Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Tugas Presentasi di Kampus: Yang Presentasi Nggak Paham, yang Dengerin Lebih Nggak Paham

Nadia Dwi Apriani oleh Nadia Dwi Apriani
17 Januari 2026
A A
Tugas Presentasi di Kampus: Yang Presentasi Nggak Paham, yang Dengerin Lebih Nggak Paham

Tugas Presentasi di Kampus: Yang Presentasi Nggak Paham, yang Dengerin Lebih Nggak Paham

Share on FacebookShare on Twitter

Sejak jadi mahasiswa, satu jenis tugas yang hampir selalu muncul di setiap mata kuliah adalah presentasi kelompok. Awalnya terdengar sederhana: bagi materi, bikin PPT, tampil di depan kelas, selesai. Tapi makin ke sini, banyak mahasiswa, termasuk saya justru mengeluh setiap kali dosen bilang, “Minggu depan presentasi, ya.”

Bukan tanpa alasan. Di satu sisi presentasi itu bagus: melatih berbicara, kerja sama, dan pemahaman materi. Namun, di praktiknya, tugas presentasi sering kali berubah jadi formalitas belaka. Alih-alih bikin paham, justru bikin capek dan bingung. Ini beberapa alasan kenapa banyak mahasiswa nggak suka dikasih tugas presentasi:

Disuruh cari materi sendiri, tapi nggak dikasih arah sumber yang benar

Biasanya dosen cuma bilang, “Cari sendiri materinya,” tanpa ngasih gambaran sumber yang valid. Mahasiswa akhirnya bingung: mau ambil dari jurnal, buku, blog, atau sekadar hasil pencarian Google?

Oleh karena minim arahan, banyak yang akhirnya ambil jalan paling cepat: copas dari internet tanpa benar-benar paham isinya. Bukannya jadi belajar mandiri, yang ada malah belajar asal jadi.

Anggota kelompok banyak, tapi kerjanya nggak merata

Ini masalah klasik yang hampir selalu ada. Dalam satu kelompok berisi 5–7 orang, biasanya cuma 2 atau 3 yang benar-benar kerja. Sisanya? Ada yang cuma ikut rapat sekali, ada yang nanya “udah jadi belum?”, bahkan ada juga yang cuma numpang nama.

Kerja kelompok yang harusnya melatih tanggung jawab malah sering bikin kesal. Yang rajin jadi korban, yang pasif tetap dapat nilai.

BACA JUGA: PPT Itu Buat Belajar Presentasi, Bukan Belajar Membaca

Materi cuma dibacain, bukan dijelasin

Saat hari-H presentasi, banyak penyaji hanya membaca isi slide. PPT yang penuh teks dibaca mentah-mentah, tanpa penjelasan tambahan, contoh, atau ilustrasi yang bikin audiens paham.

Baca Juga:

Bayar UKT Tiap Semester Hanya demi Mendengar Teman Ngelantur di Depan Kelas: Cacatnya Model Pembelajaran Student-Centered

6 Cara Membuat PPT Menarik di HP dengan Aplikasi WPS Office

Akhirnya, satu kelas hanya mendengarkan orang membaca PPT selama 15–20 menit. Kalau bisa baca sendiri, ngapain harus presentasi?

Jawaban pertanyaan di presentasi mengandalkan ChatGPT atau AI

Ketika sesi tanya jawab dimulai, sering terlihat presenter membuka HP, mengetik cepat, lalu menjawab dengan bahasa yang terlalu rapi dan kaku. Ketahuan banget itu hasil AI.

Bukan soal pakai AI atau tidak, tapi kalau dari awal materinya nggak dipahami, diskusi jadi hambar. Presentasi kehilangan esensinya sebagai proses berpikir dan memahami.

Dosen minim evaluasi dan jarang menjelaskan ulang materi setelah presentasi

Setelah presentasi selesai, sering kali dosen hanya berkata, “Ya, cukup,” lalu lanjut ke kelompok berikutnya. Nggak ada koreksi, nggak ada penegasan mana yang keliru atau perlu diluruskan.

Padahal, sedikit penjelasan tambahan dari dosen bisa sangat membantu. Minimal mahasiswa tahu mana informasi yang benar dan mana yang perlu diperbaiki.

BACA JUGA: Plis deh, Nggak Perlu Bacain Ulang Makalahnya Saat Presentasi

Mahasiswa akhirnya nggak dapat apa-apa

Ujung-ujungnya, mahasiswa hanya duduk, mendengar orang lain membaca PPT, tanpa benar-benar memahami materi. Yang presentasi nggak selalu paham, yang mendengarkan lebih nggak paham lagi. Tugas presentasi yang harusnya jadi sarana belajar aktif malah berubah jadi rutinitas melelahkan yang cepat dilupakan setelah kelas selesai.

