Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Tuan Krabs, Tokoh Kartun Cerminan Pemilik Media yang Realistis

M. Iqbal Mubarok oleh M. Iqbal Mubarok
18 Februari 2021
A A
Tuan Krabs, Tokoh Kartun Cerminan Pemilik Media yang Realistis terminal mojok.co

Tuan Krabs, Tokoh Kartun Cerminan Pemilik Media yang Realistis terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Jika kalian mengikuti serial ini sejak masih kecil hingga sekarang, kalian akan mengenal dengan cukup baik karakter si SpongeBob. Saya berani menyimpulkan bahwa si Spons yang bisa bicara ini layak jadi wartawan. Dalam salah satu episode, SpongeBob sempat diceritakan menjadi wartawan untuk Daily Krabby milik Tuan Krabs.

Pekerjaan sehari-hari Spongebob sebenarnya menjadi seorang koki di restoran terkenal seantero Bikini Bottom yaitu Krusty Krab. Namun, karena jiwa bisnis Tuan Krabs, dia sempat menjadi wartawan secara mendadak. Hal ini bermula dari iklan yang dipasang oleh Tuan Krabs dalam sebuah koran yang tampaknya tidak cukup terkenal di kota tersebut. Si kepiting rakus tersebut merasa perlu melakukan hal itu untuk meningkatkan keuntungan.

Namun iklan tersebut bermasalah dan rencana itu pun tidak berjalan dengan baik. Sebab merasa kesal dan marah, akhirnya Tuan Krabs menyelidiki kenapa pada akhirnya koran tersebut tidak laku. Ternyata alasannya karena segala informasi yang ada di dalam koran tersebut tidak menarik untuk dibaca bagi masyarakat Bikini Bottom. Mereka lebih tertarik membaca sebuah koran yang berisi tentang informasi picisan dan tidak berguna. Hal ini bertujuan untuk sebuah hiburan meski informasi tersebut merugikan orang lain, namun bagi netizen Bikini Bottom, hal itu adalah sebuah kesenangan.

Setelah mengetahui hal itu, akhirnya si kepiting tua berniat mendirikan sebuah perusahaan koran bernama Daily Krabby. Tujuan dari terbentuknya media tersebut adalah untuk meraup untung sebanyak-banyaknya sehingga dia menyuruh Spongebob selaku wartawan satu-satunya yang dia miliki untuk membuat dan mencari berita-berita yang bisa menghibur orang lain.

Pada awalnya Spongebob berusaha dengan tulus dan jujur dalam menyampaikan informasi. Sayangnya penjualan pertama Daly Krabby gagal total. Akhirnya Tuan Krabs memaksa SpongeBob untuk memuat berita yang sangat menghebohkan meski hal itu adalah sebuah kebohongan. Sejak saat itu Spongebob memuat berbagai macam berita dari sudut pandang yang keliru tentang sebuah informasi. Pihak korban yang diberitakan pun mengalami kerugian yang cukup besar.

Beberapa di antara korban informasi keliru itu adalah Sandy yang akhirnya harus kehilangan semua penghargaan sains miliknya, Nyonya Puff yang harus kehilangan semua murid sekolah mengemudi miliknya, dan hal-hal lain yang membuat rugi orang lain. Berkebalikan dengan itu, keuntungan yang dimiliki Tuan Krabs sangat melonjak naik. 

Berita heboh tersebut memang sangat ramai dan menjadi pembicaraan, Daily Krabby mulai banyak peminat. Namun, tidak ada satu pun yang orang yang melakukan validasi kabar yang ditulis Daily Krabby. “Netizen” di Bikini Bottom seperti orang-orang yang ada di kehidupan nyata, hanya bisa menilai dan menghakimi sepihak melalui koran milik Tuan Krabs. Padahal koran tersebut tergolong baru berdiri dan tidak memiliki sumber yang jelas. Tidak ada bukti wawancara, bukti valid terkait tindakan yang dilakukan korban, dan hal-hal lain yang termuat dalam kaidah penulisan berita.

Namun, ending dari episode tersebut juga sangat mencengangkan. Untuk menyadarkan bosnya bahwa apa yang dia lakukan adalah sebuah kesalahan, akhirnya Spongebob juga memuat berita picisan terkait Tuan Krabs dan skandal yang ada di balik pembuatan Daily Krabby. Hal ini tentu mengundang marah para pembaca setia koran tersebut karena mereka dibodohi sehingga pada akhirnya Tuan Krabs juga mengalami kemalangan seperti yang terjadi dengan korban-korban yang dia bahas setiap hari di korannya.

