pada permasalahannya!”

Heran, sih, tweet yang poinnya jelas dan isinya mudah didiskusikan begini malah di-salty-in sama Uus. Salty-nya brekele pula macem ghibah emak-emak tetangga kurang bahagia butuh perhatian.

Ada beberapa maksud tweet Uus. Bisa saja mengkritik Sherina ngomong doang tanpa aksi nyata, bisa juga mau bilang percuma koar-koar di Twitter tanpa turun lapangan, atau menganggap tak tahu apa-apa karena anak rumahan. Persepsi audiens bisa beragam. Banyak yang tertawa, menganggap lucu, tapi yang diketawain bukan jokes Uus melainkan Sherina.

Jadi, sebagai komika Uus gagal. Tapi sebagai “si paling keluar rumah dan paham dunia luar”, Uus berhasil.

Komika yang lawaknya lahir batin sampai offside kayak Uus mah ada aja. Kayak telur sekeranjang ada yang busuk barang satu-dua. Masih ingat Coki?

Baca Juga:

Nekat Kuliah S3 di Taiwan Berujung Syok, tapi Saya Merasa Makin Kaya sebagai Manusia

Goa Jatijajar, Objek Wisata di Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi

Mereka dikenal netizen sebagai sebagai komika yang sok relevan padahal nggak ngotak dan udah sering kena kutuk di Twitter. Kalau pun komika terpeleset, atau kepengin julid tapi samar-samar aja. Bisa bilang “Gue nge-jokes loh”, atau “Gue kan cuma bercanda”. Ini memang privilese Uus sebagai komika.

Mau opininya pintar atau pun goblok, yang penting Uus bisa bikin ketawa. Audiens tinggal bikin pilihan ganda buat alasan ketawa: ngetawain jokes yang lucu, ngetawain jokes yang terpeleset, ngetawain Uus, ngetawain orang yang disebut di jokes Uus. Tinggal pilih mana narasi yang kira-kira pas buat ngeles.

Satu hal yang seringkali kurang disadari komika adalah jokes yang dibawakan itu sebenarnya representasi dirinya sendiri. Ketaker lah, simpelnya. Salty murah meriah sama Sherina yang bahas kasus animal abuse di Aceh, ya, berarti memang segitu aja kemampuan Uus untuk bikin jokes dibungkus speak up. Berarti hanya segitu aja bobotnya sebagai komika.

Tweet speak up Uus soal speak up Sherina ini merupakan logical fallacy atau sesat pikir. Uus mendiskreditkan Sherina, tanpa menyangkal argumen secara langsung. Beretorika, untuk membelokkan atau menggeser permasalahan yang sedang dibicarakan. Jika Uus bahas speakup vs keluar rumah, orang lain bahas kasus Canon di Aceh vs kasus dog meat di Solo. Dan seterusnya, dan sebagainya. Uus dan mereka yang whataboutism di kasus Canon melakukan kebodohan yang sama.

Bantu perjuangan animal welfare kagak, banyak bacot iya.

Tapi, salah saya sendiri juga berekspektasi mendapatkan tweet salty penuh gaya dan bergizi dari seorang Uus. Kosong, nyaring, bangga, komika pula. Profesi sebagai komika ini yang paling ironis, sih.

Berkat Uus image profesi komika jadi ngedrop di mata khalayak. Padahal masalahnya ada di kemampuan orang per orang dalam meracik jokes, bukan di profesinya.

“Apa yang lo harap dari seorang Uus?”

Komentar-komentar dari netizen seperti ini seharusnya sudah cukup untuk menghentikan kebiasaan bacot dan nyampah yang nggak relevan untuk profesi komika.

Padahal proses menulis materi lawak itu seharusnya susah. Saya tahu ini dari menyimak tayangan pencarian bakat komika di televisi. Sampai ada mentor untuk tiap peserta dan juga juri. Materi lawakan peserta dikomentari panjang lebar oleh juri. Setelah menonton acara tersebut saya jadi tahu bahwa bikin materi lawak juga perlu pakai penalaran dan riset. Kemudian mulai bisa respek pada mereka yang susah payah menulis materi lawak yang lucu sekaligus bernas. Menengok ke belakang ada Warkop DKI, Bagito, aktif bersuara dalam lawakan mereka.

Di saat ada banyak sekali usaha membangun image komedian yang smart, modern, kritis pada persoalan sosial. Muncul komika yang merasa bisa berpikir kritis padahal jadi agen pembodohan. Seperti Uus, nge-jokes tapi yang disenggol adalah penyampai pesan seperti Sherina dan isunya yang lekat dengan kemanusiaan dan kebinekaan pula.

