Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Bus Trans Semarang: Dicintai karena Memudahkan Penumpang, tapi Dibenci Pengendara Lain karena Ugal-ugalan

Budi oleh Budi
3 Januari 2024
A A
Bus Trans Semarang: Dicintai karena Memudahkan Penumpang, tapi Dibenci Pengendara Lain karena Ugal-ugalan

Bus Trans Semarang: Dicintai karena Memudahkan Penumpang, tapi Dibenci Pengendara Lain karena Ugal-ugalan (Farhan Syafiq via Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Medio 2013 menjadi pertama kalinya saya mencoba Trans Semarang. Bus medium berwarna merah itu mengantarkan saya dari Terminal Terboyo Semarang ke Jatingaleh. Masih membekas rasa naikan yang enak, pijakan gas sopir bus yang smooth, dan harga tiket yang sangat murah untuk kenyamanan yang turah-turah apalagi kalau dibandingkan dengan angkutan umum lainnya macam angkot. Selisihnya lumayan waktu itu.

Dulu saya harus membayar angkot lima ribu rupiah dari Terminal Terboyo ke Jatingaleh saat naik angkot. Namun dengan Trans Semarang, saya hanya perlu mengeluarkan ongkos tak lebih dari separuhnya untuk jarak yang sama. Selain itu, naik Trans Semarang saya tak perlu takut nyasar karena rutenya jelas dan sudah menjangkau tiap sisi Semarang.

Trans Semarang membuat pengalaman saya naik kendaraan umum jadi menyenangkan. Suatu hal yang belum pernah saya rasakan sebelumnya mengingat pengalaman naik kendaraan umum selalu meninggalkan sisi traumatis bagi saya. Saat naik BRT, saya tinggal menunggu bus tiba di halte. Kondekturnya pun sigap dan ramah, belum lagi AC di dalam kendaraan sampai membuat saya lupa betapa panasnya Semarang di siang hari. Saat itu saya yakin, bus Trans Semarang adalah sebaik-baiknya kendaraan umum di Kota Lumpia.

Setelah satu dekade berselang, saya baru naik Trans Semarang lagi

Sepuluh tahun berselang, tepatnya di tahun 2023, saya mencoba naik Trans Semarang lagi. Ingatan menyenangkan tetap sama ketika saya menginjakkan kaki di halte. Bedanya, saat ini penumpang bus lebih ramai. Selain itu, hal lain yang berbeda adalah kala bus berwarna merah itu berjalan. Dari kejauhan, suaranya terdengar “agak serak” menyapa penumpang di halte. Dalam hati saya cuma bisa membatin, “Kok suaramu beda, sih?”

Sampai saya membayar tiket dan masuk ke dalam bus, rasanya seperti melepas rindu dengan mantan. Menginjakkan kaki di dalam bus hampir tak ada bedanya dengan 10 tahun lalu. Susunan kursi hanya ada di bagian pinggir, sementara ruang tengahnya disiapkan pegangan untuk orang-orang yang berdiri. Bagian sisi kiri dari pintu masuk untuk penumpang laki-laki, sementara sisi kanan atau bagian belakang dikhususkan untuk penumpang perempuan. Ongkosnya masih murah, bahkan rasanya nggak beda jauh dari 10 tahun lalu dan tak lebih mahal dari kopi botolan di minimarket.

Semua kenangan menyenangkan sirna saat Trans Semarang mulai melaju

Kondektur bus mempersilakan penumpang dengan ramah. Tapi saat pertama masuk bus, bahkan belum sampai pegangan, saya hampir terjungkal. Tanpa aba-aba dan peringatan, Trans Semarang melaju beringas entah dikejar apa.

Tentu saja saya kaget. Seingat saya, dulu bus merah ini smooth banget pas awal jalan. Tiap injakan gas rasanya diinjak dengan penuh perasaan dan kehati-hatian, apalagi saat mau jalan dari halte. Tapi, sekarang? Ah, ini bukan bus yang saya kenal. Bus medium yang membawa penumpang hampir penuh ini melaju cepat. Agak ugal-ugalan.

Di satu sisi, saya memang diuntungkan karena dari Jatingaleh ke Terminal Terboyo tak perlu menghabiskan waktu lebih dari 30 menit. Tapi di sisi lain, saya ngedumel karena ya hampir terjungkal tadi. Edan po?!

Baca Juga:

4 Alasan yang Bikin User Kereta Api Berpaling ke Bus AKAP, Gratis Makan dan Lebih Aman

Bus Sinar Mandiri Mulya Rembang-Semarang Mengancam Nyawa, Armada Reyot dan Sopir Ugal-ugalan

Entah harus bersyukur atau kufur

Teman saya yang asli Semarang mengatakan bahwa dia sempat dilema, entah harus bersyukur atau kufur atas keberadaan Trans Semarang. Kehadiran bus ini sejak tahun 2010-an memang untuk menggantikan transportasi umum dalam kota yang dulunya semrawut, kelamaan ngetem, dan bikin resah karena ongkos serta kehadiran pengamen di dalamnya.

Sejak BRT hadir, transportasi umum dalam kota Semarang makin rapi, tersistematis, serta menimbulkan rasa aman bagi penumpang dalam kendaraan umum. Tak berhenti sampai situ, ongkosnya juga cukup murah. Pelajar cukup membayar ongkos dua ribu rupiah, sementara penumpang umum hanya perlu mengeluarkan uang empat ribu rupiah untuk bisa keliling Semarang naik Trans Semarang.

