Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Tutorial Menghadapi Tukang Parkir agar Keuangan Tidak Boncos

Muhammad Arif Prayoga oleh Muhammad Arif Prayoga
22 Januari 2023
A A
Kampus Elit, Parkir Sulit tukang parkir liar

Kampus Elit, Parkir Sulit (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Meskipun profesi juru parkir itu amat berguna, tetapi saya masih belum bisa ikhlas merelakan satu lembar uang saya kepada mereka. Apalagi kalau ditagih setelah ambil top up Dana di ATM. Apa banget dah.

Meskipun nominalnya tidak seberapa, tapi, eksistensinya di setiap pinggiran jalan ini yang membuat pengeluaran harus membengkan untuk hal-hal yang kurang esensial.

Kata ustaz saya sih, memberi ke orang itu sedekah, sedekah membawa berkah, tapi kalau di mana-mana ada apa nggak termasuk serakah? Rasa kesal saya terhadap profesi ini membuat saya berpikir ulang sebelum memutuskan akan memarkirkan kendaraan atau tidak.

Kalau permasalahan ini bisa saya daftarkan sebagai judul skripsi, dari latar belakang di atas saya ingin memaparkan jawaban dari rumusan masalah mengenai strategi keuangan dalam menghindari pemalakan oleh tukang parkir yang cuma ada di bumi plus enam dua. Ini dia strateginya:

Cari gerai minimarket terdekat

Mencari gerai minimarket yang tergabung dalam franchise seperti Alfamart, Indomaret, dan sebangsanya sangat mudah. Kalau kata orang Jawa, swalayan versi mini ini teng klecek di pinggiran jalan raya. Di mana ada tempat ramai, biasanya di sana juga berdiri, bahkan jarak antar dua gerai bisa ditempuh dengan tempo sesingkat-singkatnya.

Kalau saya baca di media akhir-akhir ini sih, Alfamart dan Indomaret sudah membayarkan retribusinya ke pemerintah. Makanya di dua gerai ini biasanya sudah tertulis “Parkir Gratis” di temboknya. Tulisan ini bisa dijadikan pedoman bahwa kayaknya seluruh tukang parkir yang mangkal di dua minimarket ini adalah preman yang direkrut secara ilegal. 

Cara ini sering saya lakukan dulu saat masih magang kerja di Semarang. Saat itu saya menggeluti profesi sebagai calon reporter. Berbekal uang seadanya saya memakai cara ini untuk menghemat pengeluaran saya. Gimana ya, kalau tiap saya mau wawancara harus bayar Rp2000 sedangkan ada beberapa tempat yang harus saya liput, ya boncos.

Memang letak dari minimarket-minimarket ini tidak selalu tepat sasaran dengan tujuan saya. Namun saya bisa sedikit improvisasi dengan berjalan kaki dari gerai minimarket ke tempat yang menjadi tujuan saya. Capek sedikit tidak apa-apa, itung-itung sedikit olahraga.

Baca Juga:

3 Perilaku Tukang Parkir dan Pak Ogah yang Bikin Saya Ikhlas Ngasih Duit 2000-an Saya yang Berharga

5 Profesi yang Kelihatannya Gampang, Padahal Nggak Segampang Itu

Namun, nggak semua gerai minimarket berhati baik dan mulia. Ada pula yang pelit dan tidak mau tahu kondisi keuangan saya. Seperti contohnya satu gerai di depan rumah sakit dekat dengan tempat saya magang kerja saat itu.

Saat itu saya ada tugas untuk mewawancarai orang dalam di rumah sakit itu. Awalnya saya ingin mengikuti sistem dengan masuk ke area dalam rumah sakit. Eh ternyata masuknya sudah ala-ala Jepang gitu pakai kartu. Daripada ngurus kartu yang mesti ribet bin berbelit-belit saya memutuskan untuk menggunakan strategi mlipir warung ini.

