Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Personality

Untukmu, Anakku di Masa Depan

Muhamad Nur Halim oleh Muhamad Nur Halim
26 Juni 2019
A A
anakku

anakku

Share on FacebookShare on Twitter

Selamat pagi. Bagaimana kabarmu hari ini. Semoga kamu dan ibumu selalu sehat ya, anakku.

Nak, perlu kamu tahu, ini adalah tulisan bapak pertama kali untukmu. Bukan apa-apa. Bapak hanya ingin ada pengingat antara kita. Bukannya bapak pesimis dengan dirimu yang akan melupakan bapak. Bukan, Nak. Bapak hanya takut.

Di zaman bapak sekarang, banyak orang yang terlalu mementingkan dirinya sendiri. Fokus terhadap diri sendiri hingga abai pada lingkungan sekitar. Mereka lebih sibuk main gawai, Free Fire, PUBG dan game lain hingga mengisolasi dirinya, Nak. Mereka seakan lupa cara bersosialisasi dengan orang lain. Berdiam diri. Menunduk bermain smartphone dan tak bertegur sapa dengan orang di sekitarnya.

Kepada orang tuanya, mereka sering membantah. Padahal ridho Tuhan itu ada pada ridho orang tua. Coba, mau jadi apa mereka kalau dengan orangtua sering membantah? Jadi Malin Kundang yang dikutuk jadi batu di Sumatra? Kamu jangan bersikap demikian ya, Nak? Jangan. Itu berat. Biar Dilan 1990 saja.

Jujur, bapak belum tahu kapan dirimu akan lahir. Jangankan tanggal lahirmu, siapa yang nantinya jadi ibumu pun, bapak masih meraba-raba. Masih jadi angan. Tapi tak apa kan, Nak. Yang bapak tahu, jodoh itu di tangan Tuhan. Oleh karenanya, bapakmu ini belum berani sowan dan mengambilnya dari Tuhan.

Nak, boleh bapak cerita? Bapak saat ini sedang dekat dengan seseorang. Seorang itu pasti dan tentu seorang wanita, Nak, ingat Bapakmu ini normal. Seorang itu, bisa saja calon ibumu namun tidak menutup kemungkinan hanya lewat dan menghiasi hidup bapakmu. Ya, walau belum tentu yakin bahwa ini calon ibumu, bapak harus tetap optimis.

Tapi jangan kamu anggap bapakmu ini playboy lo. Bukan. Bapakmu ini termasuk tipe orang yang setia. Bagaimana bapak tidak setia. Hampir lima tahun ini, bapakmu ini setia dengan kesendiriannya. Kemana-mana, bapak selalu mangan dhewe, lunga dhewe, dhewe wae ora ana kancane. Alibi bapak ketika ditanya teman-teman, “Indonesia itu merdeka karena bersatu, bukan berdua.” Jadi kamu jangan kawatir atau cemas jika nanti belum ada orang yang mau menyukaimu. Bapak saja, sudah selama itu.

Bapak sadar, Nak. Untuk menaklukan seorang perempuan dibutuhkan mental yang besar. Bukan mental dalam Bahasa Jawa yang berarti mantul, tapi benar-benar mental yang kuat. Butuh keberanian dan tekad yang besar. Biar apa, Nak? Biar sang empuan itu tahu, bahwa lelaki yang sedang memperjuangkannya bukan lelaki sembarang.

Baca Juga:

4 Hal Menyebalkan yang Membuat Ibu-ibu Kapok Pergi ke Posyandu

Alasan Banyak Nama Anak Zaman Sekarang Semakin Rumit

Bicara tentang lelaki, Nak. Jangan mentang-mentang. Apalagi sok. Dalam pepatah Jawa dikatakan aja mung adol bagus. Jangan hanya menjual ketampanan. Tentu saja hal ini berlaku untuk perempuan juga. Jangan menjual kecantikan. Semua-mua harus dilengkapi dengan skill. Kemampuan melakukan apa saja. Jual kemampuanmu. Jangan harga dirimu.

Kembali bapak tekankan padamu, untuk menjadi manusia seutuhnya, gunakan hatimu. Itu saja. Bapak yakin kok, Nak. Kamu bisa menjadi orang baik. Kalaupun sulit, pura-puralah jadi orang baik hingga kamu lupa bahwa kamu sedang berpura-pura. Sesederhana itu.

Bukankah begitu, Nak? Bapak sadar, Nak, bapak belum tahu kamu lelaki atau perempuan, besar atau kecil tubuhmu. Namun kamu jangan minder lo, Nak. Jangan. Lihatlah bapakmu, ini. Aduh lupa, kamu kan belum lahir saat ini. Bagaimana kamu bisa melihat bapak.

Pawakan bapakmu ini, Nak, hitam dekil dan berwajah gelap. Tinggi bapak tak sampai 160 cm. Berat badan lebih sering over. Hayoo, sekarang kita berkhayal. Bagaimana kira-kira bapak bertemu dengan ibumu nanti? Bapak hanya ingin kamu tahu, bahwa lewat tulisan ini bapak menyayangimu. Itu saja.