Meski begitu, ada hikmahnya Uus “si paling keluar rumah dan paham dunia luar” aktif speak up di dunia maya. Apalagi setelah nyenggol Sherina punya karya dan idealisme. Orang jadi kritis pada komika yang sok relevan dan cuma bikin noise aja di media sosial.

Sumber gambar: Pixabay

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 30 Oktober 2021 oleh

Tags: kritikpilihan redaksisherinauus
Aminah Sri Prabasari

Aminah Sri Prabasari

Perempuan yg merdeka, pegawai swasta yg punya kerja sambilan, pembaca yg sesekali menulis. Tertarik pada isu gender, politik, sosial dan budaya.

ArtikelTerkait

Dear, Orang Tua_ Please Banget, Jangan Bonceng Anak Naik Motor dengan Posisi Berdiri. Bahaya! terminal mojok

Dear, Orang Tua: Please Banget, Jangan Bonceng Anak Naik Motor dengan Posisi Berdiri, Bahaya!

13 September 2021
Percuma Desain Paspor Indonesia Baru, tapi Lemah, Kalah Kuat dari Paspor Timor Leste!

Percuma Desain Paspor Indonesia Baru, tapi Lemah, Kalah Kuat dari Paspor Timor Leste!

18 Agustus 2024
7 Playlist Lagu yang Selalu Ada dalam Mobil Dinas Pelat Merah Terminal Mojok

7 Playlist Lagu yang Selalu Ada dalam Mobil Dinas Pelat Merah

4 Januari 2022
5 Konteks Sosial Politik Korea Selatan di Squid Game yang Tak Kamu Sadari terminal mojok.co

5 Konteks Sosial Politik Korea Selatan di Squid Game yang Tak Kamu Sadari

26 Oktober 2021
Cepat Tanggap Pemerintah Desa Labang Talon Perlu Diacungi Jempol, Beginilah Seharusnya Pemerintah Menanggapi Kritik!

Cepat Tanggap Pemerintah Desa Labang Talon Perlu Diacungi Jempol, Beginilah Seharusnya Pemerintah Menanggapi Kritik!

17 April 2023
kenapa UMP Jogja rendah titik kemacetan di jogja lockdown rekomendasi cilok di Jogja Sebenarnya Tidak Romantis Jika Kamu Cuma Punya Gaji UMR dawuh dalem sabda pandita ratu tugu jogja monarki mojok

Jogja, meski Monarki, Tetap Butuh dan Harus Dikritik

12 Februari 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Magelang, Kota Paling Ideal untuk Orang yang Sedang Jatuh Cinta (Unsplash)

Magelang, Kota Paling Ideal untuk Orang yang Sedang Jatuh Cinta

3 April 2026
Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas Mojok.co

Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas

6 April 2026
Dilema Lulusan D4: Gelar Sarjana Terapan, tapi Dianggap D3 yang “Magang” Kepanjangan dan Otomatis Ditolak HRD karena Bukan S1

Dilema Lulusan D4: Gelar Sarjana Terapan, tapi Dianggap D3 yang “Magang” Kepanjangan dan Otomatis Ditolak HRD karena Bukan S1

8 April 2026
Kecamatan Antapani Bandung Menang Mewah, tapi Gak Terurus (Unsplash)

Kecamatan Antapani Bandung, Sebuah Tempat yang Indah sekaligus Rapuh, Nyaman sekaligus Macet, Niatnya Modern tapi Nggak Terurus

5 April 2026
Toyota Hiace, Mobil Toyota yang Nyamannya kayak Bawa LCGC (Unsplash)

Derita Pemilik Hiace, Kerap Menghadapi “Seni” Menawar Harga yang Melampaui Batas Nalar

8 April 2026
Bus Jaya Utama Indo: Bus Patas Termahal di Jalur Pantura, Nyamannya Tak Seistimewa Harganya, tapi Tetap Layak Disyukuri

Bus Jaya Utama Indo: Bus Patas Termahal di Jalur Pantura, Nyamannya Tak Seistimewa Harganya, tapi Tetap Layak Disyukuri

8 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • PNS Lebih Pilih Tetap Pergi ke Kantor saat WFH, Takut Tergiur “Godaan” Kelayapan Malah Berujung Gagal Hemat BBM
  • Sumbangan Pernikahan di Desa Menjebak dan Bikin Menderita: Maksa Utang demi Tak Dihina, Jika Tak Ikuti Dicap “Ora Njawani”
  • Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu untuk Impact Tak Sejelas kalau Magang
  • Ikut Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat sampai 4 Kali, setelah Diterima Malah Menyesal karena Nggak Sesuai Ekspektasi
  • Kerja Tahunan Cuma Bisa Beli Honda Supra X 125 Kepala Geter di Umur 30, Dihina Anak Gagal tapi Jadi Motor Tangguh Simbol Keluarga Bahagia
  • Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.