Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Tuban, Kota Elite Branding Sulit: Kabupaten yang Takdirnya Memang Sulit Terkenal, Diusahain pun Percuma

Muhamad Iqbal Haqiqi oleh Muhamad Iqbal Haqiqi
7 Juni 2025
A A
Tuban, Kota Elite Branding Sulit: Kabupaten yang Takdirnya Memang Sulit Terkenal, Diusahain pun Percuma lamongan legen tuban

Tuban, Kota Elite Branding Sulit: Kabupaten yang Takdirnya Memang Sulit Terkenal, Diusahain pun Percuma (David Kristianto via Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Tuban kurang pick me ke media

Tuban ini bisa saya bilang daerah yang kurang nyari perhatian media, alias kurang pickme. Biar dapat brandingan yang melekat di kepala warga non-lokal, jadi pickme itu perlu, supaya ada yang membuat orang mengenal daerah tersebut.

Nah Tuban daerah yang kalau diibaratkan seperti tipe orang plegmatis yang ikutin arus aja. Jalani apa yang dipunya aja gitu. Pasalnya, kabupaten ini jarang menjadi headline media nasional kecuali saat ada isu besar (proyek nasional, konflik agraria, atau bencana). Hal berbeda dengan Lamongan atau Gresik yang rutin diberitakan karena prestasi olahraga, wisata, atau industri UMKM-nya.

Destinasi wisata Tuban yang kurang inovasi

Meskipun di awal tulisan saya memuji perkembangan wisata Tuban, tapi terus terang aja, destinasi di Tuban itu kurang inovasi. Kebanyakan ya pantai cuma gitu-gitu aja. Wahana bermain pun mereplikasi daerah lain tanpa diberikan sentuhan keunikan khas dari Tuban, sehingga daya tariknya pun kebanyakan dari wisatawan lokal, alih-alih dari luar daerah. Hal itu yang membuat Tuban pun jadi nggak terlalu terkenal.

Ketutup sama Gresik dan Surabaya

Nggak bisa dimungkiri, keberadaannya yang sejalur dengan Gresik dan Surabaya itu bikin Tuban jadi agak ketutup keberadaannya. Misalnya kalau ada kegiatan marathon, lebih banyak di Surabaya-Gresik. Kemudian agenda macam PON pun lebih banyak ditempatkan di kedua daerah tersebut.

Acara besar yang menarik pengunjung luar daerah seperti expo, carnival, dan festival kuliner pun lebih banyak di Surabaya, sehingga Tuban tuh ya kayak kelewat aja gitu. Hal itu menambah suram Tuban sehingga nggak banyak yang familiar dengan daerah satu ini.

Itulah beberapa alasan mengapa Tuban belum jadi terkenal. Tapi ya sudahlah, boleh jadi Tuban diposisikan seperti siswa biasa di kelas. Meski mungkin saja, dia diam-diam tumbuh dan berkembang dengan perlahan tanpa banyak suara. Siapa sangka, suatu saat nanti, Tuban tiba-tiba dikenal karena inovasinya. Kalau nggak kunjung datang kondisi itu, ya nggak apa-apalah, setidaknya bisa jadi tempat yang asik buat duduk di alun-alunnya sambil minum susu kaleng.

Penulis: Muhamad Iqbal Haqiqi
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Tuban Memang Makin Metropolitan tapi Tetap Tak Bisa Dibanggakan, Gara-Gara Jalan Rusak, Lapangan Kerja Sulit dan Nggak Punya Kampus Elite

Baca Juga:

Simpang Tuwowo Surabaya pantas dijuluki lampu merah paling semrawut, kalahkan lampu merah Pegirian 

Legen Tuban kini serba oplosan, tak layak jadi oleh-oleh khas daerah

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 8 Juni 2025 oleh

Tags: Gresikkota waliSurabayaTuban
Muhamad Iqbal Haqiqi

Muhamad Iqbal Haqiqi

Mahasiswa Magister Sains Ekonomi Islam UNAIR, suka ngomongin ekonomi, daerah, dan makanan.

ArtikelTerkait

4 Hal Unik Jadi Santri di Pesantren Langitan terminal mojok.co

4 Hal Unik Jadi Santri di Pesantren Langitan

25 Desember 2021
Pasar Lama, Daerah Paling Menyedihkan di Kabupaten Gresik Ketika Musim Hujan

Pasar Lama, Daerah Paling Menyedihkan di Kabupaten Gresik Ketika Musim Hujan

4 Desember 2024
Bukan Orang Madura, Jembatan Suramadu Lebih Layak Dijadikan Kambing Hitam Atas Kemarahan Orang Surabaya

Bukan Orang Madura, Jembatan Suramadu Lebih Layak Dijadikan Kambing Hitam Atas Kemarahan Orang Surabaya

8 Oktober 2024
5 Rekomendasi Kuliner Babi Surabaya untuk Kalian yang Menghabiskan Cuti Natal di Kota Pahlawan

5 Rekomendasi Kuliner Babi Surabaya untuk Kalian yang Menghabiskan Cuti Natal di Kota Pahlawan

22 Desember 2025
persebaya

Persebaya Bukan AC Milan, Surabaya Bukan Napoli

20 Juni 2020
4 Tipe Orang yang Nggak Cocok Liburan ke Surabaya Mojok.co bandung

4 Tipe Orang yang Nggak Cocok Liburan ke Surabaya

25 Mei 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kartu kredit, contoh terbaik bahwa dunia hanya ramah sama orang kaya

Kartu kredit, contoh terbaik bahwa dunia hanya ramah sama orang kaya

3 Agustus 2026
Cikarang Menyimpan Salah Paham yang Bikin Iri sama Jakarta (Unsplash)

Di balik gaji besar operator industri di Kawasan Industri Cikarang, ada harga mahal yang harus dibayar

4 Agustus 2026
4 jasa yang nggak pernah kepikiran bakal ada, tapi saya temukan di Threads Mojok.co

4 jasa yang nggak pernah kepikiran bakal ada, tapi saya temukan di Threads

3 Agustus 2026
Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental Mojok.co

Setelah akad KPR rumah, saya baru sadar bahwa beli rumah bukannya jadi solusi, tapi justru jadi masalah baru

1 Agustus 2026
Bendungan Rowo Jombor Klaten Membahayakan Pengunjung (Unsplash)

Stigma orang yang nongkrong di Rowo Jombor adalah jamet itu konyol, tapi dampaknya luar biasa

6 Agustus 2026
Penebang pohon keliling, profesi yang kerap dianggap sepele, dibayar murah, padahal taruhannya nyawa

Penebang pohon keliling, profesi yang kerap dianggap sepele, dibayar murah, padahal taruhannya nyawa

2 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.