Tapi eh tapi, gerai ini pelitnya masyaallah. Di dindingnya tertulis larangan untuk parkir selain pelanggan. Sebenarnya saya bisa baca, karena memang saya tidak buta huruf. Tapi kondisi keuangan seret yang saya alami mengaburkan tulisan tersebut dan nekat parkir di sana. Toh nggak ada ancaman apa-apa kalau larangan itu saya langgar.

Pakai strategi uang besar

Strategi ini juga sering saya lakukan untuk menolak palakan tukang parkir. Caranya dengan memberikan uang besar kepada tukang parkir saat ditagih. Sebagian besar tukang parkir yang saya serang mentalnya dengan cara ini meloloskan saya dari jeratan palakan parkir. Tapi ya memang nggak semua tukang parkir mempan dengan jurus ini.

Cara ini bagi saya fifty-fifty karena masing-masing tukang parkir beda-beda. Bagi tukang parkir amatir, pasti kena skakmat dengan cara ini. Tapi kalau pengalamannya sudah banyak sih, bakal ada bekingan yang selalu siap membantu.

Keberadaan warung-warung kelontong yang bisa menjadi hero support yang membantu memberi tambahan defend pada profesi mereka terhadap skill ini.

Ada pula yang dari rumah sudah menyiapkan gepokan uang kembalian buat njagani adanya pemarkir ndablek seperti saya. Tampaknya, strategi pasaran ini kayaknya sudah kurang efektif lagi. Tapi tetap saja layak dicoba.

Bawa uang ngepres sesuai kebutuhan

Strategi pengelolaan finansial di era globalisasi tukang parkir ini sih kayaknya seratus persen ampuh dari kedua cara di atas. Caranya yaitu bawa uang yang ngepres dengan kebutuhan yang ingin dilakukan di tempat parkir itu. 

Misalnya mau beli nongkrong di taman kota, dari rumah harus diperkirakan dulu di sana mau jajan apa dan harganya berapa. Kalau sudah, segera ke sana dengan jumlah uang seperti yang direncanakan tadi. Nanti saat sudah saatnya keluar, bilang saja ke tukang parkirnya tidak bawa uang. Kalau perlu, buktikan dengan membuka dompet kosong supaya lebih menjiwai. 

Meskipun sepertinya cara ini ampuh, tapi butuh keberanian ekstra untuk melakukannya. Simpan dulu rasa pekewuhmu wahai anak muda. Ada stabilitas finansial yang perlu dijaga di sini.

Kata ustad saya, bersedekah sampai kita sendiri nggak bisa makan juga nggak baik. Penuhi kebutuhan primer dulu baru sisihkan untuk sedekah. Sedekah juga sebaiknya dilakukan ke orang yang membutuhkan, bukan orang yang kejar setoran.

Penulis: Muhammad Arif Prayoga
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Suka Duka Jadi Tukang Parkir Selama 6 Bulan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 22 Januari 2023 oleh

Tags: Tukang Parkirtutorial
Muhammad Arif Prayoga

Muhammad Arif Prayoga

Sarjana Komunikasi yang Gagap Berkomunikasi. Penulis di Copa-media.com. Bisa dihubungi via Instagram @arifprayogha_ dan Twitter @CopamediaID

ArtikelTerkait

5 Pekerjaan yang Menghasilkan Banyak Cuan dalam Hitungan Jam selain Tukang Parkir dan Pak Ogah

Yang Fana Itu Waktu, yang Abadi Adalah Tukang Parkir ATM yang Tetap Minta 2 Ribu sekalipun Mereka Tak Berguna

1 Oktober 2024
Polemik Tukang Parkir: Dibenci Netizen, Pemutar Ekonomi Bawah, dan Bisnis Mafia di Baliknya terminal mojok.co

Polemik Tukang Parkir: Dibenci Netizen, Pemutar Ekonomi Bawah, dan Bisnis Mafia di Baliknya

28 Oktober 2021
Tukang Parkir Liar Nggak Hanya Bikin Pengendara Sebel, tapi Juga Bikin Pengusaha Kecil Bangkrut tempat parkir ilegal tukang parkir atm, capres surabaya bogor, kota malang polisi cepek qris parkir indomaret

Beda Kelakuan Tukang Parkir di Bogor dan Malang: Bogor Lebih Slow, Malang Lebih Galak!