“Sebenarnya enak sih busnya mencakup semua area di Semarang. Kalau daerahnya agak “masuk”, ada feeder-nya. Intinya, ke mana pun kita pergi, Trans Semarang siap mengantar,” begitu kata teman saya.

“Tapi makin ke sini, laju busnya makin beringas. Banyak yang melaju terlalu kencang, bahkan sesekali ada yang ngeblong kalau keadaan macet!” lanjutnya.

Saya sendiri sudah beberapa kali merasakan bagaimana cepatnya bus satu ini melaju. Tentu bukan sebagai penumpang, melainkan sebagai pengguna jalan yang kebetulan berpapasan dengan bus Trans Semarang.

Waktu itu jalanan cukup ramai dan kecepatan bus nggak bisa lebih santai. Raungan mesinnya bikin saya terintimidasi walaupun saya sudah berada di pinggir. Mau nggak mau saya harus melipir lagi karena takut kesenggol. Setelah bus merah itu menyalip saya, terlihat “ekornya” ndusel-ndusel di tengah kendaraan lain. Asap hitamnya itu, lho, beuh mengepul pekat!

Begitulah Trans Semarang. Bus ini memang dicintai penumpangnya, tapi juga dibenci karena asap hitam dan ugal-ugalannya.

Penulis: Budi
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Bus Pengumpan Trans Semarang, Sebaik-baiknya Pengalaman Naik Transportasi Umum.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 3 Januari 2024 oleh

Tags: BRTBuskendaraan umumPenumpangpenumpang busSemarangtrans semarangtransportasi umum
Budi

Budi

Seorang montir tinggal di Kudus yang juga menekuni dunia kepenulisan sejak 2019, khususnya esai dan fiksi. Paling suka nulis soal otomotif.

ArtikelTerkait

uin walisongo kampus terbaik di semarang mojok.co

Bukan Undip atau Unnes, Kampus Paling Unggul di Semarang Adalah UIN Walisongo

4 April 2020
Mranggen, Kecamatan di Demak yang Lebih Akrab dengan Semarang Mojok.co

Mranggen, Kecamatan di Demak yang Lebih Akrab dengan Semarang

26 Februari 2024
angkutan umum

Kasta Penumpang dalam Angkutan Umum

14 Agustus 2019
Pengalaman Orang Malang Merantau di Semarang, Kesulitan Menemukan Kuliner yang Cocok di Lidah Mojok.co

Cerita Orang Malang Merantau ke Semarang, Nggak Cocok dengan Kulinernya dan Berakhir Makan Pecel Lele Hampir Tiap Hari

9 September 2025
Plat K, Plat Nomor dengan Pengendara Paling Menyebalkan (Unsplash)

Pengendara Plat K Memang Jago Membahayakan Pengendara Lain Lantaran Hobi Banget Mendahului dari Sisi Kiri Jalan

30 April 2024
terminal mojok

Terminal Mojok: Penulis sebagai Bis, Tulisan sebagai Penumpang, dan Pembaca sebagai Bis Mania

7 Juni 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Warga Tangerang Orang Paling Sabar Se-Jabodetabek, Sehari-hari Terjebak di Tol Jakarta-Tangerang yang Absurd Mojok.co

Warga Tangerang Orang Paling Sabar Se-Jabodetabek, Sehari-hari Terjebak Tol Jakarta-Tangerang yang Absurd

5 April 2026

Di Jajaran Mobil Bekas, Kia Picanto Sebenarnya Lebih Mending daripada Suzuki Karimun yang Banyak Dipuja-Puja Orang

8 April 2026
UMK Cikarang Memang Tinggi, tapi Biaya Hidup di Cikarang Tetap Murah, Jogja Can't Relate! scbd

Jika Harus Menjalani Sepuluh Ribu Kehidupan, Saya Tetap Memilih Jadi Pekerja Cikarang ketimbang Kakak-kakak SCBD

5 April 2026
Kecamatan Antapani Bandung Menang Mewah, tapi Gak Terurus (Unsplash)

Kecamatan Antapani Bandung, Sebuah Tempat yang Indah sekaligus Rapuh, Nyaman sekaligus Macet, Niatnya Modern tapi Nggak Terurus

5 April 2026
Mempertanyakan Efisiensi Syarat Administrasi Seleksi CPNS 2024 ASN penempatan cpns pns daerah cuti ASN

Wajar kalau Masyarakat Nggak Peduli PNS Dipecat atau Gajinya Turun, Sudah Muak sama Oknum PNS yang Korup!

7 April 2026
Aerox Motor Yamaha Paling Menderita dalam Sejarah (unsplash)

Aerox: Motor Yamaha Paling Menderita, Nama Baik dan Potensi Motor Ini Dibunuh oleh Pengguna Jamet nan Brengsek yang Ugal-ugalan di Jalan Raya

8 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Sumbangan Pernikahan di Desa Menjebak dan Bikin Menderita: Maksa Utang demi Tak Dihina, Jika Tak Ikuti Dicap “Ora Njawani”
  • Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu untuk Impact Tak Sejelas kalau Magang
  • Ikut Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat sampai 4 Kali, setelah Diterima Malah Menyesal karena Nggak Sesuai Ekspektasi
  • Umur 30 Cuma Punya Honda Supra X 125 Kepala Geter: Dihina tapi Jadi Motor Tangguh buat Bahagiakan Ortu, Ketimbang Bermotor Mahal Hasil Jadi Beban
  • Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living
  • Slow Living Cuma Mitos, Gen Z dengan Gaji “Imut” Terpaksa Harus Hustle Hingga 59 Tahun demi Bertahan Hidup

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.