Bukan berarti mahasiswa anti presentasi. Kalau dirancang dengan baik dengan sumber jelas, kelompok yang proporsional, evaluasi dosen, dan penjelasan yang baik, presentasi bisa jadi metode belajar yang efektif.

Tapi selama tugas presentasi hanya sekadar menggugurkan kewajiban, wajar kalau mahasiswa lebih sering mengeluh daripada antusias. Karena pada akhirnya, tujuan kuliah bukan cuma tampil di depan kelas, tapi benar-benar paham apa yang dipelajari.

Penulis: Nadia Dwi Apriani
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 3 Dosa Mahasiswa Saat Presentasi, Jangan Diwajarkan Nanti Jadi Kebiasaan Buruk

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 17 Januari 2026 oleh

Tags: PPTtemplate PPT canvatugas presentasitugas presentasi mahasiswa
Nadia Dwi Apriani

Nadia Dwi Apriani

Orang Kuningan dari lahir, suka baca novel, cita-cita penulis.

ArtikelTerkait

PPT Itu Buat Belajar Presentasi, Bukan Belajar Membaca

PPT Itu Buat Belajar Presentasi, Bukan Belajar Membaca

23 Juni 2023
Bayar UKT Tiap Semester Hanya demi Mendengar Teman Ngelantur di Depan Kelas: Cacatnya Model Pembelajaran Student-Centered Learning

Bayar UKT Tiap Semester Hanya demi Mendengar Teman Ngelantur di Depan Kelas: Cacatnya Model Pembelajaran Student-Centered

15 Oktober 2025
6 Cara Membuat PPT Menarik di HP dengan Aplikasi WPS Office

6 Cara Membuat PPT Menarik di HP dengan Aplikasi WPS Office

10 November 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ilustrasi Hadapi Banjir, Warga Pantura Paling Kuat Nikmati Kesengsaraan (Unsplash)

Orang Pantura Adalah Orang Paling Tabah, Mereka Paling Kuat Menghadapi Kesengsaraan karena Banjir

14 Januari 2026
Rute KRL Duri-Sudirman, Simbol Perjuangan Pekerja Jakarta (Unsplash)

Rute KRL dari Stasiun Duri ke Sudirman Adalah Rute KRL Paling Berkesan, Rute Ini Mengingatkan Saya akan Arti Sebuah Perjuangan dan Harapan

15 Januari 2026
7 Lagu Bahasa Inggris Mewakili Jeritan Hati Dosen di Indonesia (Unsplash)

7 Lagu Bahasa Inggris yang Mewakili Jeritan Hati Dosen di Indonesia

16 Januari 2026
4 Kebohongan Solo yang Nggak Tertulis di Brosur Wisata

4 Kebohongan Solo yang Nggak Tertulis di Brosur Wisata

16 Januari 2026
3 Keunggulan Kereta Api Eksekutif yang Tidak Akan Dipahami Kaum Mendang-Mending yang Naik Kereta Ekonomi

3 Keunggulan Kereta Api Eksekutif yang Tidak Akan Dipahami Kaum Mendang-Mending yang Naik Kereta Ekonomi

17 Januari 2026
Julukan “Blok M-nya Purwokerto” bagi Kebondalem Cuma Bikin Purwokerto Terlihat Minder dan Tunduk pada Jakarta

Julukan “Blok M-nya Purwokerto” bagi Kebondalem Cuma Bikin Purwokerto Terlihat Minder dan Tunduk pada Jakarta

14 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Luka Perempuan Pekerja Surabaya: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Duit Ludes Dipalak Kakak Laki-laki Nggak Guna
  • Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri
  • Gotong Royong, Jalan Atasi Sampah Menumpuk di Banyak Titik Kota Semarang
  • Bencana AI untuk Mahasiswa, UMKM, dan Pekerja Digital karena Harga RAM Makin Nggak Masuk Akal
  • Honda Vario 150 2016 Motor Tahan Banting: Beli Ngasal tapi Tak Menyesal, Tetap Gahar usai 10 Tahun Lebih Saya Hajar di Jalanan sampai Tak Tega Menjual
  • Adu Jotos Guru dan Siswa di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur Akibat Buruknya Pendekatan Pedagogis, Alarm Darurat Dunia Pendidikan 

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.