19 Maret 2024
Kampus Elit, Parkir Sulit tukang parkir liar

3 Alasan Kita Tidak Perlu Bayar Tukang Parkir Nirkontribusi

9 Juni 2023
Tukang Parkir Liar Nggak Hanya Bikin Pengendara Sebel, tapi Juga Bikin Pengusaha Kecil Bangkrut tempat parkir ilegal tukang parkir atm, capres surabaya bogor, kota malang polisi cepek qris parkir indomaret

Saya Sulit Ikhlas Memberi Uang 2 Ribu untuk Tukang Parkir, Jika Ujung-ujungnya Saya Nggak Dibantu Sama Sekali

8 Januari 2024
Menyuruh Bayar Parkir Duluan, tapi Kendaraan Ditinggalin Begitu Aja Bikin Saya Membenci Tukang Parkir untuk Pertama Kalinya

Menyuruh Bayar Parkir Duluan, tapi Kendaraan Ditinggalin Begitu Aja Bikin Saya Membenci Tukang Parkir untuk Pertama Kalinya

6 September 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Gudeg Jogja yang Rasanya Enak dan Cocok di Lidah Wisatawan

Gudeg Jogja Pelan-Pelan Digeser oleh Warung Nasi Padang di Tanahnya Sendiri, Sebuah Kekalahan yang Menyedihkan

18 Februari 2026
5 Kasta Sirup Indomaret Paling Segar yang Cocok Disuguhkan Saat Lebaran Mojok.co rekomendasi sirup

Urutan Sirup dengan Gula Tertinggi hingga Terendah, Pahami agar Jangan Sampai Puasamu Banjir Gula!

15 Februari 2026
4 Hal yang Wajar di Tegal, tapi Nggak Lazim dan Bikin Bingung Pendatang Mojok.co

4 Hal yang Wajar di Tegal, tapi Nggak Lazim dan Bikin Bingung Pendatang

20 Februari 2026
Al Waqiah, Surah Favorit Bikin Tenang Meski Kehilangan Uang (Unsplash)

Al Waqiah, Surah Favorit yang Membuat Saya Lebih Tenang Meski Kehilangan Uang

20 Februari 2026
Lumpia Semarang Cerita Cinta yang Dibungkus Kulit Tipis (Wikimedia Commons)

Lumpia Semarang: Cerita Cinta Lelaki Tionghoa dan Perempuan Jawa yang Dibungkus Kulit Tipis

14 Februari 2026
Honda Brio, Korban Pabrikan Honda yang Agak Pelit (Unsplash)

Ketika Honda Pelit, Tidak Ada Pilihan Lain Selain Upgrade Sendiri karena Honda Brio Memang Layak Diperjuangkan Jadi Lebih Nyaman

16 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Muak Buka Bersama (Bukber) sama Orang Kaya: Minus Empati, Mau Menang Sendiri, dan Suka Mencaci Maki bahkan Meludahi Makanan
  • Salut dengan Ketahanan Yamaha Mio Sporty 2011, tapi Maaf Saya Sudah Tak Betah dan Melirik ke Versi Baru
  • Mall Kokas, Tempat Paling Membingungkan di Jakarta Selatan: Bikin Pekerja “Mati” di Jalan, tapi Diminati karena Bisa Cicipi Gaya Hidup Elite
  • Mobil Pribadi Pilihan Terbaik Buat Mudik Membelah Jawa: Pesawat Terlalu Mahal, Sementara Tiket Kereta Api Ludes Dibeli “Pejuang War” KAI Access
  • Pemilik Kos di Jogja Muak dengan Tingkah Mahasiswa Jakarta: Tak Tahu Diri dan Ganggu Banget, Ditegur Malah Serba Salah
  • Niat Daftar LPDP Berujung Kena Mental, Malah Diserang Personal oleh Pewawancara dan Tak Diberi Kesempatan Bicara

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.