Baca Juga:

Patrick Star dalam SpongeBob SquarePants Sebenarnya Orang Kaya yang Pura-pura Bodoh demi Bisa Bahagia

Rekomendasi Tempat Liburan Nataru di Bikini Bottom yang Bisa Dinikmati Bareng Keluarga

Semua yang terjadi ini dipicu karena Tuan Krabs mengikuti selera pasar yang diinginkan. Media buatannya juga menyesuaikan selera tersebut agar memiliki banyak pelanggan setiap saat. Terlepas dari kekayaan dan kerakusan yang si kepiting merah ini miliki tentang uang, media juga memerlukan biaya untuk terus bertahan hidup dan produktif. Saya rasa, pilihan untuk mengikuti selera pasar mungkin tidak sepenuhnya salah. Sebab kalau tidak begini, Daily Krabby bakal menjadi media yang tidak berkembang dan sama sekali tidak dilirik.  Entahlah, mungkin bikin media dan mencari uang adalah bilah perkara yang berlawanan. Kalau orientasinya sudah uang, susah menjadi media yang lurus.

BACA JUGA Jika Plankton ‘SpongeBob Squarepants’ Jadi Member WhatsApp Grup, Tentu Akan Merepotkan Adminnya dan tulisan M. Iqbal Mubarok lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 17 Februari 2021 oleh

Tags: media onlineSpongebob squarepantstuan krabs
M. Iqbal Mubarok

M. Iqbal Mubarok

Seorang penulis yang hanya mengandalkan Mood saja

ArtikelTerkait

4 Dosa Besar Mixue yang Menyusahkan Pelanggan

Mixue di Bandung: Fenomena Kelp Shake di Dunia Nyata

29 Desember 2022
tokoh figuran Strategi Bisnis ala Plankton. Bahkan Chum Bucket pun Bisa Mengalahkan Krusty Krab terminal mojok.co

Plankton Bukan Hanya Tokoh Figuran Tanpa Makna

22 Januari 2021
ARMY Bukan Cuma Fans BTS, tapi Juga Pegiat Pendidikan terminal mojok.co

Beruntunglah Tuan Krab karena Pearl Bukan ARMY

23 Oktober 2020
Apa yang Dipikirkan Penulis Pemula saat Menulis Esai untuk Media Online Terminal Mojok

Apa yang Dipikirkan Penulis Pemula Saat Menulis Esai untuk Media Online?

1 Desember 2020
Memasuki Era Penulis Serba Ada dan Serba Bisa MOJOK.CO

Memasuki Era Penulis Serba Ada dan Serba Bisa

23 Juli 2020
Meniru Falsafah Jawa, Rahasia Sukses Bisnis Tuan Krabs terminal mojok

Falsafah Jawa, Rahasia Sukses Bisnis Tuan Krabs

16 Juli 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jangan Bilang Kudus Kota Sempurna kalau Tiap Lampu Merah Masih Dikuasai Badut dan Manusia Silver

Jangan Bilang Kudus Kota Sempurna kalau Tiap Lampu Merah Masih Dikuasai Badut dan Manusia Silver

8 April 2026
Mempertanyakan Efisiensi Syarat Administrasi Seleksi CPNS 2024 ASN penempatan cpns pns daerah cuti ASN

Wajar kalau Masyarakat Nggak Peduli PNS Dipecat atau Gajinya Turun, Sudah Muak sama Oknum PNS yang Korup!

7 April 2026
Suzuki Access 125 Motor Paling Kasihan: Tampilan Retro Elegan dan Fitur Lengkap, tapi Masih Aja Kalah Saing dari Skuter Matic Lain Mojok.co

Suzuki Access 125 Motor Paling Kasihan: Tampilan Retro Elegan dan Fitur Lengkap, tapi Masih Aja Kalah Saing dari Skuter Matic Lain

6 April 2026
4 Ciri Nasi Padang Redflag yang Bikin Nggak Nafsu Makan (Unsplash)

4 Ciri Nasi Padang Redflag yang Bikin Nggak Nafsu Makan

8 April 2026
4 Alasan yang Bikin User Kereta Api Berpaling ke Bus AKAP, Gratis Makan dan Lebih Aman Mojok.co

4 Alasan yang Bikin User Kereta Api Berpaling ke Bus AKAP, Gratis Makan dan Lebih Aman

7 April 2026
Jadi PNS di Desa Tidak Bisa Hidup Tenang, Tuntutan Sosialnya Tinggi karena Dikira Mapan dan Serba Bisa Mojok.co

Jadi PNS di Desa Tidak Bisa Hidup Tenang, Tuntutan Sosialnya Tinggi karena Dikira Mapan dan Serba Bisa

9 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia
  • #NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI
  • Bangun Rumah Istana di Grobogan Gara-gara Sinetron, Berujung Menyesal karena Keadaan Aneh dan Merepotkan
  • Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elite dan Realitas yang Sulit
  • Buka Usaha dan Niat Slow Living di Desa Malah Dibikin Muak dengan Etos Kerja Pemudanya, Bersikap Semaunya Atas Nama “Kekeluargaan”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.