Eh, Nak. Kamu perlu tahu juga, tulisan ini bapak lahirkan saat istirahat kerja lo, Nak. Bukan maksud bapak untuk pamer. Ini hanya untuk memotivasi dirimu saja. Bahwa banyak kesempatan yang tak datang dua kali. Coba saja semua hal. Jika kamu, suatu hari nanti ingin menjadi apa saja, lakukanlah dengan kesungguhan. Jangan bermalas-malasan dengan pilihanmu sendiri. Jangan membeda-bedakan teman. Bangunlah pergaulan dengan semua orang. Tapi ya itu, di dunia ini banyak sekali  orang baik. Jika kamu tidak bisa menemukannya, maka jadilah salah satu di antara mereka.

Sudah dulu ya, Nak. Bapak harus kembali kerja agar bisa mencukupi kebutuhanmu kelak. Doakan bapak ya, anakku.

Salam.

Terakhir diperbarui pada 13 Januari 2022 oleh

Tags: AnakayahBapakdi masa depanOrang Tua
Muhamad Nur Halim

Muhamad Nur Halim

ArtikelTerkait

Orang Tua Menggugat Pihak Sekolah ke Meja Hijau, Akibat Sistem Pendidikan yang Kompetitif, pertanyaan di kelas

Orang Tua Menggugat Pihak Sekolah ke Meja Hijau, Akibat Sistem Pendidikan yang Kompetitif

31 Oktober 2019
Stop Glorifikasi Kemampuan Anak Naik Motor. Nggak Ada Keren-kerennya Tau! terminal mojok

Stop Glorifikasi Kemampuan Anak Naik Motor. Nggak Ada Keren-kerennya Tau!

19 September 2021
hari tua bapak

Menikmati Hari Tua Seperti Bapak

18 Juni 2019
Tidak Semua Orang Tua Ideal, Banyak yang Justru Menuntut Pamrih dari Anak terminal mojok.co

Quarter Life Crisis Datang saat Sudah Jadi Orang Tua

17 Agustus 2020
Benarkah Dongeng Klasik Tidak Layak untuk Anak-anak Terminal Mojok

Benarkah Dongeng Klasik Tidak Layak untuk Anak-anak?

5 Agustus 2022
Surat untuk Anakku, jika Kelak Kau Seorang Gay ataupun Transgender terminal mojok.co

Surat untuk Anakku, jika Kelak Kau Seorang Gay ataupun Transgender

11 September 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Nestapa MUA Spesialis Wisuda: Berangkat Subuh demi Menutup Mata Panda, Pulang Kena Tawar Harga yang Nggak Ngotak

Nestapa MUA Spesialis Wisuda: Berangkat Subuh demi Menutup Mata Panda, Pulang Kena Tawar Harga yang Nggak Ngotak

16 Januari 2026
KA Sri Tanjung, Penyelamat Mahasiswa Jogja Asal Banyuwangi (Wikimedia)

Pengalaman Naik Kereta Sri Tanjung Surabaya-Jogja: Kursi Tegaknya Menyiksa Fisik, Penumpangnya Menyiksa Psikis

13 Januari 2026
Angka Pengangguran di Karawang Tinggi dan Menjadi ironi Industri (Unsplash) Malang

Warga Karawang Terlihat Santai dan Makmur karena UMK Sultan, padahal Sedang Berdarah-darah Dihajar Calo Pabrik dan Bank Emok

12 Januari 2026
8 Istilah Bau dalam Bahasa Jawa, dari Prengus sampai Badheg

8 Istilah Bau dalam Bahasa Jawa, dari Prengus sampai Badheg

15 Januari 2026
Alasan Lupis Legendaris Mbah Satinem Jogja Cukup Dikunjungi Sekali Aja Mojok.co

Alasan Lupis Legendaris Mbah Satinem Jogja Cukup Dikunjungi Sekali Aja

16 Januari 2026
Coach Jualan di Shopee untuk Rakyat Jelata yang Gajinya Nggak Seberapa tapi Keinginannya Nggak Kira-kira

Coach Jualan di Shopee untuk Rakyat Jelata yang Gajinya Nggak Seberapa tapi Keinginannya Nggak Kira-kira

12 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi “Konsumsi Wajib” Saat Sidang Skripsi
  • Kengerian Perempuan saat Naik Transportasi Umum di Jakarta, Bikin Trauma tapi Tak Ada Pilihan dan Tak Dipedulikan
  • Pascabencana Sumatra, InJourney Kirim 44 Relawan untuk Salurkan Bantuan Logistik, Trauma Healing, hingga Peralatan Usaha UMKM
  • Luka Perempuan Pekerja Surabaya: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Duit Ludes Dipalak Kakak Laki-laki Nggak Guna
  • Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri
  • Gotong Royong, Jalan Atasi Sampah Menumpuk di Banyak Titik Kota Semarang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.